Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 45 The Triple Nggak Nggenah


__ADS_3

Mata Ei melotot ketika dirinya hampir saja kena bogem mentah preman yang sedang beraksi menyerangnya. Saat ini, yang ada dipikiran Ei hanyalah Hesa. Gadis itu berharap suaminya datang menolongnya.


Namun, ini bukanlah cerita novel atau film di mana seorang pahlawan kesorean selalu datang tepat waktu saat dibutuhkan. Ini dunia nyata dan faktanya, Hesa masih mengerjakan ujiannya di dalam ruang ujian. Ei harus menghadapi semua ini sendiri dan memutar otaknya agar selamat dari serangan para preman-preman ini.


Begitu tangan preman hendak menyentuh kulit lembut Ei, gadis itu langsung berteriak kencang sekencang-kencangnya. “Stoooopppp!”


Teriakan Ei refleks menghentikan pukulan sang preman tepat di depan mata Ei. Jarak tangan dan wajah istri Hesa itu hanya berjarak 5 cm saja. Suasana sangatlah tegang saat ini dan anehnya, preman itu berhenti menyerang Ei setelah mendengar teriakannya yang sangat memekikkan telinga.


“Ada apa?” bentak preman itu kesal.


Ei yang tertegun langsung sadar. “Kau itu laki-laki atau bukan? Kenapa berani keroyokan? Apa kau nggak malu sama burung kutilangmu, ha! Masa cowok lawan cewek, otot aja gede, tapi beraninya maen keroyokan! Ganti kelamin aja sana!” ledek Ei sengaja memancing emosi para preman-preman ini.


Sedangkan Prety sama Angel terkejut Ei bisa ngatain para preman yang hampir saja menghabisi nyawanya.


“Apa si oneng itu sudah gila? Bisa-bisanya dia nyuruh preman itu ganti kelamin. Astagah Ei.” Angel tepok jidat melihat tingkah sahabatnya. Ini lagi genting loh, bukan ajang ledek-ledekan.


“Heh kutu kupret! Jaga mulut lamismu, ya?” bentak preman yang mencekal kedua lengannya Ei.


“Heh banci kaleng bekas!” Ei balas membentak. Ia tidak takut dengan para preman-preman mental tempe ini. “Kalau emang kalian beneran laki-laki, satu lawan satu dong, masa satu orang lawan cewek nggak berani? Bisanya main keroyokan begini. Kalian nggak pantes jadi preman, pantesnya jadi kumpulan banci kaleng bekas trus mampang sono dijembatan rolak. Laku keras noh! Daripada jadi preman tapi bikin malu dunia per premanan! Jadi preman itu harua gentle. Nggak cemen kayak kalian gini. Preman apaan nyerang cewek tapi keroyokan kayak kalian? Harusnya kalian itu pakai rok, bukan pakai celana kalau cara maen kalian kayak gini.” Ei malah memberikan wejangan yang bikin Prety dan Angel melongo.


"Sejak kapan dia ngerti dunia premanisme?" tanya Angel pada Prety.


"Lah kalau kau tanya aku terus aku tanya siapa?" jawab Prety yang jadi spaneng sendiri melihat sahabat onengnya itu.


Runtuhlah harga diri para preman ini diledekin Ei sebagai kumpulan banci kaleng bekas. Apalagi mereka disuruh ganti kelamin dan pakai rok. Mau ditaruh dimana muka para preman yang katanya terkenal garang itu gara-gara wejangan kerohaniannya Ei.


“Habislah kita, Ngel. Si oneng mang otaknya lagi cuil sebelah. Masa preman dikatain begitu. Mumpung ada waktu, Ngel, gimana kalau kita kabur dan cari Hesa buat ngatasin istrinya yang gila itu,”usul Prety.


“Kau aja yang pergi cari Hesa, aku tetap di sini buat nemenin Oneng itu, kali aja kalau beneran nyawanya melayang ada yang bantu ngurusin jasadnya.” Si Angel juga ketularan Oneng seperti Ei. Bukannya di doain temannya selamat malah siap jadi relawan pengangkut jenasah. Kayaknya Ei dan kedua temannya ini patut di juluki 'triple nggak nggenah'.

__ADS_1


Prety juga sudah tidak bisa berpikir lagi sekarang. Iapun lari diam-diam dan pergi mencari Hesa untuk melaporkan apa yang terjadi di sini.


***


Di ruang ujian, Hesa benar-benar tak tenang. Berkali-kali ia melihat jam ditangannya dan buru-buru menjawab soal. Tidak seperti biasanya, tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang aneh. Hesa tipikal cowok yang tenang dan santai sebenarnya. Namun, entah kenapa haru ini ia mendadak gelisah seolah ada yang membuatnya risau.


Tak bisa fokus pada soal-soal ujiannya, Hesa pun mengakhiri jawabannya dan langsung mengumpulkannya di atas meja dosen lalu buru-uru pergi keluar kelas. Hesa berdecak kesal karena ponsel Ei ketinggalan sehingga tidak bisa menghubungi istrinya.


Di persimpangan jalan, ia bertemu dengan beberapa wanita yang menghalangi jalannya dan mengajaknya ngobrol. Hesa sangat risih dan tidak ingin meladeni wanita-wanita ini. Namun, ada 1 wanita yang memaksanya untuk berhenti sejenak meski wanita itu tahu kalau Hesa sedang buru-buru.


