
Steve langsung berjalan masuk saat sampai di depan rumahnya..
Andri pun kembali melajukan mobilnya..
Senyuman Steve langsung mengembang saat melihat orang yang sangat dicinta juga di sayanginya..
" Hey Yank,, Ucap Steve mengecup kening Alice
" Sayang,, Kamu udah pulang..
Vano,, Sayang,, Papa udah pulang..
Vano menoleh, tersenyum dan langsung berjalan menghampirinya..
" Uuh,, Jagoan Papa jalannya udah lancar ini,
Udah mandi ya,, baunya wangi..
" Dah,, Pa,, Pa,, Ucap Vano
Vano sudah banyak bicara namun masih belum jelas, walau begitu itu malam membuatnya semakin menggemaskan..
Alice pun memberikan secangkir teh yang telah dibuatkannya..
" Minum dulu Yank tehnya mumpung masih anget..
Steve duduk dengan memangku Vano yang terus nempel dengannya..
" Sayang,, sini sama Mommy,, Papa biar minum dulu,, Ucap Alice
Saat Alice menggendong, Vano langsung nangis dan mengangkat tangan juga terus memandang Steve..
" Sini-sini sama Papa lagi,, Ucap Steve kembali menggendong Vano..
-
Steve mendekati Alice yang sedang mengambilkan baju ganti untuknya..
" Yank,,
Tadi aku ketemu Maya, Ucap Steve
Alice langsung membalikan badannya dan menghadap Steve..
" Dimana, Kok bisa..
" Pas meeting dengan Klien tadi, dan ternyata dia Sekretarisnya..
Alice menghela napas dan tersenyum..
" Ya udah kamu ganti baju dulu ya..
Aku siapin makan malam dulu
__ADS_1
Alice langsung berjalan keluar,
Sebenarnya hatinya sedikit merasa takut, entah apa yang ditakutkannya saat mendengar nama Maya dia jadi teringat dengan Tania..
Alice masuk ke dalam dapur dan mengambil sayuran di kulkas..
Saat dia sedang memotong sayur tiba-tiba dia malah mengiris jari manisnya..
" Aaaaww,,, rintih Alice dengan memegang jarinya yang terus mengeluarkan darah
" Astaga Nyonya,,
Jari anda, Nyonya duduk biar saya cari obat..
Steve yang berjalan melewati dapur melihat Alice duduk dengan meniup jarinya langsung menghampirinya..
" Lo Yank,,
Astaga jari kamu Yank,, Ucap Steve khawatir
Dengan segera Steve mengelap dan memberikan obat merah..
" Aww,, perih Yank,,
" Tahan ya,,
Setelah memberikan obat merah Steve terus meniupi jari Alice..
" Gag tau,,
" Kamu ada pikiran apa,,
Alice hanya terdiam, dia bingung apa harus cerita dengan Steve atau tidak..
" Yank,,
Steve kembali memanggilnya karena Alice hanya diam dan melamun..
" Ah ya,, Kenapa Yank,
" Kamu ada pikiran apa,,
" Em,, Engga Yank,, gag ada.. Ucap Alice gugup
" Kamu gag bisa bohong Yank,,
Kita bicara di sana,,
Steve menggandeng tangan Alice dan duduk di ruang tengah..
" Kenapa,, Cerita sama aku ya Ucap Steve lembut
" Aku,, Aku takut Yank,,
__ADS_1
Steve mengernyitkan alisnya..
Dia bingung maksud Alice..
" Entak kenapa saat kamu bilang kembali ketemu Maya, perasaan aku jadi gag tenang Yank,, Aku takut Maya sama seperti Tania
" Astaga Sayang,, aku kira kenapa..
Dengerin aku Yank,, Sampai kapan pun kamu, Vano juga anak kita (Steve mengucap perut Alice) selalu ada di hati aku, kalian harta berharga aku, dan aku gag akan pernah meninggalkan atau membiarkan sesuatu terjadi dengan kalian..
Alice hanya memandang Steve,
Dia senang mendengar ucapan Steve namun entah mengapa hatinya masih merasa mengganjal dengan kedatangan Maya..
" Kamu jangan khawatir ya..
Kamu jangan punya pikiran macam-macam..
Ucap Steve memeluk Alice..
Alice membalas pelukan Steve..
*********
Sementara di tempat lain..
Disebuah Apartemen, terlihat seorang wanita berdiri dan memandang keluar jendela balkonnya..
" Seorang pengusaha muda, tajir juga tampan,, benar-benar idola para perempuan
Steve,, aku akan merebut kamu dari Istri kamu itu,, aku akan membuat keluarga kalian hancur..
Dan Tania,, walaupun kita sepupu,,
Tapi aku menyukai Steve, dan aku akan membuat Steve menyukaiku dan tidak akan membiarkan kamu untuk merebutnya,,
Membusuklah di dalam penjara Tania,,
Hahahaha,,,, " Gumam Maya dengan meneguk minumannya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
😱😱😱😱
Vote,, Kencengin dong Kesayangan,, 😚😚
Author butuh penyemangat,, 😥😥😥
Like juga Komen kalian juga ya.. 😉😉😉
Love you all
😘😘😘
__ADS_1