
Vano dan Alice berdiri di luar pintu, mereka menunggu Dokter yang sedang memeriksa keadaan Cila..
Mereka sangat khawatir dengan kondisi Cila..
Tiba-tiba ponsel Vano berdering, dia pun seger mengambil ponsel dari saku celanya..
Terlihat Id PaPa Steve di sana dengan segera Vano menggeser tombol hijau..
" Ya Pa,, Ucap Vano
" Gimana keadaan Bu Nita juga Cila Ka,,
" Bu Nita meninggal Pa,, dan Cila sendiri sedang di periksa dokter..
" Astaga,, Terus bagaimana Cila..
Dia pasti sangat terpukul..
" Iya Pa,, Gimana dengan Pelakunya Pa. Apa mereka berhasil di tanggap..
" Kamu gak usah mikirin semua dulu, biar Papa yang akan mengurus mereka.. Kamu temani Cila, dia butuh kamu Ka..
" Iya Pa..
" Apa Mommy juga di sana..
" Mommy juga di sini Pa bersama Pak Hendra..
" Ya sudah kalian Hati-hati..
Sebentar lagi Papa ke sana
Vano menutup ponselnya dan kembali menyimpannya, dia mendekati Alice yang duduk di kursi tunggu..
-
Berbeda dengan Steve,
Dia sedang berdiri memandang dengan tatapan membunuh dua orang yang sudah babak belur dihadapannya..
Mereka tertangkap saat Joni mengejarnya, walaupun terjadi perkelahian namun akhirnya mereka kalah..
" Jadi,, siapa yang menyuruh kalian.. Ucap Steve..
" Hahaha,, sampai mati pun kamu tidak akan mengatakannya..
" Joni,, pukul mereka sampai mengaku..
Steve benar-benar sangat emosi dengan mereka yang sama sekali tidak mengatakan siapa dalang dari semua ini..
__ADS_1
Dia pun berjalan keluar dan menghampiri Andri juga Doni yang duduk di luar ruangan..
" Om,, bagaimana mereka sudah mengaku..
" Belum,, mereka sama sekali tidak mau membuka mulutnya..
" Terus bagaimana dengan Bu Nita juga Non Cila Tuan,,
" Astaga,, Saya lupa..
Bu Nita meninggal, Saya harus ke Rumah Sakit sekarang, kalian jaga mereka buat mereka membuka mulutnya namun jangan sampai mereka mati..
" Baik Tuan..
Steve langsung berjalan keluar Markas mereka dan menuju mobilnya..
Dia akan segera menuju Rumah Sakit..
" Kurang ajar mereka,, berani-beraninya berbuat seperti ini.. Ucap Doni langsung masuk ke dalam..
Sedangkan Andri masih terus menatap layar leptopnya, dia terus memandang rekaman CCTV di rumah Cila..
********
Di Rumah Sakit,,
Cila masih belum sadar dari pingsannya, kondisinya sangat lemah juga karena dia terlalu banyak menghirup asap di harus dibantu alat pernapasan..
Ceklek,,
Pintu terbuka, dan Terlihat Steve berjalan masuk menghampiri Alice yang duduk di samping Cila..
" Kak,, gimana Cila..
" Cila masih belum sadar Pa,, kondisinya semakin melemah..
" Kakak yang sabar ya,, Cila akan baik-baik saja..
" Makasih Pa..
Oya bagaimana dengan pelakunya, apa mereka tertangkap..
" Mereka berada di Markas, namun mereka belum mengaku siapa yang menyuruhnya..
" KURANG AJAR,, KAKAK BAKAL KE MARKAS SEKARANG PA.. Ucap Vano emosi..
" Kakak,, kamu gak usah ke sana dulu,.. Kamu sedang emosi Nak..
" Tapi Mom,, mereka sudah kurang ajar..
__ADS_1
" Yang Mommy kamu katakan benar Ka, terus nanti jika Cila bangun dia pasti akan mencari kamu Nak..
" Tapi Pa,, mereka sudah membuat Bu Nita meninggal dan membuat Cila seperti ini..
Saat Vano akan berjalan keluar, tiba-tiba Cila siuman dan memanggil naman bu Nita..
" Ibu,, Cila mau ikut Ibu,,, Ucap Cila menangis..
" Sayang,, sayang,, kamu tenang ya..
" Cila,, Nak,, kamu yang tenang ya sayang,, ada Mommy di sini Nak..
Cila langsung terbangun dan memeluk Alice, dia sangat terpukul dan jiwanya terguncang mendapat kabar seperti ini..
Vano mengepalkan tangannya melihat Cila seperti ini, dia pun segera keluar ruangan untuk menuju markas,
Steve yang melihatnya langsung mengejarnya..
" Kamu mau kemana,, Ucap Steve
" Ke Markas Pa,, Kaka akan buat mereka mengaku..
" Vano,, percuma kamu emosi dan membuat mereka mati,, yang ada malah kita tidak bisa mendapatkan keterangan dari mereka..
" Tapi Pa, Papa liat Bagaimana Cila sekarang..
" Ka,, Kalo kamu emosi seperti ini masalah tidak akan selesai, terus yang ada Cila malah tambah kepikiran Nak..
" Kakak gak tega melihat Cila seperti ini Pa..
" Papa tau perasaan kamu Nak,, tapi sekarang Cila butuh kamu,, dia sangat terpukul dan tugas kamu sekarang buat dia kembali seperti semula..
Vano mengusap wajahnya kasar,,
Yang di ucapkan Papa Steve benar, Cila butuh dia sekarang, harusnya dia tidak meninggalkannya..
Steve menemani Vano yang terlihat kacau, dia tau bagaimana perasaan anak laki-lakinya, dia juga dulu pernah mengalami kejadian seperti ini saat Alice di culik Aldi..
Namun dia masih beruntung karena Alice masih hidup saat kecelakaan mobil bersama Aldi sehingga hanya Aldi yang meninggal saat itu..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Sesuai Janji Author untuk Crazy Up buat kalian,, 😇😇
Kali ini Author kasih kalian semua Crazy Up nya.. 😍😍
Yuk,, author aja udah Crazy Up buat kalian,, terus kalian mana dong Vote nya.. 😁😁
Semangat juga dong buat kumpulin poinnya..
__ADS_1
Love you all
eNcha 😘😘😘**