Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 83


__ADS_3

Keesokan paginya, Ei dan Hesa berangkat ke kampus bersama. Ei jadi bersemangat dan tak perlu takut menghadapi semua orang karena ada Hesa disisinya. Dunia media sosial juga dibekukan oleh tim Hesa tanpa sepengetahuan siapapun. Banyak yang mengeluh mereka tak bisa buat akun lain karena akun sebelumnya di sadap oleh Hesa serta seluruh timnya yang bekerja keras untuk memblokir setiap akun baru yang dibuat oknum-oknum tertentu yang bertujuan menghancurkan nama baik Hesa dan Ei.


“Apa kita satu fakultas? Di sini kau ambil jurusan apa?” tanya Ei pada kekasihnya ketika Hesa memarkirkan mobil Ferrarinya.


“Jurusanku sama, tapi bisa jadi apa saja. kau siap turun sekarang?”


“Tidak, kau turun belakangan. Kita tidak perlu berjalan bersama. Aku tidak mau jadi pusat perhatian orang karena ....”


“Kau takut identitasmu dikulik mereka? Aku sudah mengamankan data pribadimu dan seluruh keluargamu. Sekali mereka mengetik nama lengkapmu, maka computer atau ponsel yang mereka gunakan akan terkena virus paling menjengkelkan di dunia ini. Yaitu virus penghilang data yang kuciptakan dan dikembangkan tim hacker-ku.” Lagi-lagi Hesa pamer betapa hebatnya dia dalam dunia hacking ini. Dan memang Ei salut sih. Matanya bahkan sampai berbinar-binar senang.


“Kenapa kau hebat sekali?”


“Kau baru sadar?”


“Iya aku baru sadar.”


“Kalau begitu beri aku hadiah,” pinta Hesa mulai genit pada Ei.


“Hadiah apa?” Ei berpikir, hadiah apa yang harus ia berikan untuk aksi Hesa yang tak terduga itu.


Tanpa permisi Hesa langsung mencium bibir Ei dengan mesra sehingga membuat mata gadis itu terbelalak karena kaget dicium Hesa tiba-tiba. “Hanya ini hadiah yang paling aku inginkan darimu. Lain kali kalau aku minta hadiah, kau harus langsung memberikannya seperti ini. Kalau tidak, aku bakal marah. Dan kalau aku sudah marah … kau takkan bisa keluar ruangan selama yang kuinginkan.”


“Kau mengancamku?” tanya Ei. Matanya menatap lurus mata Hesa yang jaraknya hanya beberapa cm saja.

__ADS_1


“Ini bukan ancaman Darling, ini pemberitahuan. Kalau sudah diberitahu, harusnya kau paham, oke. Ayo keluar, aku tidak bisa mengantarmu ke kelasmu tapi kita pasti bakal bertemu lagi.”


“Jangan bilang kalau kau jadi asdos!”


“Kita lihat saja!” Hesa tertawa mencurigakan lalu membuka pintu mobil lebih dulu. Ia berjalan memutar dan membukakan mobilnya untuk Ei.


“Kalau tahu kau jadi asdos di sini. Kenapa harus pindah kampus! Menyebalkan sekali!” gumam Ei. Dan Hesa membalasnya dengan senyuman.


“Itu karena kita takkan pernah terpisahkan lagi. Sudahlah, jangan mengeluh terus. Harusnya kau bahagia, karena bisa melihatku setiap hari. Dengan begitu kau tidak bisa melihat cogan lain selain aku.”


“Itulah kenapa aku tidak suka satu kampus denganmu! Kau memang tampan, bisa segala hal, tapi mataku juga butuh warna lain untuk membuatku semangat di tengah suntuknya berkutat dengan laboratoriun dan penelitian!”


“Oke oke … aku tidak mau berdebat denganmu. Tapi kau jangan macam-macam kalau tak ingin melihat para cogan yang kau sukai lenyap bak ditelan bumi.” Hesa mendekatkan dirinya pada Ei sehingga gadis itu mundur. “Aku bisa lakukan apa saja untuk membuatmu tetap disisiku Ei. Takkan kubiarkan siapapun merebutmu dariku. Tidak ada orang ketiga diantara kita. Jadi kau harus menjaga mata dan hatimu untukku.”


