Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 80


__ADS_3

Teman-teman Hesa langsung berhenti bekerja dan menatap Hesa yang berdiri tegak disamping Ei. Mulut Ei tak henti-hentinya memuji betapa canggihnya teknologi yang ada di ruangan ini. Dan sebagai pecinta cogan, mata Ei langsung berbinar-binar saat menatap semua rekan pria Hesa.


“Mereka semua adalah rekan-rekan tim hackerku. Dari pasukan paling ujung, mereka tim sadap kembar 3. Slava, Chepury, dan Hoodie. Tidak ada data yang tak bisa mereka bobol. Slava adalah atlet kriket dan atlet-atlet lainnya, Chepury seorang aparat penegak hukum termuda dan penuh talenta. Sedangkan Hoodie adalah artis sekaligus model.” Hesa menunjuk ketiga rekannya dan mereka langsung menyapa Ei dengan sopan.


“Halo kakak ipar,” sapa mereka kompak.


Ei hanya melambaikan tangan karena Hesa tak mengizinkannya berjabat tangan. “Halo juga,” ujar Ei ramah.


“Barisan tengah, si kembar dua,” lanjut Hesa. “Sebelah kanan adalah Hoodsey, penulis lagu paling populer. Semau lagu yang ia ciptakan selalu meroket dan tak sedikit yang jadi jawara tangga lagu. Sebelah kiri, Lyric, dia seorang youtuber dengan viewer terbanyak di dunia. Tidak ada yang tahu seperti apa rupa aslinya. Bahkan status aslinya karena Liryc memalsukan data. Mereka berdua ahli dalam penyamaran dan pencuri data terhandal.”


“Waauw … mereka sangat liar biasa. Senang bertemu dengan orang hebat seperti kalian,” ujar Ei tapi tak bia mendekat karena tubuh Hesa menghalangi pergerakannya. Padahal Ei ingin sekali menjabat tangan kedua pria kembar tampan itu.


“Yang ada di sudut lain ini … adalah tempat si kembar 2 lagi. Keem dan Kirill, tapi di sini hanya ada Kirril, dimana kakakmu?” tanya Hesa pada rekannya.


“Mungkin dia lagi misi,” jawab Kirril dengan suara soprannya yang menggoda.


“Kali ini misi apa?” tanya Hesa.


“Kali ini dia jadi selingkuhan bayaran, setelah itu jadi tukang antar pesan barang. Dia akan kembali nanti tengah malam. Ia juga harus jadi bodyguard putri salah satu konglomerat,” terang Kirril dan Ei langsung melongo tapi Hesa membantu mengatupkan mulut kekasihnya.


“Jangan kaget Ei, Keem adalah bad boy tampan, playboy multitalenta dan bisa melakukan pekerjaan apa saja. Jadi kuli bangunanpun ia mau. Yang ini adalah adiknya, mereka kembar. Kirril adalah penyanyi top sekaligus pengisi suara paling laris di Amerika ini. Keahlian mereka berdua adalah membobol akun dan mengambil alih akun itu, mereka bahkan bisa membobol keuangan para hacker yang suka memeras korbannya. Istilah lainnya, si kembar tampan ini adalah rampoknya para rampok yang berkedok hacker.”

__ADS_1


Ei tertegun, ia tak pernah menyangka, Hesa punya rahasia sebesar ini. Pantas banyak hacker pahlawan yang identitasnya tak bisa dilacak oleh hacker manapun. Rupanya mereka punya dua kepribadian dan profesi ganda. Kalau begini mau dicari sampai inti bumi juga nggak bakalan ketemu kalau hacker yang diburu, ternyata para pria tampan yang merupakan hacker terhebat sepanjang masa.


“Woy Big Hit! Kau sudah perkenalkan kami padanya, sekarang giliran kau perkenalkan dia pada kami!” pinta Chepury sang polisi.


"Big Hit? Siapa Big Hit?" tanya Ei heran.


"Mereka memanggilku, Big Hit," terang Hesa. Ia sangat menikmati wajah shocknya Ei. "Aku hampir lupa kalau kalian tidak bisa melacakku," seru Hesa pada rekannya. "Meski kalian sudah bisa menebak siapa dia tapi, tetap akan kuperkenalkan. Dia adalah wanitaku, calon istriku, kakak ipar kalian. Jangan sampai kalian main mata dengannya atau kuubah wajah kalian jadi alien detik itu juga!” ancam Hesa.


“Wuah, kami akan jadi alien tertampan di galaksi bima sakti ini,” canda Slava diikuti tawa rekan-rekannya. “Kau takut istrimu jatuh cinta pada kami Big Hit? Kau meragukan cintanya?”


