Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 21 Kampus


__ADS_3

Alice sudah bersiap dengan memakai dress motif polka, dia masih duduk di depan meja riasnya..


Hari ini dia akan kembali kuliah setelah lama tidak masuk, sebenarnya dia sedikit takut dengan bully temannya di kampus,,


Apa lagi terakhir dia berangkat saat Steve menjemputnya dan menjadi obyek pemandangan temannya..


Steve berjalan mendekat dan megang bahunya..


Alice membalikan badannya dan memeluk pinggang Steve..


" Kenapa hem,, ucap Steve dengan mengusap lembut kepala istrinya..


Alice hanya menggeleng, dia tidak mungkin bercerita kepadanya..


" Kamu boleh gag ngelanjutin kuliah dan diam dirumah atau mau ikut aku ke kantor..


" Engga,, aku masih ingin kuliah Steve..


" Terus,,


" Aku,, aku takut berangkat kuliah ucap Alice ragu..


" Takut kenapa,,


" Semua anak di sana pasti bakal kembali membully aku,, apalagi setelah kejadian kamu jemput aku gag masuk kuliah lama..


Steve tersenyum, dia sudah berpikir pasti Alice akan berpikir seperti ini, walaupun pernikahannya sudah banyak yang tau namun dia tidak memberitakannya di media dan hanya orang yang datang di acara pernikahannya saja lah yang tau..


Steve berjongkok di depan Alice, tangannya menangkup wajah Alice yang memang terlihat tidak semangat..


" Sayang,, aku gag akan biarkan satu orang pun menyakiti kamu,, dan aku udah siapkan orang untuk jaga kamu kemana pun kamu pergi..


" Tapi Steve,, itu gag mungkin,, mereka pasti malah bertambah bully aku,,


" Terus,,


Alice menghela napas panjangnya dan tersenyum..


" Aku pasti bisa melewati semua ini, kan dulu juga aku udah sering mereka bully..


" Anak pintar,, ucap Steve dengan mengusap pipi Alice lembut..


Mereka pun turun dan menuju meja makan,,


Alice sudah terbiasa mengambilkan sarapan untuk Steve,,


Terlihat Alice tidak nafsu makan karena masih memikirkan nasib dia di kampus sedangkan Steve terus menatapnya..


" Sayang,, aku antar kamu hari ini,,


" Tapi,, bukannya kamu ada meeting ya..


" Aku antar kamu dulu baru ke kantor


Alice pun mengangguk dan berjalan masuk ke dalam mobilnya dan diikuti Steve..


Dalam perjalanan pun Alice masih terdiam..

__ADS_1


Mobil mereka berhenti di depan kampus dan Alice terlihat ragu untuk keluar mobilnya..


Steve memegang tangan Alice yang terasa sangat dingin..


Alice tersenyum..


" Aku kuliah dulu ya.. Kamu hati-hati di jalan


" Sayang,, kabari aku kalo ada apa-apa..


Alice mengangguk dan membuka mobilnya..


Steve melajukan mobilnya meninggalkan Alice yang masih berdiri di sana..


Alice memberanikan diri masuk dan benar saja, semua mata menatapnya banyak omongan yang engga-engga tentang dirinya..


Alice berusaha cuek karena memang dia sudah terbiasa seperti ini..


Namun saat Dia masuk ke dalam kelasnya, semua teman kelasnya memandangnya dengan tatapan membunuh..


Salah satu diantaranya adalah Nasya,, Dia langsung berdiri dan mendekati Alice..


" Gue kira Lo gag akan kuliah lagi,, ucap Nasya dengan memandang Alice dari kaki sampai ujung rambut


" Maksud Lo apa Sya..


" Lo gag usah **** deh Lo,, satu kampus ini aja udah ada tau kelakuan Lo,, Lo kelihatannya aja lugu tapi kenyataannya Lo cewek gag bener..


" Maksud Lo apa zi Sya,,


" Lo pura-pura **** apa udah **** zi Hah,,


" Gue,, Gue,, ucap Alice bingung


Dia gag bakal cerita kalo selama ini dia sudah menikah dengan Steve..


