Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 101 Oneng vs Oneng jadi ....??


__ADS_3

Sosok guling putih alis pocong, mulai terlihat jelas seiring dengan menghilangnya cahaya menyilaukan setelah pedang yang menancap di leher ular Python, berhasil dicabut si oneng Ei dengan mudah. Penampakan pocong itu tidak sama seperti pocong-pocong pada umumnya. Tangan pocong tersebut tetap terbuka bebas dan tidak terikat.


Bahkan sosok pocong satu ini malah memakai kaos singlet berwarna putih, sehingga otot lengannyapun kelihatan. Rambut hitam legam sang pocong juga keren dan malah sangat cool sekali. Inilah definisi asli dari pocong tampan alias Pak Po, anak buah Refald yang oon dan bloonnya nggak ketulungan.


Di dunia nyata, yang namanya pocong itu pastilah amat seram dan menakutkan. Tapi tidak untuk pocong satu ini, wajahnya tampan, sifatnya yang bikin gula darah naik membuat sang poci pocicu malah punya banyak fans. Terutama kalangan emak-emak berdaster.


Karena ini di Amerika, tidak ada hantu pocong di sini. Kalaupun ada ya modelan penampilan pocongnya jadi modern ala Pak Po sekarang. Nggak lompat-lompat atau terbang seperti pocong Indonesia, melainkan berjalan layaknya hantu Amerika pada umumnya.


Ei yang kaget melihat ada sosok makhluk berbentuk aneh mencoba mendekat karena penasaran apakah yang ada dihadapannya itu manusia atau bukan. Tanpa permisi terlebih dulu, gadis itu langsung mencubit kedua pipi Pak Po sampai si poci pocicu itu mengerang kesakitan.


“Aduh, aduh duh duh duh aduh… sakit woy! Lepasin! Ini orang anak siapa sih? Lepasin pipih akuh!” teriak Pak Po kesakitan karena cubitan tangan Ei.


“Kau siapa ha? Setaan apa siluman!” balas Ei berteriak, ia gemas sekali dengan sosok yang bikin dia kaget setengah mati.


Ei terus mencubit pipi Pak Po seolah nggak percaya ada sosok aneh muncul di depan matanya. Refald dan Fey melongo saja melihat reaksi Ei. Pasangan suami istri itu tidak kaget lagi kalau Ei bisa menyentuh makhluk astral dan bahkan mencubitnya. Kalau orang normal, tidak mungkin bisa melakukan hal itu, berhubung Ei ini oneng, manusia atau bukan, kalau dikagetin pasti di balas sama Ei.


Berbeda dengan Hesa yang tak mau tinggal diam, pria tampan keturunan ningrat itu, langsung membantu menarik tangan kekasihnya agar menjauh dari Pak Po.


“Sayang … lepasin, kasihan Pak Po!” pinta Hesa dengan lembut pada Ei.


“Pak Po?” Ei kaget. Ia menatap wajah sosok yang ia cubit. “Jadi dia Pak Po?” tanya Ei memastikan dan ia langsung menoleh pada Refald dan Fey untuk meminta kepastian.


Pasangan Raja dan Ratu demit itupun mengangguk pelan dan membenarkan bahwa yang di cubit Ei itu memang benar-benar Pak Po. Ei spontan melepas cubitannya dan menatap wajah Pak Po lekat-lekat.


“Lah benar, kau mirip si poci oneng itu,” ujar Ei setelah melihat wajah Pak Po. "Penampilanmu berubah, makanya aku tidak kenal."


“Kau tuh yang Oneng dasar markoneng! Sakit tahu! Seenak jidatmu saja kau cubit-cubit pipiku.” Pak Po mengusap-usap pipinya yang memerah karena cubitan Ei. Agar tidak di cubit Ei lagi, Pak Po langsung berlari dan sembunyi di balik punggung Refald.


“Lah siapa suruh kau bikin aku kaget dasar poci momot! Masih untung kau cuma kucubit, belum kumakan. Pengan kukunyah saja kau tadi!” sentak Ei kesal. Ia paling takut dengan yang namanya ular. Kalau saja bukan Fey yang memintanya, Ei jelas tak sudi mencabut pedang dari ular yang ternyata adalah jelmaan Pak Po.


