
Kegalauan Doni semakin memuncak, pasalnya sudah seminggu lebih Gea sama sekali belum memberinya kabar bahkan dia kirim pesan pun tidak di balasnya dan setiap kali di telpon juga tidak pernah di jawab..
Pikiran negatif pun selalu terbayar di otaknya, dia takut jika Gea melupakannya dan malah kepincut dengan orang Jerman..
" Sebenarnya kamu kemana si Ge,, aku telpon gak pernah kamu jawab, jangan bikin aku khawatir seperti ini ". Gumam Doni dengan terus memegang benda pipih dan terus menempelkannya di telinga berharap seseorang di seberang bisa menjawab..
" Gue perlu ke Jerman susulin Gea kalo seperti ini, mending besok gue ngomong Vano deh "
Doni meletakan ponselnya dan merebahkan tubuhnya, namun dia tetap saja tidak bisa tertidur, badan yang lelah bahkan tidak membuatnya bisa segera tidur..
**********
Sementara di Jerman,,
Gea tersenyum menatap ponselnya yang penuh dengan pesan juga panggilan dari kekasihnya..
Sebenarnya dia tidak tega, dan dia pun sama sangat merindukannya tapi dia harus tetap menahannya sampai waktu itu tiba..
" Maafin Aku ya Ka udah buat kaka khawatir.. Aku juga sangat merindukan kakak "
Gea meletakan ponselnya dan berjalan keluar kamarnya..
-
Sementara Vano dan Cila berada di atas ranjang, mereka berbaring di sana dan masih terlihat membicarakan sesuatu..
" Sayang,, apa kamu gak pengin beli keperluan anak kita..
" Pengin Mas,, cuma kata orang tua dulu itu pamali sebelum usia kandungan 7bulan..
" Memang kayak gitu Yank,,
" Aku denger si iya Mas,, jad nanti aja deh kita belinya.. Nunggu bulan depan kan sudah 7bulan Mas
Vano hanya manggut-manggut mendengar ucapan dari istrinya, dia sendiri baru pertama mendengarnya..
" Tidur yuk Mas,, aku udah ngantuk..
Cila langsung memeluk tubuh Vano dan tidak lama mereka pun terlelap..
******
Keesokan Harinya..
Doni bersiap untuk ke Kantor,
Dia keluar Apartemennya dengan sangat tidak bersemangat pikirannya masih terus kepada kekasihnya..
Namun dia sudah memutuskan untuk mengunjungi Gea ke Jerman dan dia akan kembali memajukan cuti kepada Vano..
Dia pun bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata..
__ADS_1
-
Vano yang sudah bersiap pun berjalan ke depan dengan memeluk pinggang Cila..
" Aku berangkat kerja dulu ya Yank,, kamu hati hati di rumah, jangan kelelahan,, segera kabari aku kalo ada apa apa..
" Iya Mas,, kamu juga hati hati ya di jalan..
Vano tersenyum dan pandangannya beralih ke arah perut buncit Cila..
Dai pun sedikit menunduk dan mengusap perutnya..
" Kesayangan Papa,, baik baik di perut Mamah ya Nak,, jangan repotin Mama Oke..
Vano mengecup perut Cila,
Cila tersenyum melihat Vano yang selalu berinteraksi dengan anaknya..
" Ya Udah Yank,, Mas jalan ya.. Ucap Vano mengecup kening Cila..
" Iya Mas,,
Vano masuk ke dalam mobilnya, dan Cila kembali masuk ke dalam rumahnya..
********
Doni terus menunggu Vano di depan ruangannya, dia sudah tidak sabar membicarakan keinginannya..
" Akhirnya Lo dateng juga Van,, Ucap Doni
" Kenapa emangnya..
Vano masuk ke dalam ruangannya diikuti dengan Doni..
" Van,, gue mau bicara sama Lo..
" Lah emang dari tadi Lo gak ngomong..
" Van,, gue serius..
" Gue juga serius Don,, Lo dari tadi juga udah bicara sama gue kan..
" Ini masalah perasaan Kivano Kakak Ipar gue yang paling tampan..
" Udah dari lahir kali gue tampan..
" Narsis Lo,,
Vano tidak menjawabnya, dia bahkan membuka leptopnya dan mulai mengerjakan kerjaanya..
" Van,, gue mau ambil cuti lagi dong,,
__ADS_1
" Cuti Lo udah habis,, lagian Lo mau kemana..
" Gue mau susulin Gea,,
Vano langsung menghentikan pekerjaannya dan memandang ke arah Doni yang terlihat serius..
" Maksud Lo,,
" Gea gak kabar seminggu lebih Van, padahal seharusnya kan dia kelar ujiannya..
" Kan Kalian sendiri yang sepakat buat tidak kasih kabar dulu selama Gea Ujian
" ini udah lebih dari satu minggu Van, dan gue udah coba kirim dia pesan juga telpon tapi dia sama sekali gak ada jawaban.. Jawab Doni frustasi..
" Masa Gea gitu,, gue semalam juga Vidio Call sama dia kok..
" Masa Lo gak percaya sama gue,,
" Gak gue gak percaya..
" Van,, terus gimana..
" Apa nya Don,,
" Cuti gue,,
Vano menghela napasnya,, dia juga merasa kasihan dengan Sahabatnya,,
Dulu juga dia pernah mengalaminya dan itu sangat tidak tenang..
" Ya Udah gue ijinin Lo,, tapi jangan sekarang.. Lusa baru Lo bisa Cuti..
" Ah,, Lo memang Kakak Ipar terbaik..
" Udah Lo keluar,, ganggu gue tau gak.. Terus mana Laporan yang gue minta..
" Iya udah gue kerjain,, bentar gue email ke Lo..
Doni keluar dengan perasaan sedikit lega karena Vano memberikan ijin untuknya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Kesayangan..
Apa kabar kalian semua,, menunggu kah kelanjutan ceritanya..
Kemarin author ada urusan jadi gak sempet Up,, Mu'uph ken ya.. 🤗🤗🤗
Vote,, Like juga Komen yukk
Love you all
__ADS_1
😘😘😘