" Lo gag bisa jawab kan,,


Lo gag masuk kuliah karena Lo sekarang jadi simpenan Om-Om kan,, terus Lo sengaja ngerayu Steve Vernandes supaya hidup Lo jadi enak,,


" Jaga Mulut kamu Sya,, ucap Alice yang sudah mulai emosi


" Lo ngaca dong, Perempuan seperti Lo yang cuma anak miskin bisa kenal dengan seorang pengusaha seperti Steve, Lo pasti udah naik ke ranjang buat nyerahin badan Lo kan,, ucap Nasya dengan tertawa dan diikuti semua temannya..


Tanpa terasa air mata Alice mengalir,


" Sya,, aku memang anak orang miskin, pelayan Cafe, tapi aku bukan wanita murahan yang menjual tubuh aku untuk mendapatkan kemewahan..


" Alah sok suci Lo,, kalo emang lo anak baik terus kemana Lo selama ini hah,,


Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan suara seseorang dari luar kelas mereka..


" Siapa yang anda maksud Wanita murahan Nona Nasya,,


Nasya juga teman sekelasnya kaget dan langsung menunduk takut..


Mereka tau siapa Steve Vernandes..

__ADS_1


Alice langsung menoleh dan melihat Steve berjalan mendekatinya..


" Saya peringatkan dengan kalian semua, Dia Alice Vernandes istri saya,, jadi kalo dari kalian berani membuat masalah dengannya kalian juga berurusan dengan saya, dan Anda Nona Nasya jaga mulut anda,, Ucap Steve tegas..


Semua yang berada disana tidak ada satu pun yang menatapnya termasuk Nasya yang sudah gemetar dengan ancaman Steve..


Steve langsung menggenggam tangan Alice dan membawanya keluar kelasnya..


Flashback


Steve melajukan mobilnya, namun dia melihat Alice yang masih berdiri mematung di depan kampusnya..


Steve berpikir akan kembali dan mengajak Alice ke kantornya namun dia tidak melihat Alice di sana, namun perasaanya tidak enak dan dia memutuskan untuk masuk dan berjalan menuju kelasnya..


Steve menghentikan langkahnya saat mendengar Nasya menghinanya, Steve semakin marah saat mendengar ucapan Nasya yang menuduh Alice menjual badannya hanya untuk mendapatkan kemewahan.


FlashOn


Alice masih meneteskan air matanya, Steve ikut sedih melihatnya,,


Pasti hati Alice sakit mendengar hinaan Nasya..


" Sayang,, ucap Steve


" Aku gapapa kok, ucap Alice dengan mengusap air matanya dan memaksakan senyumannya..


" Kamu gag usah bohong,, aku dengar semua yang Nasya katakan.. Aku janji bakal membalas semua ucapan Nasya sama kamu..


Alice memegang tangan Steve dan menggeleng..


" Jangan,, aku gapapa, aku udah biasa mendapatkan omongan Seperti ini,,


Steve tersenyum dan langsung menarik Alive ke dalam pelukannya..


Steve tau perasaan Alice sekarang,,


Dia tetap tidak terima dengan kelakuan Nasya kepada istri kecilnya, dan dia akan membuat perhitungan dengannya tanpa sepengetahuan Alice..


Steve mengecup kening Alice dan kembali melanjutkan mobilnya kembali ke rumahnya agar Alice bisa beristirahat dan hati juga pikirannya tenang..


Alice hanya diam menatap keluar jendela,


Satu tangan Steve terus menggenggam tangan Alice dan satu tangannya memegang stir..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Raider Kesayangan,,


Author Up lagi nie,, 😚😚


Maaf ya kalo masih ada typo, soalnya Authot langsung kirim gag dibaca ulang..


Kalian masih setia ikuti jalan ceritanya kan..


Like, Vote juga Komen kalian dong,, biar Author semangat nulis.. 🙏🙏


Love You All

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2