“Berani sekali kau sama setan sepertiku! Kau nggak takut padaku apa?”

__ADS_1


“Poci momot modelan kau itu nggak ada takut-takutnya, kenapa juga kau muncul di sini, ha?”


“Sudah-sudah, Ei hentikan, kenapa kau malah bertengkar dengan Pak Po,” sela Fey dan beralih menatap Pak Po. “Dan kau Pak Po, harusnya kau berterimakasih pada Ei karena diantara kami, hanya dialah satu-satunya orang yang berhasil mencabut pedang menancap di lehermu. Jangan berdebat lagi soal siapa yang oneng. Kalian berdua sama-sama oneng. Kalian juga ama-sama berasal dari nenek moyang yang sama.”


“Apa?” Ei terkejut. “Momot itu punya nenek moyang sama denganku?”pekik Ei.


“Nenek buyutmu adalah wanita yang dulu menyukai Pak Po Ei, tapi karena Pak Po oneng, dia menolaknya sehingga nenekmu menikah dengan kakekmu yang merupakan seorang bule Amerika!” seru Refald yang memutuskan buka suara setelah melihat perdebatan sengit antara Ei dan salah satu anak buahnya.


“Hah?” wajah Ei semakin melongo. “Apa nenek buyutku menderita katarak sehingga bisa menyukai setan modelan dia?”


“Siapa yang kau bilang seetan?” Pak Po kesal karena terus dikata-katain sama Ei. Padahal ucapan kekasih Hesa itu benar. Pak Po kan memang salah satu makhluk astral tak kasat mata.


“Ya kaulah, di sini yang jadi setaan cuma kau doang! Untung aku bukan cucumu karena nenekku menikah dengan bule bukan menikah dengan poci oneng sepertimu!” sengal Ei dan yang lainnya hanya menahan tawa saat melihat si oneng Pak Po ketemu dengan oneng Ei yang langsung berubah jadi Tom and Jerry alias oneng kuadrat.


Pak Po angkat tangan melihat Ei yang sering mengajaknya bertengkar. Sebaliknya, si pocong tampan itu malah senang bertemu dengan Hesa. Iapun dengan khidmat menundukkan kepalanya dan menyapa Hesa dengan sopan.


“Senang bertemu dengan Anda Pangeran,” sapa Pak Po ramah.


“Senang bertemu denganmu juga Pak Po. Jangan bertengkar lagi dengan calon istriku. Seoneng apapun dia, aku cinta mati padanya,” ujar Hesa membuat Ei bangga.


“Sehat. Kenapa?” tanya Hesa.


“Bagaimana bisa Anda jatuh cinta pada Baragola sepertinya? Ada banyak wanita cantik dan baik di dunia ini kenapa Anda memilih dia? Kalau Anda ingin berumur panjang saya sarankan jangan pilih si Baragola itu, bisa-bisa jantungan setiap hari kalau dia sudah nge-rap tidak beraturan seperti tadi,” bisik Pak Po pada Hesa.


“Heh, makhluk dunia lain! Aku bisa dengar. Yang jadi Baragola itu kau! Bukan aku! Dasar Baragajul!”


“Sudah! Hentikan! Aku tidak peduli siapa Baragola dan siapa Baragajul yang kalian bicarakan ini. Kalian jangan berdebat lagi.” kali ini Hesa yang menengahi. “Pak Po, aku hanya cinta mati pada Ei sama seperti kau yang hanya bisa mencintai Divani dan Refald yang hanya memperistri Fey. Mataku sehat walafiat. Mungkin cintaku ini bisa dikatakan cinta buta, tapi apa mau dikata, hatiku hanya untuk Ei seorang. Baik-baiklah padanya, bagaimanapun juga, dia adalah keturunan wanita yang dulu pernah ada untukmu.”


Mendengar ucapan Hesa, Pak Po pun terdiam. Begitupula dengan Ei yang semakin jatuh cinta pada suaminya karena membelanya di depan setaan laknaaat ini.


