
Momen mesra dan baper ala Hesa dan Ei masih belum selesai. Hesa gafok dengan bunga yang diberikan Ei padanya yang jelas sangat berbanding terbalik dengan pemberian Hesa untuk Ei. Bila sang idola kampus atau si ketua gangster memberikan cincin berlian berharga fantastis, maka lain halnya dengan Ei yang hanya memberikan bunga liar pada Hesa. Kalau bunga itu dijual juga pasti nggak seberapa harganya. Namun, bukan Ei namanya kalau nggak bikin orang jadi keki.
“Ei … ini … bunga apa, ya?” tanya Hesa sambil memerhatikan bunga ditangan kirinya.
“Entahlah, sepertinya, itu bunga sepatu dan bugenvil. Aku memetiknya langsung dari taman bunga ini, bagus kan?” ujar Ei polos.
“Kau menyiapkan bunga liar ini untuk mengatakan cinta padaku? Apa tidak ada mawar atau bunga bagusan dikit gitu?” tanya Hesa tak percaya.
“Heh kodok sawah! Aku mana tahu kalau katakan cinta itu kudu pakek bunga. Seumur hidupku, aku nggak pernah tahu bangaimana caranya bilang cinta ke orang yang dicinta. Kau sendiri yang minta aku untuk siapkan bunga. Kebetulan di sini ada banyak bunga, ya sudah aku ambil saja. Mau itu bunga apa aku juga nggak tahu karena aku akan asal metik aja. Kalau nggak suka ya buang saja, beres, kan?” enteng sekali Ei bicara seolah ia tak punya beban hidup.
“Kau bilang apa barusan? Kodok sawah? Siapa? Aku?” protes Hesa. Pasangan sejoli ini memang unik, baru juga sukses bikin baper dengan keuwuan mereka eh sekarang malah rebut hanya karena masalah nggak jelas.
Ei sadar kalau dia salah ucap. Ia memalingkan wajah sambil berjalan menghindar dari Hesa. “Kayaknya aku melihat kupu-kupu terbang di sana. Indah benget deh,” ujar Ei dan ia berjalan cepat meninggalkan kekasihnya.
Hesa menunduk sambil menutup wajahnya dengan satu tangan. Ia sudah tidak kaget lagi dengan keonengan kekasihnya yang ada di atas rata-rata. Meski begitu, Hesa juga tetap cinta walau kekasihnya ini kadang ngeselin juga.
“Untung aku cinta mati padamu, kalau nggak … mungkin sekarang kau sudah kubawa ke kantor catatan sipil karena di sini nggak ada KUA!” gumam Hesa setelah berhasil menyusul kekasihnya. Ia membukakan pintu mobil untuk Ei.
“Kita mau ke mana? Nggak beneran ke kantor catatan sipil, kan?” tanya Ei penuh waspada.
“Ke alam baka, kita menikah ghaib di sana!” jawab Hesa ngasal karena kesal.
Ei langsung manyun melihat kekasihnya putar arah dan masuk ke sisi lain mobil. Tanpa bicara lagi, Hesa menyalakan mesin dan mereka melaju pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
“Tunggu-tunggu! Aku kan ada kuliah! Balik lagi cepat!” seru Ei dengan lantang.
“Hari ini kuliah diliburkan karena semua orang sedang mengalami hari patah hati internasional. Tidakkah kau lihat para idolaku menangis histeris saat aku melamarmu tadi?”
“Masa sih? Memang kau siapa bisa menghentikan perkuliahan di Harvard. Rektor saja nggak bisa masa mahasiswa non aktif sepertimu bisa.” Ei masih belum tahu kuasa yang dimiliki seorang Hesa.
Selain profesinya sebagai ketua gangster, kekasih Ei ini adalah Hacker paling ditakuti di Amerika. Sekali jarinya main, maka sistem teknologi tercanggih di negara ini bisa rusak atau kacau balau dan hanya Hesa sendiri yang bisa memulihkannya. Hal itu pernah ia lakukan saat mengungkap kejahatan yang terjadi difakultasnya sehingga berakhir pemecatan dekan lengkap dengan angket-angketnya.
Tak hanya itu, Hesa juga membantu memulihkan semua data akun facebook yang dicuri hacker Amerika dimana para hacker tersebut meminta tebusan berjumlah fantastis jika ingin akunnya kembali. Sejak saat itu, hecker Amerika tak ingin ambil resiko jika Hesa sudah turun tangan.
***
Aksi lamaran Hesa yang dilakukan di depan semua orang menjadi trending topik dunia. Namun, Hesa menyabotase pemberitaan dengan mengeblur semua foto Ei dan dirinya yang beredar luas di Internet. Sejak awal, ia sudah tahu kalau aksinya melamar Ei di depan umum bakal jadi topik hangat dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Hesa sudah menyiapkan tim hackernya untuk membatasi pemberitaan miring mengenai dirinya dan Ei.
