Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 52 Jatuh Cinta Berjuta Rasanya


__ADS_3

Tanpa terasa, hari ini adalah hari terakhir Ei mengikuti ujian dikampusnya yang artinya, setelah ini … ia harus mengikuti sayembara yang digelar keluarga Hesa. Saat ujian berlangsung, Ei sangat gugup. Latihan yang sudah ia jalani dengan Febi dan Rangga dirasa Ei masih belum cukup untuk menghadapi tantangan mematikan dari sang ayah mertua yang jelas sangat tidak suka dengannya.


Namun, Ei sudah sejauh ini, tak mungkin ia membiarkan Hesa melepas gelarnya hanya demi dirinya. Hesa begitu perhatian, saat berpapasan, seringkali Hesa menyelipkan sebotol minuman vitamin ke tangan Ei tanpa kentara agar stamina Ei tetap terjaga mengingat waktu istirahat Ei sangat kurang. Di kampus, Ei dan Hesa tampak biasa saja, tidak ada yang tahu kalau mereka adalah sepasang kekasih yang sedang berpura-pura menjadi suami istri.


Kadang, Hesa sengaja membiarkan istrinya tidur di mobil ketika keduanya dalam perjalanan pulang pergi ke rumah Ei. Dan juga membantunya latihan ataupun belajar. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya yang lebih capek adalah Hesa, Namun, demi Ei, ia rela melakukan apa saja. Ia bahkan tidak pernah mengeluh menjaga dan merawat Ei jangan sampai istrinya ini jatuh sakit.


“Aku akan menunggumu di mobil, begitu kau selesai langsung saja masuk mobil.” Itulah kata-kata yang disampaikan Hesa sebelum akhirnya mereka berpisah untuk mengikuti ujian di kelas mereka masing-masing.


“Ei, kenapa kau tidak mengerjakan soalnya? Ini sudah lewat 30 menit,” bisik Angel yang melihat sahabatnya sejak tadi hanya melamun saja.


“Oh.” Ei tergeragap, terlalu banyak yang Ei pikirkan saat ini. “Soalnya agak sulit,” ujar Ei sambil tersenyum dan ia fokus pada ujiannya lagi meski pikirannya melayang entah ke mana.


Angel jadi merasa aneh. Tidak biasanya Ei seperti ini. Sebelumnya kurang dari 1 jam ia sudah selesai mengerjakan semua soal ujian dan pulang dulu bersama Hesa untuk latihan. Ei yang oneng tapi pintar berpasangan dengan si genius Hesa. Mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Meski Angel tak tahu latihan apa saja yang dijalani Ei, ia tetap terus mendukung sahabatnya dalam memenangkan sayembara menjadi istri Hesa.


Hari ini, Ei selesai bersamaan dengan teman-temannya yang lain. Ia keluar ruangan dan semua orang langsung pergi untuk merayakan keberhasilan mereka karena telah menyelesaikan ujian semester di hari terakhir sebelum akhirnya mereka liburan semester dan masuk kembali untuk menempuh semester berikutnya.


“Kau mau ikut kami, ayo kita makan-makan dan minum sebelum liburan! Aku yang traktir kalian semua,” ajak Angel pada Ei dan Prety.


Bila semua orang bahagia sampai merayakan hari terakhir menyelesaikan ujian, maka lain halnya dengan Ei yang harus menghadapi ujian lebih berat dari ujian semester yang baru saja ia tempuh. Sepulang kuliah, Ei wajib mempersiapkan semuanya untuk sayembara yang diadakan besok.

__ADS_1


“Maafkan aku, Ngel, Pret. Aku nggak bisa ikut kalian. Aku harus latihan. Hesa mungkin sudah menungguku diparkiran, aku sudah telat 1 jam dari yang sudah kami janjikan.” Ei sedih dan itu juga membuat kedua temannya ikut sedih juga.


Tidak ada yang tidak mereka tahu soal Ei dan hubungannya dengan Hesa. “Kalau saja ada yang bisa kami bantu, pasti akan kami lakukan apa saja untuk membantumu Ei. Masalahnya … kami tidak tahu harus bantu dengan apa.” Prety menepuk bahu Ei.


“Tidak apa-apa, aku justru harus minta maaf pada kalian karena sekarang kita jadi jarang bersama. Aku sangat senang kalian memahamiku dan terus mendukungku.” Ei buang napas dalam-dalam dan mulai bersandar di dinding koridor.