Perlu diketahui, Ei bisa melihat Pak Po karena ia sering Hiking dengan Fey dan Refald begitupula dengan Hesa. Hanya saja, hikingnya Hesa hanya dengan Refald saja tanpa Ei dan sering ditemani para pasukan Refald termasuk Pak Po. Itupun ketika ada jam terbang di gunung Alpen. Kalau Ei hanya gunung-gunung lokal saja. Ia tidak berani naik gunung di luar negeri karena medannya berat.

__ADS_1


Sama-sama hobi naik gunung, sama-sama jadi sahabat dekat pasangan Raja dan Ratu demit, tapi tak sekalipun Ei dan Hesa mendaki gunung bersama-sama dengan Refald maupun Fey. Hal itu karena jam terbang mereka berbeda dan keduanya baru dipersatukan saat Ei satu kampus dengan Hesa.


Ada alasan tertentu kenapa Hesa dan Ei bisa melihat Pak Po dan bahkan mereka saling kenal. Pertama, jelas karena Ei dan Hesa sama-sama teman satu stranger Refald dan Fey meski Ei dan Hesa beda jalur pendakian. Kedua, keduanya sama-sama keturunan raja, Pak Po adalah salah satu manusia yang hidup di zaman kerajaan dan mengenal baik nenek buyut Ei. Sedangkan kakek buyut Hesa merupakan sahabat dekat kakek buyut Refald. Dua alasan inilah yang membuat Ei dan Hesa bisa melihat pasukan dedemit Refald.


“Pak Po …” panggil Fey,


“Iya Ratu,” ucap Pak Po.


“Kau belum berterimakasih pada Ei.”


Pak Po menunduk, sebenarnya dia tidak ikhlas mengucapkan terimakasih pada rival keonengannya. Namun karena ini perintah maka Pak Po pun meminta maaf pada kekasih Hesa.


“Maafkan saya Putri Shreya Fayola, dan terimakasih karena sudah mencabutkan pedang yang menancap di leher saya.” Pak Po mengatupkan kedua tangan sambil menunduk agar Ei mau memaafkannya.


“Ya sudah kumaafkan, lagian kok bisa kau itu berubah jadi ular? Gimana ceritanya, ha!” Ei kepo juga kenapa pocongnya Refald yang setia ini berubah jadi ular besar menakutkan. Padahal dia kan makhluk astral.


“Ceritanya, saya diminta Raja untuk mencari buah murbei di hutan, ketika sudah mendapatkan buahnya, tiba-tiba saya diculik musuhnya Raja dan disuruh memakan buah yang saya petik. Jadilah saya ular besar dan saya melarikan diri sebelum di panggang. Alhasil ada pedang yang dilemparkan ke leher dan saya berakhir di sini,” terang Pak Po.


“Murbei seperti apa yang bisa menjadikanmu ular ha? Coba perlihatkan padaku?” pinta Ei.


Pak Po pun mengeluarkan tumbuhan di mana buahnya bulat dan sangat kecil seukuran jarum pentul. Buah kecil mungil itu ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna hitam. Sontak mata Ei terbelalak dan mencubit lagi pipinya Pak Po sampai pocong tampan itu mengerang kesakitan.


“Aaarrgggh! Sakit … aduh aduh … Raja! Ratu! Pangeran Hesa, tolong bantu saya lepas dari si Baragola ini!” teriak Pak Po minta tolong tapi yang diteriaki malah diam saja dan tak bergeming dari tempanya.


“Dasar oneng, pantas saja kau dikutuk jadi ular! Yang kau ambil itu memang untuk makanan ular, itu bukan buah murbei dudul Baragajul tapi tumbuhan 'rante' istilah jawanya. Kau sudah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam bahaya besar. Untung kau itu punya raja demit Refald sehingga musuhnya tidak berani macam-macam denganmu! Astaganaga!” geram Ei dan Fey malah tertawa. Sebab, yang dilakukan Ei mewakili perasannya.


BERSAMBUNG


***


NB : Jawaban kalian semua yang di Instagram benar semua sih, tapi akhirnya Ei dan Pak Po punya julukan keonengan mereka masing-masing, yaitu ...

__ADS_1


Baragola vs Baragajul wkwkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣


Jangan tanya aku artinya apa, karena aku juga nggak tahu🤭


__ADS_2