Istri Kecilku

Istri Kecilku
Season2 Saya Masa depannya..


__ADS_3

Cila begitu tidak sabar menunggu pesanan yang baru saja dia pesan, sate padang, rendang bahkan gulai otak juga telur dadarnya tidak lupa dipesannya..


Walaupun Sebelumnya Cila hanya menginginkan sate, namun saat melihat semua masakan itu perutnya menjadi sangat lapar dan ingin mencicipinya..


Tidak lama semua pesannya pun datang dan terhidang di depannya..


Bau khas wanginya pun sangat menggoda cacing di dalam perutnya..


Dengan segera Cila mengambil sendok dan mulai memakannya..


Vano yang sebelumnya sudah makan pun hanya memesan orange jus, dia melihat Cila dan membiarkan istrinya menikmati semua makanan yang diinginkannya..


" Mas,, kamu gak mau coba ini sangat enak..


Cila menyendokan dan menyuapi Vano..


" Aaaa,,


Vano pun membuka mulutnya,,


" Enak kan Mas..


Vano mengangguk dan tersenyum,,


" Kamu makan ya,, Mas udah makan tadi..


" Mas,, kalo aku jadi gendut apa kamu masih suka sama aku..


" Kenapa memangnya..


" Kan biasanya cowok itu gak suka sama Cewek gendut dan gak cantik Mas..


" Itu orang lain dan bukan Mas..


Mas cinta kamu bukan karena kamu cantik sayang, Tapi karena hati kamu..


Cila tersenyum mendengar jawaban suaminya dan kembali menikmati makannya..


-


Cila menyenderkan tubuhnya karena merasa sangat kenyang, sedangkan Vano hanya menggelengkan kepalanya menatap istrinya..


" Sudah kenyang,, apa masih mau pesan lagi


" Mas,, Ini saja aku kekenyangan dan gak bisa jalan,


" Kamu tunggu di sini, Mas bayar dulu..


Vano beranjak menuju kasir, dan Cila masih bersender di kursi memegang perutnya yang sangat kenyang..


**********


Saat Vano sedang membayar tiba-tiba dari seseorang memanggilnya..


" Kivano,, Ucap Melinda..


" Melinda,,

__ADS_1


" Astaga kalo jodoh tuh memang gak kemana ya..


Vano memalingkan wajahnya,,


" Jadi kamu masih ingat dengan tempat ini, uh aku seneng banget.. Berarti kamu masih mengingat tentang kita..


Vano tidak menjawab bahkan dia pun sama sekali tidak memandang Melinda yang berada di sampingnya..


Cila yang melihat Vano berbicara dengan seorang wanita pun langsung berjalan menghampiri..


" Mas,, yuk pulang..


Vano menoleh dan langsung menghadap Cila


" Sayang,, sebentar ya..


Cila langsung menatap wanita yang berada di samping Vano dan ternyata melinda..


Sedangkan Melinda terlihat marah melihat tingkah Vano yang dingin kepadanya dan malah bersikap sangat manis kepada Cila..


" Yuk,,


Vano langsung menggandeng tangan Cila..


" Kivano tunggu,,


" Kamu gak usah membohongi diri kamu sendiri, kamu masih belum bisa melupakan aku kan, buktinya kamu masih datang dan makan di sini..


" Maaf Nona Melinda,, jaga ucapan Anda..


" Van,, dulu kamu selalu bersikap manis dengan aku, kenapa sekarang kamu seperti tidak mengenaliku..


Cila yang sudah mulai merasa kesal pun tidak lantas diam,


" Maaf Nona Melinda,,


Anda dulu hanya Masa lalu suami saya dan Masa depannya sekarang adalah saya istrinya.. Anda wanita cantik.. Apa Anda tidak malu mengejar laki-laki yang sudah mempunyai istri..


" Yuk Mas,, kita pulang..


Aku cape..


Cila menarik tangan Vano dan berjalan keluar, Vano tersenyum mendengar ucapan Cila dia tidak menyangka jika istrinya bisa berbicara seperti itu..


Lain halnya dengan melinda yang terlihat begitu marah mendengar ucapan Cila,..


" Awas saja kalian,, aku gak akan biarkan kalian bahagia, dan kamu Cila.. Siapa-siapa saja kehilangan Kivano "


***********


Vano dan Cila sampai di rumahnya,,


Selama dalam perjalanan Cila terus terdiam dan memandang lurus ke depan..


Vano takut jika Cila akan kembali salah paham dengannya..


Apa lagi saat sampai rumah pun Cila langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya..

__ADS_1


Vano duduk di tepi ranjang sambil menunggu Cila yang berada di dalam kamar mandi..


" Sayang,, Ucap Vano saat melihat Cila keluar kamar mandi..


" Hem,, jawab singkat Cila dan duduk di meja riasnya..


" Kamu marah sama Mas..


Mas minta maaf, beneran Mas gak tau jika di sana ternyata juga ada Melinda..


Cila memutar badannya menghadap suaminya..


" Jadi itu tempat kenangan kalian, dan kamu membawa aku makan di sana..


" Bukan tempat kenangan Yank,,


Dulu aku makan di sana juga gak cuma berdua dengan Melinda tapi Doni juga selalu ikut,,


" Udah lah aku cape Mas..


Cila berjalan menuju ranjang dan berbaring disana membelakangi Vano..


" Yank,, dengerin Mas dulu..


Kamu jangan marah dong sama Mas..


" Aku gak marah Mas,, aku cuma cape..


" Tapi Mas seneng pas tadi kamu bilang seperti itu sama Melinda, Mas gak nyangka istri Mas bakal berani bicara seperti itu..


Cila menatap wajah Vano,,


" Memang bener kan yang aku ucapin, apa kamu gak terima juga dengan ucapan aku Mas..


" Astaga sayang,, Ya engga lah..


Bagus malahan kamu bicara seperti itu..


" Denger ya Mas Vano sayang,,


Dia cuma masa lalu kamu, dan tempat itu walaupun katanya tempat kenangan kalian tapi masakannya sangat enak aku suka..


Yang paling penting juga sekarang aku istri kamu dan aku masa depan kamu.. Ucap Cila dengan senyuman di mulutnya..


Vano mengecup bibir Cila, sedangkan tangan Cila langsung mengalungkan di leher Vano membalas Ciuman dari suaminya..


Vano melepaskan ciumannya dan menatap wajah cantik istrinya yang begitu dekat dengan Wajahnya..


" Makasih ya,, kamu sudah percaya sama Mas..


Cila tersenyum dan mengangguk..


Vano kembali mencium bibir Cila, **********, Cila memejamkan matanya merasakan sentuhan lembur di Bibirnya..


Sentuhan yang selalu membuatnya ketagihan..


Ciuman yang membuat mereka berakhir pada olah raga ranjang..

__ADS_1


Vano menatap Cila yang tertidur di sampingnya, dia pun mengecup keningnya membenarkan selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya..


Vano pun berjalan turun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya akibat olah raga ranjang..


__ADS_2