
Sudah dua hari Alice di rawat di Rumah Sakit dan dia pun sudah merasa sangat bosan, dia juga sangat merindukan Vano Jagoannya walaupun tiap kali mereka selalu Vidio Call namun tetap saja rasanya ingin segera kembali ke rumah dan bermain dengannya..
Keadaannya pun sudah pulih, sudah terlihat tegar dan tidak menangis namun Dokter masih belum mengijinkan pulang karena jahitan di perutnya belum kering..
" Yank,, apa aku belum boleh pulang..
Aku bosan di sini terus..
" Kamu masih harus istirahat sayang,, lagian jika kamu di Rumah pasti kamu gag akan istirahat..
" Tapi aku udah baikan Yank,
Steve hanya tersenyum dan mengacak rambut Alice..
-
Andri yang terus mencari keberadaan Maya sampai saat ini belum menemukannya..
Dia mendatangi Apartemennya namun kosong, dia pun mendatangi Perusahaan Daniel namun ternyata Maya sudah mengundurkan diri sejak seminggu yang lalu..
Andri dan Hendra sudah mengetahui jika pelakunya adalah Maya dan dia pun sudah memberi tahu kepada Steve..
Mereka terus mencari Maya sesuai perintah dari Steve..
Seperti saat ini,
Mereka sedang berada di depan Apartemen Maya, mereka sengaja kembali karena sesuai info dari penunggu kamar sebelah jika Maya terkadang kembali ke Apartemen..
*******
Di Rumah Sakit Steve setia menunggui Alice dia sama sekali tidak pernah meninggalkannya..
Ting,, Ting,, Ting,,
Ponsel Steve berdering, dia pun mengambil diatas nakas..
Terlihat Daniel yang menelponnya..
Steve menatap Alice yang juga menatapnya..
" Daniel Yank,, aku tinggal sebentar gapapa Kan Ucap Steve
Alice tersenyum dan mengangguk..
Steve pun mengecup kening Alice sebelum keluar ruangan..
Steve sengaja pergi menjauh untuk menerima telpon Daniel, karena ini pasti menyangkut Maya..
Steve sudah tau jika Maya lah pelakunya dan dia sempat menghubungi Daniel untuk menanyakan Maya..
" Ya Halo..
" Halo Tuan Steve,, bagaimana apa sudah ada kabar dari Maya.. Ucap Daniel di seberang
" Dia seperti menghilang, tapi anak buah saya terus mencarinya..
__ADS_1
" Anda harus hati-hati, Karena Saya mendapat kabar jika ternyata Maya adalah sepupu dari seorang model yang sekarang di penjara..
" Model yang dipenjara, maksud Anda Tania
" Entahlah siapa itu namanya..
Dan lebih parahnya ternyata Maya mengalami gangguan kejiwaan Tuan..
" Apa Anda bilang..
Steve terlihat serius berbicara dengan Daniel di telpon..
Sedangkan Alice membaringkan tubuhnya dan menatap keluar jendela yang terlihat gerimis..
Ceklek,,
Pintu terbuka..
" Udah telpon - Nya,, Ucap Alice kaget..
" Kamu,, Mau apa kamu kemari lanjutnya
" Hahaha,, ternyata kamu masih ingat siapa saya..
" Mana mungkin saya lupa dengan perempuan seperti kamu,,
" Gimana apa perasaan kamu setelah kehilangan anak di Perut mu..
" Astaga,, ternyata kamu yang melakukan semua ini,, kamu seorang perempuan apa kamu tidak mempunyai hati..
" Jangan pernah sentuh anakku,,
" Jadi,, apa kamu masih akan terus bersama Steve,,
" Steve suamiku dan dia ayah dari anaku..
Dia pasti akan membuatmu menyesal melakukan semua ini,, dia sangat mencintai keluarganya..
Maya sangat emosi mendengar ucap Alice, dia tidak mau siapa pun memiliki Steve kecuali dirinya..
" Kamu juga harus mati bersama anakmu,, Ucap Maya dengan mengambil pisau di dalam tasnya..
Alice kaget dan langsung beranjak,
Namun Maya malah mendorongnya hingga dia terjatuh lagi..
" Kamu pantas Mati Alice,, Hahahaha
" Maya,, kamu gila..
" Ya aku memang gila,,
Alice berusaha menahan tangan Maya yang akan menusuknya..
Namun tiba-tiba..
__ADS_1
PLAK...
Seseorang menampar pisau di tangan Maya dan juga mendorong Maya hingga terjatuh ke lantai..
" DASAR WANITA ******,, Ucap Steve dengan sorot mata tajam
" Steve,, aku mencintai kamu.. Aku mau kita menikah.. Ucap Maya menangis
" Hendra, Andri bawa perempuan ini..
Hendra dan Andri yang memang sudah kembali ke Rumah Sakit pun langsung membawa Maya..
Maya terus berteriak dan berontak..
" Kalian tunggu,, Aku pasti akan kembali merebut kamu Steve.. Kita akan menikah hahaha...
Alice langsung memeluk Steve,,
Badannya terus gemetar, dia pasti sangat syok..
" Sayang,, kamu tenang ya aku disini sekarang..
Alice terus menangis dan gemetar..
" Maafin aku, aku gag akan meninggalkan kamu..
" Aku takut,,
" Kamu tenang ya, mereka sudah membawanya..
Flashback
Maya terus mengintai Rumah Sakit karena dia masih belum puas Alice tidak meninggalkan, dia pun berencana untuk membunuh Alice..
Dan Saat dia melihat Steve keluar, dia pun langsung masuk ke dalam..
Sedangkan Hendra dan Andri yang baru sampai di Rumah Sakit melihat Steve langsung menghampiri..
Mereka terlihat berbicara serius di sana..
Namun, mereka langsung ingat jika Alice sendiri berada di ruangan dan bisa saja Maya datang ke sana saat melihatnya sendiri..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
😱😱😱
Terus ikuti Ceritanya ya..
Bantu Author dengan Vote kalian dong..
Terus semangat kumpulin poin..
Like juga komen..
Love you all
__ADS_1
💋💋💋