
Vano sudah berada di Apartemen, dia sedang menunggu Cila dan Bu Nita yang sedang bersiap untuk pergi ke rumahnya..
" Yuk,, Ucap Cila berdiri di depan Vano yang memainkan ponselnya..
" Udah siap Yak,,
" Bentar Aku panggil Ibu dulu ya..
Vano mengangguk, Cila berjalan menuju kamar Bu Nita..
Tidak lama mereka pun keluar Apartemen, disana masih terlihat dua orang suruhan Vano yang terus menjaga mereka..
********
Cila dan Bu Nita sudah berada di rumah Vano mereka duduk di ruang keluarga, terlihat juga Steve dan Alice duduk di sana..
Vano dan Gea pun juga terlihat..
" Cila sayang,, kamu apa kabar Nak..
" Baik Mom,, Mommy sama Papa gimana
" Kami juga baik,, Bu Nita..
Gimana dengan Butiknya,, selamat ya atas Butik Baru kalian..
" Terimakasih,, ini juga berkat anda..
" Bu Nita,, Cila..
Pasti Vano sudah menceritakan semuanya kepada kalian mengapa saya juga Mommy nya Vano mengajak ketemu..
Jadi Bagaimana menurut Kalian,, gimana menurut Bu Nita..
" Kalo menurut saya, semua terserah mereka Vano dan Cila, karena mereka yang akan menjalankannya kelak..
" Cila,, Kamu gimana Nak..
Cila memandang wajah Vano, dia pun menundukan kepalanya dan mengangguk..
" Kakak sendiri giman Ka..
" Kakak,, terserah kalian aja Pa..
Kalo Cila sudah setuju, kakak juga setuju..
Alice tersenyum dan langsung memeluk Cila,,
__ADS_1
" Sayang,, Mommy bahagia Nak..
" Makasih Mom,,
Mereka akhirnya langsung membicarakan tanggal pernikahannya..
Dan sudah di tetapkan jika pernikahan mereka akan di laksanakan dua bulan lagi..
Setelah mereka sudah membicarakan semuanya, Vano pamit untuk kembali mengantarkan Bu Nita dan Cila ke Apartemen..
Mereka tidak di bolehkan pergi ke Butik untuk beberapa hari karena teror itu..
-
Steve dan Alice duduk bersantai di samping rumahnya, namun tiba-tiba ponsel Steve berdering..
" Bentar Yank,, aku terima telpon dulu ya..
" Oke..
Steve menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.
" Halo,, Bagaimana..
" Apa,, Baiklah.. Saya akan segera ke sana sekarang..
" Siapa Pa,,
" Orang Suruhan Papa, Papa pergi dulu ya..
" Iya,, Hati-hati..
Steve mengecup kening Alice dan berjalan keluar rumahnya..
Dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi menuju Markasnya..
Orang suruhan Steve sudah mendapatkan petunjuk siap pelaku yang terus meneroror Cila dan Bu Nita..
Dalam perjalanan pun dia langsung menghubungi Vano..
" Halo Pa,, Ucap Vano diseberang
" Kakak lagi dimana..
" Ini baru sampai di Apartemen Pa,, kenapa
" Kakak langsung ke markas sekarang, sudah ada petunjuk pelaku terornya..
__ADS_1
" Apa,, Baik Pa..
Kaka langsung ke sana
Steve menutup ponselnya dan kembali fokus menyetir mobilnya..
Dia sudah tidak sabar sampai di markas untuk mengetahui siapa pelakunya..
Setelah perjalanan sekitar 30menit,
Mobil Steve sampai di Markasnya dan disusul Vano yang juga sampai di sana..
" Pa,, ucap Vano
" Kita masuk sekarang..
Mereka berjalan masuk ke dalam markasnya, terlihat di sana beberapa orang dengan badan tinggi besar yang menjaga..
" Selamat datang Tuan Besar, Tuan Muda..
" Dimana Hendra dan Andri,,
" Diruangan Tuan..
Steve dan Vano langsung berjalan masuk,,
Terlihat Hendra, Andri juga Doni sudah berada di sana dan sedang menatap layar leptopnya..
" Don,, Lo disini juga..
" Baru aja gue nyampe tadi Om Andri telpon gue..
Andri langsung membawa leptonya dan memperlihatkannya kepada Steve dan Vano..
Mereka terlihat begitu tegang..
Steve dan Vano langsung mengepalkan tanga nnya, wajahnya merah saat melihat pelaku terornya..
" Sialan,, Ucap Vano dengan memukul Mejanya dengan Keras..
" Kakak,, tenang dulu.. Kita lanjut liat rekamannya..
" Tapi Pa.. Dia benar-benar sudah kurang ajar..
" Tenang Ka..
Akhirnya Vano kembali menatap layar leptopnya dengan sangat emosi..
__ADS_1