“Hes, tanda tangani program ini. Kau kan ketua kelompok kami. Ini pengajuan KKN yang kau undur dan harus diajukan ulang supaya bila tugasmu sebagai asdos rampung, kita semua bisa berangkat,” ujar Sulis, wakil anggota yang satu kelompok dengan Hesa.


“Besok saja, Lis. Aku buru-buru.” Hesa semakin mempercepat langkahnya dan buru-buru menuju tempat parkir mobil.


Sulis tak terima dan tetap menghalangi langkah Hesa. “Kau itu kenapa sih, Hes. Nggak biasanya kamu kayak gini. Aku nggak mau tahu. Cepat tanda tangani sekarang.”


Hesa berdecak kesal dan terpaksa berhenti untuk menandatangani berkas yang disodorkan Sulis tanpa dia tahu kalau berkas itu adalah berkas jebakan. Sebenarnya, itu adalah berkas pernyataan kalau Hesa adalah kekasihnya.


Sayangnya, rencana licik Sulis tidak berjalan lancar. Sebab, belum juga Hesa menandatangani berkas yang ia pegang. Prety datang tepat waktu sambil berteriak kencang.


“Pak Asdossss! Si Oneng diserang preman Pak! Cepat tolongin diaaa!” teriak Prety dengan lantang sehingga semua orang langsung mengarah padanya.


Mendengar hal itu, tanpa pikir panjang, Hesa melempar berkas yang ia pegang ke sembarang arah dan berhamburan di mana-mana sampai membuat Sulis ternganga karena berkas-berkasnya jadi rusak dan kotor. Padahal, sebentar lagi, rencananya memiliki Hesa bakal terwujud dan jadi gagal gara-gara kedatangan Prety. Hesa sendiri langsung berlari kencang untuk menyelamatkan istrinya.


“Di mana dia sekarang!” seru Hesa sambil berlari ke tempat mobilnya terparkir.


“Di belakang kampus!” jawab Prety sambil ngos-ngosan. Ia tak pernah berlari sekencang ini sebelumnya. Karena lelah, iapun terduduk lunglai di tepi jalan sambil mengatur napas.


Sedangkan Hesa, secepat kilat ia meluncur ke belakang sekolah tempat di mana Ei dalam bahaya. Inilah alasan kenapa hati Hesa tak tenang sejak tadi. Ternyata, sesuatu yang buruk sedang menimpa Ei.

__ADS_1


“Bertahanlah, Ei. Aku akan datang,” gumam Hesa ngebut ala fast and furious.


Sementara Prety, tiba-tiba saja dia didatangi Sulis and the gengnya. Mereka pasang wajah yang amat sangat menyeramkan dna mulai mengintimidasi Prety.


“Ka-kalian mau apa?” tanya Prety punya firasat yang buruk.


“Siapa si Oneng yang membuat Hesa merusak semua berkasku hingga sampai jatuh ke got ini? Ada hubungan apa mereka? Katakan!” bentaknya dan mengagetkan Prety.


Waduh, gawat! Kayaknya aku sudah membongkar siapa kekasih pak asdos yang sebenarnya. Gimana ini? Batin Prety.


Teman-teman Sulis langsung menggiring Prety ke suatu tempat untuk diinterogasi. Pretty sudah mencoba kabur, tapi tetap saja dia kalah jumlah dan nggak bisa ngapa-ngapain.


***


Di belakang kampus, Ei sudah mengalahkan 5 dari 7 preman. Tinggal 2 preman lagi yang masih berdiri tegak. Dan Ei sedang melawan mereka satu per satu. Kondisi istri Hesa sudah sangat berantakan dan rambutnya acak-acakan. Ada beberapa luka lebam di lengan dan juga pipinya. Mungkin terkena pukulan dari preman-preman itu.


Ei sudah kelelahan sekarang, apalagi dia sangat lapar. Tapi gadis itu mencoba bertahan sampai ada bantuan datang entah itu siapa. Anehnya, tempat ini sangat sepi seperti ada yang sengaja memblacklist agar tidak ada orang lewat sini. Atau mungkin karena semua mahasiswa lagi ada ujian dan belum selesai mengerjakan. Makanya tempatnya jadi sepi.


“Sepertinya kau sudah lelah! Habislah kau sekarang!” seru preman yang sedang berhadapan dengan Ei dan bersiap menyerang.


Kepala Ei mulai pusing, tapi ia tetap berusaha melawan. Sebuah tinju hendak dilayangkan kearah gadis itu dan hampir saja tepat mengenai wajah Ei kalau saja Hesa tidak datang tepat waktu lalu menabrak preman itu dengan mobilnya hingga sang preman terpental dan nyangsang di atas pohon.


Tentu saja kejadian itu begitu cepat terjadi sampai orang yang melihat secara langsung tabrakan tersebut bingung sendiri. Termasuk Ei, Angel dan juga salah satu preman satunya. Nggak ada angin nggak ada hujan, sang preman yang hendak menyerang Ei ditabrak mobil Hesa sampai nyangsang begitu. Kan aneh? Tapi ini fakta dan hanya Hesa yang bisa melakukannya.


“Tolongg! Woy tolongin!” seru preman itu heran. Kenapa dia bisa mental dan kejepit diantara batang pohon yang mengepang jadi 2.


“Kok dia bisa nyangsang disitu, sih?” gumam Ei ikut heran juga. Angel dan preman satunya juga kaget. Mereka langsung geleng-geleng kepala menyaksikan keanehan itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2