“Astaga kau ini lebay sekali. Seluruh wanita di dunia ini berlomba-lomba mendapatkanmu dan rela melakukan apa saja hanya agar kau mau melihat mereka. Masa iya aku mengkhianati manusia multitalenta paling langka sepertimu. Harusnya aku yang bicara begitu dasar bayi marmot! Awas kalau kau tebar pesona ke wanita lain! Kalau tidak …” Ei berhenti bersuara karena ia tidak tahu ancaman apa yang bakal ia berikan pada Hesa. Pria didepannya ini terlalu sempurna untuk diancam.


“Aku takkan pernah mau memberikan hadiah untukmu!” cetus Ei sambil berlari pergi meninggalkan Hesa yang langsung tersenyum senang.


“Hanya itu ancaman yang bisa kau berikan padaku, Ei?” teriak Hesa tapi yang diteriaki tidak mau dengar dan pura-pura tutup telinga.


Gadis itu terus berlari masuk ke fakultasnya sambil menggerutu sendiri. “Menyebalkan! Kenapa aku cuma bisa mengancamnya seperti itu? Apa tidak ada ancaman lain apa? Tapi apa … aku mana bisa melawan dia … dia terlalu kuat. Jadi kekasihnya kudu siap mental dan perasaan! Kalau tidak … bisa pindah alam atau paling nggak bakal jadi ODGJ!”


Ei sampai dikelasnya dan ia melihat Jessica melambaikan tangan supaya duduk disebelahnya. Ei tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya, pasti teman barunya itu akan menginterogasinya terkait insiden yang terjadi kemarin di mana sang gangster pahlawan idola kampus ternyata adalah kekasih Ei.

__ADS_1


Sebenarnya, Ei agak canggung saat berjalan menuju bangku. Semua mata yang ada di ruangan ini menatapnya diam seolah Ei adalah Alien yang baru saja mendarat di bumi. Mereka semua memang tidak bersuara, tapi tatapan mata mereka penuh dengan sejuta rudal yang siap untuk ditembakkan.


Terutama para kaum Hawanya. Kalau para kaum Adam sih biasa saja. Kebanyakan mungkin heran, Ei itu hanyalah wanita biasa dan nampak sangat sederhana bila dibandingkan dengan wanita milenial yang ada di negara ini, tapi berhasil membuat Hesa sang gangster jatuh cinta setengah mati. Kalau soal wajah sih, Ei memang tak kalah jauh dengan yang lain dan tergolong cantik menawan. Tapi kalau soal lainnya, sepertinya Ei terlalu biasa untuk seorang Hesa.


“Katakan apa yang ingin kau tanyakan,” ujar Ei setelah ia duduk di samping Jessica.


“Jadi … kau adalah pacarnya si ketua gangster? Sejak kapan?”tanya Jessica sudah tidak sabar.


“Sejak sebelum aku datang kemari. Aku tidak tahu kalau dia adalah ketua gangster di sini. Aku juga tidak tahu kalau pacarku adalah mahasiswa di kampus ini sekaligus idola kampus yang digilai banyak wanita," jawab Ei jujur.


“Kau yakin kau tidak tahu?”


“Sungguh aku baru tahu kemarin. Tadinya aku memang ada janji dengannya, kupikir semua orang heboh dengan kedatangan idola kampus yang kau bicarakan, aku kira kesempatan itu kugunakan untuk menemui pacarku selagi semua orang sibuk dengan idola mereka. Makanya kutelepon pacarku untuk menemuiku di taman sepi, siapa yang menyangka pacarku datang beserta para fansnya yang ternyata … kau bisa tebak sendirilah, aku yakin kau juga melihat apa yang terjadi kemarin,” terang Ei panjang lebar dan ia baru sadar kalau semua orang dikelasnya juga mendengarkan percakapannya dengan Jessica.


Ei gelagapan dan langsung menunduk menyembunyikan wajahnya. Ia sungguh tidak nyaman di tatap seisi kelas seperti ini.


“Wauww …” komentar Jessica seolah sangat terobsesi dengan kisah cinta Ei dan Hesa.


“Ehem … ehem!” terdengar deheman seseorang yang sangat familiar di telinga Ei yang masih menunduk.


Semua orang yang juga mendengar langsung putar kepala dan menatap lurus ke depan untuk menyapa orang yang akan mengisi mata kuliah Percobaan Penelitian.


Astaga … tidak … jangan dia … batin Ei karena ia tahu suara siapa yang baru saja berdeham itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2