Meski dibatasi dan tak semua orang bisa melihat atau meng-akses, mengupload segala hal yang berkaitan dengan Hesa. Rumor tentang hubungan pasangan sejoli fenomenal itupun tetap buming dan melekat di hati terutama bagi para pujangga cinta. Tak ayal, cara lamaran Hesa yang sedang viral itupun diikuti oleh para kaum adam untuk melamar kekasihnya dan semakin hebohlah jagat dunia maya gara-gara Hesa dan Ei.
Pemandangannya sih sangat mengagumkan, sekaligus menakutkan. Karena Ei sering melihat film thriller Amerika, ia jadi membayangkan kalau lokasi ini sering dijadikan tempat syuting film pembunuhan berantai dan sebagainya.
“Kenapa kita ke sini? Kau tidak sedang mencari tahu kasus pembunuhan, kan?” tanya Ei saat melihat bangunan gedung tua dan lama ditinggalkan.
Ei kira, dirinya bakal diajak Hesa ke tempat terindah dan romantis di Amerika untuk merayakan hari bersatunya cinta mereka. Namun, dugaannya salah, Ei malah diajak ke gedung tua yang sangat berantakan dan tak terurus.
“Nanti kau akan tahu.” Hesa turun setelah memarkirkan mobilnya. Ia berjalan memutar dan membantu membukakan pintu mobilnya untuk Ei.
__ADS_1
Tanpa bicara, Hesa menggandeng tangan kekasihnya dan mengajaknya masuk ke dalam gedung. Ei sangat terkejut karena dalam gedung ini ternyata pemandangannya jauh berbeda dengan kondisi di luar gedung.
Bila bangunan luarnya tampak sangat jelek tak terurus, maka lain halnya dengan dalamnya yang tampak sangat megah ala hotel bintang lima. Dinding dalamnya saja berlapiskan emas dan arsitekturnya mirip dengan kastil Neuschwanstein Jerman. Lebih bagusan gedung ini malah.
Sebuah penyamaran tempat yang sangat luar biasa. Dan bahkan dilengkapi dengan system keamanan tinggi yang serba canggih dan berteknologi modern. Tak heran kalau Hesa ambil jurusan teknologi dan menjadi hacker paling dicari dan ditakuti banyak orang terutama hacker dan gengster.
“Ini … apakah ini …”
“Rumahku, rumah yang kubangun sendiri bersama-sama dengan timku. Mereka juga ada di sini dan sedang bekerja. mereka bekerja sesuka hati dan melakukan apapun yang mereka suka. Mereka bahkan tak membiarkan siapapun masuk ke dalam gedung ini. Kecuali kita.”
Ei terkagum-kagum. Keduanya memasuki pintu lift utama menuju lantai atas. “Sebenarnya, kau ini siapa sih? Pangeran ningrat atau apa?” tanya Ei, ia jadi semakin penasaran dengan pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya ini.
“Aku bisa menjadi siapa saja tergantung situasi dan kondisi Mio Caro. Di Indo, aku adalah pangeran ningrat keturunan darah biru yang menjadi idola banyak wanita, tapi aku sudah melepas gelarku sampai kau menjadi istriku. Dan di sini … kau baru saja mengetahuinya.”
Hesa tersenyum bahagia dan juga bangga bisa pamer prestasi di hadapan sang pujaan hati. Keduanya memasuki ruang otomatis dan dengan lensa mata serta detak jantung Hesa. Sebuah pintu ruangan rahasia terbuka dan Ei tampak amat sangat terkejut melihat ada begitu banyak layar ala millennium terpampang di mana-mana. Di dalamnya juga ada para teknisi yang sedang sibuk mengotak-atik computer canggih mereka.
Jumlahnya tidak banyak sih, tapi sepertinya mereka adalah para ahli dibidangnya. Yang membuat Ei terkejut, ada wanita juga di sini meski hanya 1 orang.
“Selamat datang di duniaku Ei. Inilah aku yang sebenarnya. Aku sudah tahu semua tentangmu, termasuk kau juga keturunan langsung darah biru sama sepertiku. Makanya mulai sekarang … kau juga harus tahu semua tentangku termasuk siapakah calon suamimu ini yang sebenar-benarnya. Mulai sekarang, tidak aka nada lagi kebohongan diantara kita. Karena mulai detik ini, kita akan terus selalu bersama-sama selamanya.” Hesa menatap penuh cinta wajah cantik Ei.
Untuk kesekian kalinya, kata-kata Hesa mampu menghipnotis Ei sehingga gadis itu semakin kagum pada sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya. Wanita mana yang tidak jatuh cinta pada pria tampan penuh multitalenta seperti Hesa.
"Daebak," ujar Ei kagum.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***