“Bukan dia yang jatuh cinta pada kalian, tapi kalianlah yang akan tergoda olehnya. Istriku ini pecinta cogan soalnya, dan dia sangat istimewa. Jadi aku kudu ekstra menjaga matanya agar tidak jelalatan kemana-mana, termasuk ngeliatin kalian!" ujar Hesa dengan nada ancaman paling mematikan.


Nah lumayan juga datang ke sini, bisa cuci mata, cowoknya bening semua, batin Ei. Tapi ia pura-pura bersikap biasa saja agar tidak sampai ketahuan Hesa meski kekasihnya itu sudah tahu.


“Kau lihat apa?” tanya Hesa yang langsung berdiri di depan Ei menutupi pandangannya dari rekan-rekan Hesa.


“Lihat betapa canggihnya teknologi di sini.” Pintar juga Ei ngelesnya, padahal dia lagi menikmati pemandangan indah didepannya alias cuci mata. “Dari sini, aku seolah bisa mengendalikan dunia dalam sekejap mata. Lihat itu …” Ei menunjuk satu layar computer untuk mengecoh Hesa agar tidak curiga, “itu pulau Maladewa dan Hawai, kan? Mereka ada di benua berbeda tapi kok serasa bertetangga, ya?” pekiknya dan Hesa mengangguk tak jadi marah.


“Iya, kami bisa menyadap satelit luar angkasa dan bisa menyaksikan segudang aktivitas para penghuninya di sana. Bukan hanya Hawai dan Maladewa saja, kami juga bisa mengidentifikasi tempat manapun yang kami mau,” terang Hesa bangga. Sebenarnya sih dia bukan tipe orang yang suka pamer, berhubung ada Ei, ia ingin menunjukkan pada wanitanya betapa hebatnya seorang Hesa beserta timnya.


“Wuah … kalau begini kau tak perlu jadi dukun atau raja demit kalau ingin mengetahui semua hal yang dilakukan manusia di seluruh dunia. Kau sungguh sangat luar biasa. Itu baru satu komputer loh, belum yang lainnya.” Ei memuji Hesa setinggi langit sehingga membuat teman-teman Hesa keki juga. Yang bekerja keras mereka tapi yang dipuji hanya Hesa.

__ADS_1


“Ehem, hem!” salah satu hecker atau teknisi wanita yang menjadi rekan Hesa berdeham, kencang. “Apa dunia ini sudah jadi milik kalian berdua saja? Kalau kau tak butuh kami, kami pergi!” cetusnya.


Hesa balik badan dan tersenyum menatap Sonia. “Kau cemburu?” tanya Hesa sambil memamerkan senyum menawannya seolah sedang tebar pesona.


“Hueeek! Aku tak tertarik padamu!” seru wanita itu langsung dan berakting pura-pura muntah.


“Biasanya kau terus merayuku dan kau mau bekerja padaku,” sahut Hesa cepat. Meski Hesa bicara pada wanita yang berkacak pinggang didepannya, mata Hesa tetap melirik Ei berharap kekasihnya ini cemburu.


Namun bukan Ei namanya kalau dia nggak oneng, bukannya cemburu, gadis itu malah berdecak kagum pada rekan wanita Hesa yang ada didepannya.


“Kau jangan salah paham, aku mau bekerja padamu karena ini adalah hobiku. Selain itu, kau berani membayarku mahal untuk pekerjaan semudah ini. Dan juga, siapa yang merayumu? Kau jangan fatonah! Eh eh … ada apa ini?” wanita itu kaget karena tiba-tiba saja Ei memegang tangannya dengan ekspresi kagum.


“Kau Cheng Xiao, kan? Pacarnya Kai? Gamer terkenal dari China. Tidak salah lagi … ini benar-benar kau! Si Cheng Xiao!” seru Ei senang sekali bertemu dengan artis cantik yang sering ia lihat di layar kaca.


“Lepasin! Kau jangan begini!” ujar wanita bernama Cheng Xiao. “Woy Hesa, kendalikan wanitamu ini!” serunya sambil menjauh dari Ei.


Mungkin reaksi Ei terlalu berlebihan makanya wanita yang mirip kekasih Kai itu ketakutan. “Oh, sorry, mungkin aku terlalu senang melihatmu. Aku tidak punya maksud apa-apa.” Ei tersenyum dan agak sedikit salah tingkah apalagi ia dilihatin seluruh reka. kerja Hesa dengan tatapan mata aneh.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2