
Setelah beberapa hari Alice terus Beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan rumah karena Steve yang selalu melarangnya kini di rumah mereka sudah ada banyak Art..
" Yank,, siapa mereka kok aku baru liat Ucap Alice
" Ah ya aku lupa,, mereka pelayan di rumah ini..
" Astaga Sayang,, sebanyak itu kamu memperkerjakan mereka,,
" Hem,, bahkan aku masih mencari lagi..
" Steve,, kamu gak usah ngaco deh.. Mereka semua sudah banyak aku gak mau ya kalo rumah kita malah jadi ramai orang..
" Tapi sayang,, itu semua agar kamu bisa istirahat aku gak mau kamu kembali sakit karena kelelahan..
" Aku bakal kembali sakit kalo dirumah begitu banyak orang,, Ucap Alice kesal
Alice meninggalkan Steve yang masih berada di meja makan bersama kedua anak mereka..
Vano dan Gea hanya saling menatap, mereka baru melihat jika orang tua mereka berselisih namun sebenarnya ini karena Steve yang sangat menyayangi Alice..
" Pa,, Mommy kok jadi marah Ucap Gea..
" Ade tenang ya,, Mommy gak marah kok..
Papa samperin Mommy dulu ya.. Kalian sarapan dulu..
Steve berjalan menaiki anak tangga dan menuju kamarnya..
Sedangkan Vano dan Gea melanjutkan kembali sarapannya, mereka tau jika Papa Steve bisa membujuk Mommy Alice..
-
Alice yang merasa kesal dengan tingkah Steve yang seenaknya saja langsung duduk di tepi ranjang..
Dia tidak menyangka jika Steve akan melakukan itu semua..
Ceklek,,
Pintu terbuka, dan Steve berjalan masuk menghampiri Alice..
" Sayang,, Aku minta maaf ya..
" Kamu kenapa si Yank,, aku bakal pusing jika terlalu banyak orang di rumah, lagian aku juga sudah gak papa..
" Sayang dengerin aku dulu ya,,
Maksud aku cuma biar kamu lebih banyak istirahat aja yank,,
" Tapi cara kamu salah Yank,, aku malah gak bisa istirahat jika dirumah ramai..
" Ya sudah,, aku bakal pecat mereka ya..
Yang penting sekarang kamu jangan Marah lagi..
" Ya jangan di pecat juga,, kasihan Yank,,
__ADS_1
" Lah terus aku harus gimana Yank,,
" Terserah kamu,, semua itu kan kamu yang lakuin ya kamu juga yang harus tanggung jawab..
" Baiklah,, aku bakal melakukan apa pun itu asal kamu jangan marah lagi Oke..
" Aku gag Marah,, aku cuma kesel sama kamu Yank,,
" Kan aku sudah minta maaf sayang,,
Kamu mau kan maafin suami kamu,,,
" Em,, Gimana ya..
Steve langsung menarik tengkuk Alice dan mengecup Bibirnya..
Dia merasa sangat gemas melihat Alice yang selalu bertingkah seperti itu kepadanya..
" Iih,, kamu tuh aku lagi kesal sama kamu main cium aja..
" Aku gemas liat kamu Yank,,
" Inget udah tua, anak juga sudah dewasa Yank,,
" Tapi aku masih bisa kasih mereka adik lagi Yank,,
" Eh engga engga,, aku yang gag mau..
" Sayang,,
Steve langsung ******* bibir Alice dan memberikan bekas di lehernya..
Alice mendorong tubuh Steve...
" Kamu kunci dulu pintunya, ada anak-anak di rumah..
Steve tersenyum dan berjalan menuju pintu dan menguncinya..
Mereka pun kembali melanjutkan kegiatannya..
Steve membuka kancing baju Alice dan tangannya mulai meraba bagian dadanya..
Alice yang merasakan sentuhan lembut Steve hanya mendesah kenikmatan,
Steve semakin bersemangat mendengar desahan Alice..
Mereka pun melakukan olah raga pagi,
Steve menjatuhkan tubuhnya disamping Alice setelah melepaskan hasratnya..
Walaupun mereka sudah tidak muda lagi namun mereka masih terus saling romantis..
Steve tersenyum menatap Alice yang memejamkan matanya,,
Dia pun mengecup pipinya, Alice yang merasa langsung menoleh dan memeluknya..
__ADS_1
Steve pun membalas pelukannya..
" Kita mandi yuk,, Ucap Steve
Alice hanya mengangguk setuju,
Steve langsung menggendong Alice dan membawanya ke kamar mandi dan mereka pun mandi bersama..
-
Di ruang bawah,
Vano dan Gea duduk sambil nonton Tv,,
Sebenarnya Vano dan Steve akan ke Perusahaan namun Vano menunggu Steve yang tak kunjung turun ..
" Ka,, Kok Papa sama Mommy gak turun.
" Biarin aja De,, bentar lagi juga turun
" Mereka gak berantem kan Ka..
" Gak mungkin De, Kaka tau Papa pasti bisa menanganinya..
" Oya Ka,, Kaka beneran besok bakal kembali ke Indonesia..
" Hem,, kenapa
" Gak papa,,
" Oya, gimana kuliah kamu.. Apa semua sudah beres...
" Udah Ka,, semua sudah di urus sama Om Andri..
Vano manggut-manggut, dia pun mengeluarkan ponselnya dan menatap wajah seseorang yang sudah beberapa hari sangat dia rindukan..
Walaupun mereka terus saling kirim kabar namun Vano merasa itu sangat kurang dan rasanya ingin segera bertemu dengannya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hey Kesayangan..
Pada menunggu kelanjutan ceritanya ya..
Mu'uph ya author masih berpikir buat kelanjutan ceritnya agar kalian tidak bosan dan terus menikmati ceritanya..
Semangat kumpulin Poni..
Vote.. Vote.. Vote..
Like,, like..
Komeeeeen,,,,
Love you all
__ADS_1
😘😘😘😘💋