Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 26 Insiden


__ADS_3

Tatapan mata Febi begitu menyentuh hati, sampai Ei bingung bagaimana menanggapinya. Gadis itu tertegun karena Febi, yang derajat sosialnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Ei, tiba-tiba memohon padanya untuk membantu Hesa menjadi istrinya. Jelas ini diluar ekspektasinya Ei yang tadinya akan mengalah dan membiarkan kandidat lainnya menang.


Namun sekarang, Ei jadi bimbang karena Febi yang memintanya untuk menang, bukannya kalah. Gadis itu masih berpikir, apakah Febi bersekongkol dengan Hesa.


Tapi rasanya itu tidak mungkin. Sebab, saat ini, di kamar Hesa hanya ada mereka berdua, sementara sang pemilik kamar raib entah ke mana dan belum bicara apa-apa pada Febi. Hesa juga tak banyak omong ketika Febi mulai mengobati luka-lukanya dan malah pergi begitu saja. Artinya, ucapan Febi, murni dari lubuk hati wanita aristokrat itu sendiri.


“Beri aku satu alasan kenapa aku harus membantunya, Feb? Kau tahu betul seperti apa diriku. Aku tidak bisa tinggal di sini apalagi menjadi istri Hesa? Apa tidak ada wanita lain di dunia ini yang lebih pantas untuknya ketimbang aku?” tanya Ei untuk mengurangi rasa kebimbangannya.


“Aku rasa tidak ada. Hesa sama sepertimu, Ei. Dia menginginkan kebebasan. Dan hanya kau yang bisa membantunya terbebas dari belenggu yang menjeratnya di neraka ini. Anggap saja, kau adalah Kate Middleton dan Hesa adalah pangeran Wiliiam. Kalian berdua adalah pasangan serasi. Itulah kenapa aku memberitahu Hesa semua tentangmu tanpa ragu saat ia bertanya padaku. Aku tahu, dia pasti tertarik padamu. Wanita lain diluar sana hanya menginginkan tahta dan harta Hesa. Tidak benar-benar mencintainya dengan tulus.”


“Bagaimana dia tahu, kan belum di coba? Tidak harus aku, kan?” tanya Ei.


“Kau salah, dia pernah menguji coba semua wanita yang mendekatinya dan yang ia dekati, termasuk kau. Dan yang lulus uji cobanya cuma kau seorang. Kalian pernah bertemu semasa SMA dulu. Mungkin kau tidak ingat. Kalian bahkan saling berinteraksi, tapi kau mungkin tidak sadar.”


“Aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku yakin aku belum pernah melihatnya. Kalau pernah, aku pasti ingat.”


“Kau kan oneng, Ei Ei. Cai Xukun, Oh Sehun, Lee Min Ho, Robert Pattinson, Tom Holland, Cha Eun Wo, Lin Yi yang lewat di depanmu saja kau tidak ngeh, apalagi Hesa. Lebih detilnya, kau bisa tanyakan sendiri pada suamimu apa yang dia lakukan sampai dia nekat mengejarmu dan mendapatkan meskipun kau tak menyukainya. Nah … selesai.” Febi menggunting perban yang membalut kakinya Ei setelah diolesi ramuan rahasia dari dokter keluarga bangsawan.


Ei mencoba menggerakkan kakinya dan ternyata sakitnya sudah mulai berkurang. Wanita yang berstatus sebagai istri Hesa itu bahkan bisa berjalan walau sedikit pincang. Pengobatan tradisional ala Febi memang luar biasa dan proses penyembuhannya lumayan cepat.


“Wuah, ini hebat.” Ei memuji kemampuan Febi sebagai dokter.


“Bagaimana? Apa masih sakit?” tanya Febi.


“Lumayan, sudah tidak terlalu sakit seperti sebelumnya. Kau memang hebat, Feb. Pantas Rangga cinta mati sama kamu.”

__ADS_1


“Tentu aja, Mas Rangga juga bilang begitu padaku. Kalau tidak mana mungkin dia bersujud di kaki Romo untuk merestui hubungan kami. Aku akan meracik ramuan khusus yang bisa membantu menyembuhkan lukamu dari dalam. Dalam 2 hari kau bisa berjalan dengan normal asal kau tidak melewatkan meminum resep yang kubuat.”


“Terimakasih banyak, Feb.”


“Sama-sama, oh iya, jangan biarkan kakimu terkena air. Setiap sore harus diganti perbannya dan diolesi ramuan putih yang kuletakkan di atas meja. Minta Hesa membantumu.”


“Lah kalau tidak boleh kena air, aku mandinya gimana?” tanya Ei bingung. Ini aja dia sudah sangat ingin berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri tapi apa daya, ia masih belum bisa berjalan normal sepenuhnya.


“Minta Hesa bantu memandikanmu, kalian kan suami istri. Jadi tidak masalah. Aku tinggal dulu, ya? Bye!” Febi tampak sangat buru-buru merapikan peralatan medisnya dan langsung berjalan keluar sambil mengangkat panggilan telepon dari Rangga.