“Kenapa lagi, kau pasti menang, sayembara itu bukan apa-apa bagimu. Kau stranger paling kuat di kampus ini. Jangan menyerah. Tidak ada yang bisa mengalahkan si oneng Ei Ei. Lagipula ada Hesa yang bakal melindungimu di balik layar. Kau tak perlu takut dan risau. Kau beruntung, Hesa sangat mencintaimu, aku dengar semua wanita di kampus ini banyak yang mengaku-ngaku pacarnya dia. Padahal pacar dia yang asli kan kau.” Angel bicara seolah dia sangat bangga karena Ei-lah pacar Hesa yang sebenarnya dan tak terkalahkan dengan yang lain.


Namun yang disemangati tampak biasa-biasa saja. Malah Ei terlihat loyo tak bertenaga.


“Aku baru tahu, kalau jatuh cinta itu bikin susah, tapi terasa indah. Tapi nyesek juga, tapi bikin melayang juga … tapi …”


“Lah emang dia nggak pernah jatuh cinta. Dia ini kan oneng, suka nyomblangin orang tapi dianya sendiri nggak pernah pacaran. Sekalinya pacaran, eh identitasnya disembunyikan, kan kasian amat, ya.” Angel sengaja meledek Ei dan Ei langsung meliriknya. Namun yang dikatakan Angel memang tidak salah.


Selama ini Ei tidak pernah jatuh cinta, tapi selalu jadi orang pertama yang bahagia kalau ada temannya jadian. Ei juga jadi orang yang paling sedih kalau temannya patah hati. Ei bakal jadi orang pertama pula yang marah dan bikin perhitungan bagi orang ketiga yang suka merusak hubungan orang. Tapi ia sendiri, tidak pernah mencintai seseorang. Baru Hesalah yang bisa meluluhkan hati Ei hingga jadi seperti ini.


“Ya sudah, kalian pergilah makan-makan. Aku harus pergi latihan. Hesa sudah terlalu lama menungguku.”


“Kenapa dia tidak menjemputmu?” tanya Prety.

__ADS_1


“Akan mencurigakan kalau dia datang kemari dua kali tanpa alasan yang jelas. Tidak ada alibi baginya untuk menemuiku di sini. Bisa-bisa hubungan kami terbongkar. Hari ini saja, aku bakal jadi kejutan untuk Margareta selaku sainganku sebagai kandidat istrinya Hesa. Keluarga aristokrat itu sangat rumit. Benar-benar rumit. Sudah tahu kalau anaknya ini nekat menikahi wanita yang bukan pilihan keluarganya. Tinggal direstui saja apa susahnya, sih? Pakai acara sayembara segala. Mana sayembaranya kayak ujian pemilihan presiden pula. Latihannya aja ngalahin latihanya peserta olimpiade tingkat internasional.”


“Yah mau gimana lagi, begitu kau terpilih, kau akan menyandang gelar putri seperti putri Kate Middleton di Inggris. Anggap saja begitu. Makanya seleksinya ketat,” timpal Prety.


“Sana pergi, nanti Pangeran Hesa ngambek loh!” goda Angel sambil mendorong tubuh Ei menjauh. Ketiganya berpisah di persimpangan jalan. Ei menuju parkiran sedangkan kedua temannya langsung hengkang ke tempat tongkrongan.


Seperti dugaan Ei, Hesa memang sudah menunggu di dalam mobil dan langsung tancap gas begitu Ei duduk disampingnya.


“Maaf terlambat, aku … berbincang-bincang sebentar dengan Angel dan Prety,” terang Ei sambil membenarkan sabuk pengamannya.


“Aku tahu, aku sudah lihat kalian tadi,” ucap Hesa sambil fokus menyetir. Entah kenapa Ei merasa Hesa agak jutek padanya.


“Apa kita akan pulang ke rumahku atau ke rumahmu?” tanya Ei. Ia lupa belum berpamitan dengan anak-anak asuhnya dan juga bibi Tarmi.


“Kita makan dulu, kau pasti lapar setelah mengerjakan ujian.” Hesa melajukan mobilnya keluar dari area kampus dan menuju sebuah tempat yang amat familiar bagi Ei.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2