Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 16Tamu Bulanan


__ADS_3

Alice dan Steve terlihat tidur nyenyak mungkin karena acara pernikahan mereka yang begitu banyak tamu yang datang, apa lagi ini adalah pernikahan termewah juga karena mereka tidak menyangkan seorang Pengusaha Muda yang bersikap sangat dingin seperti Steve bisa melangsungkan pernikahan dan merekapun merasa penasaran seperti apa wanita yang sudah mampu meluluhkan hati es dari CEO itu..


Disaat sedang nyenyaknya tidur tiba-tiba Alice terbangun karena merasakan perutnya yang begitu sakit, dia mau bangun pun tidak kuat dan hanya meringkuk menahan rasa sakit diperutnya,, air matanya mengalir, wajahnya terlihat pucat, badannya bergetar..


Dia tau kalo ini pasti karen dia datang bulan namun badannya sangat lemas dan dia hanya bisa meringkuk diatas ranjang..


Steve yang mendengar isak tangis lirih pun terbangun dan menoleh kepada Alice yang meringkuk dengan kedua tangannya memegang perutnya..


Steve langsung bangun dan melihat Alive, Dia khawatir dengan kondisi Alice..


" Alice,, wajah kamu,, kita ke Rumah Sakit sekarang,, ucap Steve..


Saat Steve akan menggendong tubuh Alice tiba-tiba tangannya ditahan dan Alice membuka matanya menatap Steve dan menggeleng..


" Tolong bantu aku ke kamar mandi,, ucap Alice dengan suara lemas..


" Tapi kamu,,


" Plis,,


Steve pun langsung membopong Alice dan menuju kamar mandi..


" Aku nunggu di depan pintu, kalo kamu butuh apa panggil aku,,


Alice mengangguk dan Steve pun keluar dan menunggunya di depan pintu..


Setelah beberapa menit, Alice pun membuka pintu dan memanggil Steve..


" Steve,, Kamu bisa bantu aku lagi..


Steve langsung menghampiri dan menatap wajah Alice yang masih terlihat pucat dan dia pun mengangguk..


" Tolong ambilkan pembalut di laci kamarku,, ucap Alice menunduk..


Steve menghela napas, dia sedikit tenang karena Alice hanya mengalami kran perut akibat datang bulan bukan karena sakit..


Steve tersenyum dan berjalan keluar kamarnya..


Alice kembali ke dalam kamar mandi dan menunggu..


Tidak lama Steve kembali dengan membawa pembalut yang diminta Alice..


Steve mengetuk pintu kamar mandi dan memberikannya kepada Alice..


Alice berjalan keluar dengan tangannya masih memegang perutnya..


Steve langsung membantunya berbaring..


" Apa kamu selalu seperti ini tiap bulan,,


Alice tidak menjawab, dia memejamkan matanya menahan rasa nyeri..

__ADS_1


" Apa kamu mau ke Rumah Sakit,,


Alice membuka matanya, menggeleng dan malah memegang tangan Steve..


" Aku gapapa, ini biasa kok Dialami wanita saat datang bulan,,


Steve memandang wajah Alice, dan tangannya mengusap lembut perut Alice..


Alice tersenyum..


" Istirahat lah, aku akan menjaga mu hari ini..


Alice memejamkan kembali matanya, dia merasa lebih nyaman dan sentuhan tangan Steve membuat nyeri perutnya sedikit berkurang..


Setelah melihat Alice tertidur Steve berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya..


Dia keluar dan melihat Alice sudah duduk bersender di ranjang dengan segera Steve melangkah mendekati dan duduk disebelahnya..


" Apa masih sakit,,


" Sudah lebih baik, makasih kamu udah perhatian sama aku,,


" Dasar bodoh,, kenapa malah berterima kasih,, sudah jadi kewajiban saya perhatian dengan istri sendiri..


Blus,,


Pipi Alice merah mendengar ucapan Steve dan dia melupakan bahwa sekarang dirinya sudah menjadi istri..


" Liat apa kamu hem,, ucap Steve mendekatkan wajahnya..


Alice langsung memalingkan wajahnya karena wajahnya pasti sangat terlihat merona


Steve tersenyum melihat gadis kecilnya yang sudah menjadi istrinya..


" Kamu belum sarapan, saya minta Hendra membawanya ke sini...


" Engga,, Engga,, kita turun ke bawah saja..


Alice yang akan beranjak namun tangannya di tarik Steve dan dia terjatuh menimpa tubuh Steve..


Wajah mereka sangat dekat hanya berjarak 5cm sampai hembusan napas Steve berasa di kulit wajahnya, Napas yang berbau mint juga aroma badan Steve..


Cukup lama mereka berada di posisi itu, tangan Steve memeluk pinggang Alice..


Mata mereka berada satu titik..


Sampai akhirnya Alice terbangun karena mendengar suara pintu terbuka..


" Maaf Tuan,, saya tidak sengaja ucap Hendra menunduk dengan membawa nampan berisi makanan..


Alice langsung duduk, sedangkan Steve sendiri bertingkah santai seperti tidak terjadi apa-apa dan berjalan mengambil nampan dari tangan Hendra..

__ADS_1


" Kamu bisa keluar,,


" Baik Tuan,,


Steve membawanya mendekati Alice yang masih duduk mematung..


Dan Steve pun menyendokan makanan kearah mulut Alice..


" Aku bisa makan sendiri,,


" Kamu masih sakit,, ucap Steve dengan tidak ingin di bantah..


Akhirnya Alice pun menurutinya, Steve terus menyuapkan makan hingga makanan dipiring habis..


" Anak pinter,, ucap Steve mengusap kepala Alice dan berdiri meletakan piring di atas meja


" Steve,, kamu pasti belum sarapan kan gara-gara kamu ngurusi aku..


" Mana bisa saya makan kalo liat kamu seperti tadi..


Alice langsung memeluk lengan Steve manja,


" Steve, kamu janji bakal bicara biasa kalo sama aku tapi kok dari tadi,,


" Iya Maaf,, sa- maksud aku lupa,, ucap Steve dengan mengusap pipi Alice..


" Kamu gag pergi ke kantor,,


" Engga,, mana bisa aku ninggalin kamu..


" Aku gapapa Steve,, jadi kamu bisa pergi ke kantor lagian juga ada Pak Hendra dan pelayan..


" Mereka tidak pasti terus jaga kamu,,


" Ya udah lah terserah,,


Merekapun duduk di balkon dengan Steve yang selalu setia mendengarkan cerita dari Alice,,


Baginya senyuman Alice adalah tanggung jawabnya,, Dia tidak akan membiarkan siapa pun membuat Istri Kecilnya menangis bahkan kembali menderita..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Raider Kesayangan,, 😍😍


Masih setia menunggu Up Istri Kecilku kan,, 😁


Like, Vote juga Komen kalian semangat Author.. 🙏


Love You All


💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2