
Sudah tiga bulan berlalu, dan sekarang Gladis sudah tumbuh menjadi anak yang sangat menggemaskan..
Gladis sering tertawa saat diajak bicara dan dia sedang belajar tengkurap namun menangis jika tidak bisa kembali menompang tubuhnya..
Mata bulat, hidung mancung pipi chuby dan bulu mata lentiknya membuat wajahnya semakin cantik, benar benar mewarisi wajah dari Sang Mamanya Cila..
Seperti sore ini di samping rumah terlihat
Gladis berada di dalam stroller sedang di suapi Suster Sita, Gladis memang sangat menyukai buah yang sengaja di blender..
Suster Sita adalah Baby sister yang sengaja Vano cari dari Yayasan ternama di Kota Jakarta, dia sengaja mencari Baby sister untuk membatu Cila menjaga Gladis karena Vano tidak mau Cila yang kelelahan mengurus butik, mengurus dirinya juga mengurus Gladis,
Walaupun sebelumnya Cila menolak namun Papa Steve juga Mama Alice mendukung keputusan Vano dan membuat Cila setuju..
Cila yang baru saja selesai mandi menghampiri mereka dan duduk di kursi depan Gladis..
" Anak Mama lagi makan ya,, Yang banyak ya Nak makannya.. Ucap Cila mengusap sisa makanan di bibir Gladis..
" Iya Nyonya, Non Gladis banyak makannya Ucap Suster Sita..
" Gladis suka sama buah Sus, Oya stok buahnya apa masih Sus..
" Masih Nyonya,,
Cila hanya mengangguk dan kembali menatap putri kecilnya..
******
Vano yang sudah kembali dari kantornya segera masuk ke dalam rumah,,
Dia selalu pulang lebih awal untuk bisa bermain dengan keluarga kecilnya..
Vano berjalan masuk dan tersenyum saat melihat istri juga anaknya sedang bermain di halaman samping rumah mereka..
" Lagi pada ngapain,, Ucap Vano yang langsung mengecup kepala Cila dan juga Gladis..
Memang sudah menjadi kebiasaan Vano selalu mengecup mereka jika akan bekerja atau pun saat pulang kerja..
Cila mendongak dan tersenyum saat tau jika suaminya sudah pulang..
" Lagi Makan Papa,, Ucap Cila dengan kembali menatap putrinya..
Vano tersenyum dan duduk disamping Cila,,
Gladis yang melihat Vano langsung menangis dan mengangkat kedua tangannya, inilah Gladis, dia selalu minta gendong jika sudah melihat Vano dan selalu menangis jika melihat Vano berangkat kerja..
__ADS_1
" Sayang,, gendong Mama dulu ya.. Papanya baru pulang Nak,, Ucap Cila
" Gapapa Yank, Ya sudah sini Papa gendong..
Vano langsung mengendongnya dan Gladis langsung diam bahkan dia malah tertawa..
" Dih,, Gitu dia mah kalo sudah sama Papanya, Mama di lupain deh.. Ucap Cila dengan masang wajah memelas..
Vano memgecup pipi Cila,,
" Engga dong,, Gladis sayang Mama sama Papa ya,,
Seperti menjawab ucapan Vano Gladis tertawa dan menatap Cila membuat Cila merasa gemas dan mengecup pipinya..
" Kamu tuh ya,, Suka banget bikin Mama cemburu..
Gladis semakin tertawa karena Cila terus mengecupnya,,
*********
Mereka sudah berada di dalam kamar ,,
Cila dan Gladis berada di atas ranjang sedangkan Vano berada di kamar mandi..
" Sayang,, Kamu jangan kemana mana ya Mama ambil baju buat Papa dulu Ucap Cila dengan memberikan bantal di sekitar Gladia yang entah sedang mengoceh apa..
-
Vano yang sudah selesai mandi keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya, wajah juga rambutnya masih sedikit basah dan menampakan semakin tampan wajahnya..
Vano berjalan mendekat dan langsung mencium pipi Gladis,,
" Mas,, Pakai baju dulu..
" Bentar sayang,,
" Mas,, itu basah.. Kasihan Gladis ah nanti masuk angin..
Gladis yang masih tertawa dengan ulah Vano terus menjabak rambut Vano..
" Mas Vano,, Ucap Cila kesal karena Vano masih belum mendengar ucapannya..
" Iya sayang,, Ucap Vano kembali dan memakai kaos santainya..
Cila menarik tisu dan mengusap wajah Gladis yang basah..
__ADS_1
*********
Sementara di Rumah Besar Keluarga Vernandes terlihat Alice yang sedang duduk bermain ponsel..
Steve dan Alice memang masih berada Di Jakarta karena mereka akan bertemu dengan keluarga Doni untuk membicarakan pertunangan Doni dan Gea..
Steve yang sudah memakai pakaian santainya berjalan menghampiri istrinya..
Alice tersenyum saat melihat suaminya yang selalu tampan walaupun sudah tidak muda lagi..
" Lagi Ngapain Yank,, Ucap Steve
" Oh Ini, lucu lucu Yank baju anaknya.. Ucap Alice menunjukan pakaian anak dan Steve mengangguk..
" Gladis pasti lucu kalo pakai ini Yank,, Ucap Steve menunjukan salah satu model pakaian disana..
Alice manatapnya dan tersenyum..
" Beli aja kalo pengin Yank,,
Steve memang selalu tau apa yang di pikirkan oleh istrinya dan dia selalu menurutinya apa pun permintaan Alice tidak pernah di tolak Steve..
Cup,,
" Makasih Sayang,, Ucap Alice mengecup pipi Steve
Steve menarik tubuh Alice dan memeluk pinggangnya, Alice menyenderkan kepalanya pada dada Kekar Steve dan terus menatap layar ponselnya..
Mereka memang selalu romantis, dengan usia mereka yang sudah tidak muda lagi namun keromantisan dari keduanya tidak pernah pudar..
Mereka sengaja juga memperlihatkannya kepada kedua anaknya, mereka ingin jika anak anaknya juga akan seperti mereka dan benar saja, Vano pun bersikap sama kepada Cila..
********
Kedekatan Doni dan Gea sudah semakin Dekat, bahkan mereka sudah merencanakan pertunangan..
Bahkan keluarga mereka pun sebelumnya sudah pernah bertemu, dan membicarakan tentang hubungan anak anak mereka sampai akhirnya mereka merencanakan pertunangan..
********
Thanks Buat kalian yang selalu menunggu kelanjutan ceritanya..
Vote,, Vote,, Vote,,
Like juga komen kalian dong..
__ADS_1
Love you all
😍😍😍