Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 41 Protektif


__ADS_3

Steve terus menemani Alice, mengurusnya bahkan sampai ke kamar mandi pun Steve menemaninya..


Dia tidak pernah meninggalkan Alice sebentar pun..


Sebenarnya dia ingin memindahkan Alice ke rumah sakit di Kota namun karena Alice masih ingin tinggal di Desanya Steve pun menyetujuinnya.,


Hendra pun sudah berada di sana untuk bisa membantu Steve sedangkan Perusahaan Steve menyuruh Andri untuk mengurusnya..


" Yank,, kalo kamu mau kembali ke kota Gapapa,, aku masih ingin di sini ucap Alice


" Gag,, Aku bakal temani kamu sampai kapan pun,, ucap Steve..


Semenjak kejadian itu Steve terlihat lebih protektif kepadanya, apalagi setelah tau Alice mempunyai sakit magh, dia selalu menyuapi Alice setiap makan..


Seperti sekarang,


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, Steve langsung mengambil piring berisi makanan dan langsung menyuapi Alice..


" Yank,, aku masih kenyang bentaran lagi makannya.. Ucap Alice


" No,, udah waktunya makan siang sayang kamu harus makan


" Tapi Yank,,


" Gag ada bantahan Oke,,


Alice pun hanya menurut dan dia memakan setiap Suapan Steve..


" Yank,, boleh gag kalo aku udah pulang kita tinggal dulu disini,,


" Dimanapun kamu mau, aku bakal temani kamu Yank, kamu jangan mikirin semua itu yang penting kamu harus sehat dulu Oke..


Alice pun mengangguk dan kembali makan..


Steve pun langsung menyiapkan obat untuk Alice setelah selesai menyuapinya..


" Sekarang kamu minum obat dulu terus Istirahat..


" Kamu melebihi Dokter deh Yank,,


" Biarin, aku gag mau kamu pingsan seperti kemarin..


Alice pun hanya bisa menuruti semu ucapan Steve, dia tidak sama sekali bisa membantahnya..


***********


Setelah 4hari dirawat akhirnya Alice di ijinkan pulang karena memang kondisinya sudah membaik..


Hendra langsung mengurus Administrasinya sedangkan Steve membatu Alice bersiap dan merekapun kembali ke rumah orang tua Alive sesuai keinginannya..

__ADS_1


Hendra pun ikut pulang ke sana..


Steve menggendong Alice ke dalam mobilnya walaupun Alice minta diturunkan karena dia malu dilihat banyak orang namun Steve terus menggendongnya.


Selama dalam perjalanan pun Steve terus memeluk Alice, menggenggam tangannya..


Alice hanya membiarkannya karena dia pun pasti akan kalah jika harus berdebat dengannya..


Mereka sampai dirumahnya,


Hendra langsung membawa tas, sedangkan Steve lagi-lagi menggendong Alice masuk ke dalam rumah,,


Dia membaringkan Alice di dalam kamarnya..


" Yank,, aku bosen tiduran terus,, ucap Alice


" Kamu belum pulih Yank, kamu harus banyak istirahat..


" Tapi aku haus mau ambil minum,,


" Biar aku yang ambil..


Steve beranjak keluar dan mengambil air, Alice merasa kesal dengan sikap Steve yang sangat perotektif..


Karena merasa bosan akhirnya Alice mengambil ponsel Steve yang diletakannya di meja,,


Dia membuka ternyata ada pesan masuk dari nomor asing,, Alice penasaran dan dia pun membacanya..


Alice langsung memberikannya kepada Steve saat dia sudah kembali ke kamar dengan membawakan air Minum untuknya..


" Ada pesan,, ucap Alice kesal


Steve menerima Ponselnya dan melihat sekilas pesan itu, dia pun kembali meletakan ponselnya di meja..


" Kenapa gag dibales,


" Gag penting Sayang,,


" Bohong,,


" Sayang, dengerin aku bakal buktikan sama kamu setelah kita kembali ke kota kalo aku dengan Tania sudah tidak ada hubungan.


Alice hanya diam, dia pun membelakangi Steve yang duduk disebelahnya..


" Kamu istirahat, aku keluar sebentar.. Ucap Steve dengan mencium kening Alice..


Mungkin karena evek obat atau karena udara yang sangat sejuk, Alice pun tertidur..


Steve kembali masuk dan melihat Alice yang sudah tertidur dia pun membiarkannya..

__ADS_1


Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Andri..


***********


Di kota Tania terlihat sangat marah, karena semua pesan yang dikirimkannya kepada Steve tidak satu pun yang dibalasnya bahkan telponnya pun tidak diangkat..


Dia sudah mencoba mencarinya ke Kantor namun juga tidak ketemu, dirumahnya pun tidak ada..


" Aaagr,, kamu kemana zi Steve,, aku gag mau kehilangan kamu lagi.. Ucap Tania dengan melempar ponselnya..


Aku akan membuat kamu kembali kepadaku Steve, aku gag akan biarkan kalian bahagia,,


Tania pun sengaja terus membuat gosip-gosip tentang dirinya juga Steve, dia bahkan merekayasa berita bahwa mereka akan segera menikah dan sekarang Steve sedang mengurus perceraiannya dengan istrinya..


Semua media meliputnya,


Berita itu pun sampai di telinga Steve,,


Dia langsung melarang Alice untuk melihat televisi dan bermain ponsel dengan alasan Alive masih sakit dan harus Istirahat..


Sebenarnya Steve hanya tidak mau Alice melihat semua berita itu, dia khawatir dengan kondisi Alice yang baru pulih..


" Kamu tunggu sebentar ya,, aku mau telpon Andri,, ucap Steve


Alice hanya mengangguk..


Steve pun berjalan keluar kamar dan menelpon Andri..


" Ndri,, kamu selesaikan semua,, hapus semua berita itu dan siapkan untuk acara konferensi pers,, lusa saya akan kembali bersama Alice..


" Baik Tuan,,


Maaf Tuan, Bagaimana kondisi Non Alice


" Dia sudah lebih baik, tapi saya melarangnya untuk menonton tv juga bermain ponsel..


" Baik Tuan, Saya akan mengurus semuanya..


Silahkan Tuan mengurus Nona Alice dulu..


" Oke Terimakasih Ndri..


Steve pun kembali masuk ke dalam kamarnya, dia pun kembali duduk disamping Alice..


" Udah telpon Andrinya,,


" Udah,, Oya Yank, lusa kita kembali ke kota ya,,


" Ya udah,, lagian aku juga harus kuliah..

__ADS_1


Steve pun tersenyum dan mengusap lembut kepala Alice..


Sedangkan Alice langsung memeluk Steve..


__ADS_2