
Vano sudah siap menunggu Cila yang masih bersiap untuk ke butiknya..
Setelah beberapa hari tidak mengunjungi Butik kini Cila sudah akan kembali..
-
Dikamar Cila melihat dirinya di depan Cermin, dress selutut berwarna putih berkerah sabrina dengan snaker putihnya membuat penampilannya sangat cantik juga elegan..
Cila berjalan menyambar slim bag hitam..
Dia pun berjalan turun, karena sudah siang dan Vano sudah menunggunya di bawah..
" Maaf Mas,, lama ya nunggu nya Ucap Cila sedikit berlari menghampiri Vano
" Gak Kok,, Mas juga gak buru-buru hari ini.. Kamu udah siap..
Cila mengangguk,, mereka pun masuk ke dalam mobilnya..
-
Perjalanan yang cukup lama karena mereka terjebak kemacetan di jalan..
" Mas,, kamu beneran gak kesiangan,, atau aku naik taxi aja deh biar kamu gak usah muter..
" Gak sayang,, lagian juga Mas bosnya pasti mereka yang menunggu Mas..
" Baiklah.. Kamu memang Bosnya..
Vano tersenyum dan mengusap kepala Cila..
" Tapi kamu adalah Bos Mas sekarang,,
Vano menyubit hidung mancung Cila..
*********
Setelah perjalanan sekitar 45menit, mereka sampai di depan Cila Butik,,
" Mas Hati-hati ya, Semangat kerjanya..
" Kamu juga jangan terlalu cape,, Mas berangkat kerja dulu.. Ucap Vano mengecup kening Cila..
Cila masuk ke dalam butik setelah mobil yang dikendarai Vano tidak terlihat..
" Pagi semua,, Ucap Cila masuk ke dalam butik
" Pagi Bu Cila,,
__ADS_1
" Mel,, ikut saya Sebentar..
" Baik Bu..
Mela langsung mengambil buku laporan Butik dan mengikuti Cila ke dalam ruang kerjanya..
" Gimana Butik selama saya gak di tempat Mel,, tidak ada masalah kan..
" Tidak ada Bu, dan ini laporannya semua sudah tercatat di buku..
Cila membuka Laporan dan membacanya,,
" Oke makasih Mel,, kamu bisa lanjut kerjanya..
Mela keluar ruangan, dan Cila terlihat serius membaca laporan dari asistennya..
*********
Di Perusahaan..
Semua karyawan sudah memulai bekerja dan Vano berjalan menuju lift khusus menuju ruangannya..
Ting,,
Pintu lift terbuka, Vano berjalan keluar namun Doni terlihat sedang menunggunya..
" Astaga,, Siang banget Lo Van..
" Terserah gue lah, ini Perusahaan juga punya gue..
" Ah ya gue Lupa,,
Van tunggu Lo jangan masuk dulu..
" Apa si Don,,
" Di dalam ada Melinda, dia udah nungguin Lo dari pagi..
" Apa Melinda,, Kenapa Lo biarin dia masuk ke dalam..
" Lo kayak gak tau Melinda,, Gue udah melarangnya tapi dia tetap maksa masuk..
" Tunggu deh, tapi dia kapan Pulang dari London Van..
" Mana gue tau,, udah gue mau masuk..
Ceklek,,
__ADS_1
Vano membuka pintu dan langsung berjalan masuk, Melinda yang mendengar langsung menoleh dan berjalan menghampiri Vano..
" Kivano,, Aku udah nunggu kamu dari pagi.. Ucap Melinda memeluk lengan Vano
" Sorry tangan kamu,,
Vano langsung melepaskan tangannya dan duduk di kursi kerjanya..
Melinda tidak menyerah, dia malah berjalan memutar dan berdiri di samping Vano dengan tangannya memeluk leher Vano..
Vano menghela napasnya..
" Melinda tolong, ini di kantor jaga sikap kamu..
" Jaga sikap,, kan biasanya juga aku seperti ini sama kamu..
Vano melepaskan tangan Melinda dan berjalan menjauh..
" Melinda,, saya sudah bilang jika saya sudah menikah.. Jadi tolong kamu bisa menjaga sikap kamu..
" Aku gak percaya,, Paling kamu cuma mau balas dendam saja sama aku kan,, kamu masih cinta sama aku kan..
" Balas dendam,,
Saya tidak pernah mempunyai dendam dengan kamu, dan saya sangat mencintai istri saya..
" Kamu pasti bohong kan,,
Gak mungkin kamu melupakan aku begitu saja, aku Cinta pertama kamu dan pasti kamu masih mempunyai rasa sama aku..
" Itu dulu,, dan hanya masa lalu saya ..
Masa depan saya sekarang adalah istri saya..
Dan kamu lupa jika kita sudah putus saat kamu akan pindah ke london waktu itu..
" Tidak Van,, aku masih sangat mencintai kamu.. Dan aku pulang ke Indonesia untuk menemui kamu dan kita bisa seperti dulu
" Tapi Maaf, saya sudah menikah dan saya sangat mencintai istri saya..
Jadi tolong kamu bisa mengerti dan menerimanya..
Melinda benar-benar tidak menyangka Kivano akan berkata seperti itu kepadanya..
Air matanya mengalir deras di pipinya Dan berharap Vano mau balik dengannya..
Vano yang memang sudah tidak mempunyai rasa pun tidak menatapnya dan bahkan kembali bekerja membiarkan Melinda yang terus menangis di depannya..
__ADS_1