“Ta-tapi … Feb! Masa nggak boleh mandi?” Ei tidak bisa mencegah kepergian Febi.


Ei sangat bingung, masa iya dirinya meminta Hesa untuk membantu memandikannya. Bisa senang tujuh turunan si kamvret itu karena dapat mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mungkin Febi masih belum tahu kalau pernikahannya dengan Hesa adalah pernikahan palsu. Bukan menikah sungguhan. Semua ini cuma akal-akalannya si Hesa aja. Baik Ei dan Hesa belum resmi menikah dan yang mengetahui kebenaran itu, cuma mereka berdua saja di istana ini.


Samar-samar, terdengar pembicaraan Febi dengan orang yang meneleponnya. Siapa lagi kalau bukan Rangga dan kabar baik yang dimaksudkan Febi adalah tentang Ei yang menjadi istri Hesa secara dadakan dan tiba-tiba. Bahkan tidak pernah dinyana-nyana.


“Habislah aku sekarang, aku harus segera mandi sebelum kunyuk itu datang kemari.” Ei bangun berdiri dan melangkah maju mendekat ke arah tas curriernya. Ia mengeluarkan satu set pakaian dan pakaian dalam serta handuk. Ei masuk ke dalam kamar mandi Hesa dengan kaki terpincang-pincang.


Kamar mandi seorang sultan memang sangat luar biasa. Meski Hesa adalah keluarga aristokrat. Kediamannya sangatlah modern sampai ada liftnya segala. Kamar mandi Hesa juga sangat luas, lumayan kalau bisa dipakai main bola voli 2 tim. Di sini juga ada kolam dan bak mandi besar. Mau mandi air hangat juga bisa seperti berendam dalam kolam air panas.


Sayangnya, Ei lumayan kudet soal barang-barang modern seperti ini, apalagi ia sedang kesulitan mandi. Ei bingung, keran mana yang harus ia nyalakan. Sebab ada banyak sekali tombol keran di sini.


“Ini keran apa kabel tiang listrik, sih? Banyak amat pilihannya? Astaga, mana yang harus aku pilih. Mau mandi aja ribet amat, yak?” gumam Ei sambil garuk-garuk kepala.


Gadis itu tak bisa berlama-lama di dalam kamar mandi kalau tak ingin Hesa melihatnya di dalam sini. bisa runtuh dinding pertahanan Ei di depan si pengeran ningrat mesum itu. Apalagi kejadian sebelum Febi datang membuat Ei lumayan takut dengan Hesa. Takut, kalau imron cowok itu nggak kuat.

__ADS_1


Karena tak punya banyak waktu, akhirnya Ei asal pencet tombol kran yang ia kira untuk membilas tangan atau kaki saja. Tak disangka, ia malah salah pencet tombol sehingga salah satu selang memuncratkan air dan langsung menyiram Ei ke mana-mana.


Air itu mencuat keluar dan mengalir sangat deras sehingga membuat Ei gelagaban sambil berteriak-teriak. Ia hendak mematikan tombol air tapi tangannya tak sampai karena cipratan dari selang tersebut begitu kuat mengenai wajah dan tubuhnya. Pakaian Ei juga jadi basah kuyub semua.


“Sial! Kenapa airnya deras sekali, aaaauuhh!” teriaknya sambil mencoba melawan cipratan air dan berusaha mematikan tombol.


“Ada apa!” teriak Hesa langsung membuka pintu kamar mandi. Ia terkejut melihat Ei melawan derasnya air dan berlari untuk membantu mematikannya.


“Uhuk-uhuk.” Ei terbatuk-batuk karena tak sengaja menelan banyak air. Hesa membantu menepuk pelan punggung Ei sehingga air yang tertelan lumayan bisa keluar lagi.


“Kau tidak apa-apa?” tanyanya, tapi Ei tidak menjawab.“Sepertinya, aku tidak bisa meninggalkanmu lama-lama. Kau bisa mati konyol di sini hanya karena kecerobohanmu, Ei.”


Hesa mengembalikan selang air ke tempat semula dan memberitahu Ei cara menyalakan semua tombol air yang ada di ruangan ini.


“Kau mau kumandikan?” tanya Hesa to the poin setelah selesai memberikan penjelasan pada Ei tentang kamar mandi dan semua yang ada di ruangan ini.


“Apa kau gila? Keluar sana! Aku bisa mandi sendiri!” Ei menarik tangan Hesa dan menyuruhnya keluar kamar mandi. Untung Ei masih pakai pakaian lengkap karena tadi ia hanya ingin uji coba dulu sebelum benar-benar mandi dan mengalami insiden tersebut.


“Tapi … Febi bilang … aku harus membantumu mandi!” tolak Hesa tapi Ei tidak mau dengar, dia terus mendorong tubuh Hesa keluar lalu menutup pintu kamar mandi dengan keras dan menguncinya rapat-rapat supaya Hesa tidak menerobos masuk lagi.


“Dasar tukang mesum! Apa semua laki-laki buaya di dunia ini memang mesum seperti dia!” gerutu Ei kesal sekaligus malu karena ia ketauan norak dan kampungan banget.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2