Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 16 RatuKuyang


__ADS_3

Ketika Hesa memasuki kelasnya, ia sangat terkejut tak mendapati Ei di mana-mana dan hanya ada Angel dan Prety saja. hesa mencoba menghubungi E tapi gawainya dimatikan. Cowok itu memejamkan mata karena ia tahu, calon istrinya telah melarikan diri darinya bahkan sebelum sandiwara mereka di mulai.


Tanpa diberitahupun, Hesa langsung tahu, ada di mana Ei sekarang dan ia buru-buru memberikan tugas khusus pada semua mahasiswanya lalu segera pergi menyusul Ei. Dari kejauhan, ia melihat Iwan bergumam sendiri dan cowok itu mendekat ke arah ketua PA itu untuk mencari informasi, gunung mana yang bakal di daki Ei kali ini.


“Jadi kau yang membuat si Ei hiking dadakan?” tanya Iwan. “Kali ini kau apakan dia?” mata Iwan menatap lurus wajah tampan Hesa. Ia bakal jadi garda terdepan Ei kalau ada pria yang mencoba main-main dengan adik kelas kesayangannya.


“Aku bahkan belum mulai. Aku serius menjadikannya milikku, tapi dia tidak mau denganku. Padahal aku ini tampan, tapi dia malah lari dariku. Kalau kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?” Hesa balik bertanya.


Iwan tertawa dan malah semakin bingung dengan si EI itu. Ia kenal betul siapa Hesa. Dia adalah idola kampus yang sempurna meski banyak idol idol yang lainnya. Namun, Hesa ini istimewa. Dilihat dari sekilas saja, Iwan langsung tahu, Hesa bukan hanya trah keturunan Ningrat. Tapi ia juga punya sesuatu yang tidak diketahui orang lain bahkan keluarga ningratnya sendiri. Kharisma pangeran ningrat itu juga kuat. Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu kalau Hesa salah salah satu keturunan darah biru.


“Kau tahu betul kalau dia berbeda kasta denganmu, hubungan kalian takkan berhasil. Ei akan menderita bila kau libatkan dalam keluargamu.” Iwan mewakili perasaan Ei karena ia langsung tahu apa alasan Ei terus menghindari cowok tampan ini.


“Aku tidak peduli dengan perbedaan kasta kami. Dia takkan menderita. Sebaliknya, keluargakulah yang akan dibikin senewen olehnya.” Hesa tertawa dan Iwan juga ikut tertawa. Keduanya sama-sama paham seperti apakah Ei itu.


“Benar juga, anak nakal itu kan onengnya nggak ketulungan. Kau tidak salah pilih pasangan.” Iwan manggut-manggut setuju. “Akan kukejar dia sampai dapat dan kubuktikan kalau aku pantas untuknya. Itu kalau aku jadi kau!” Iwan berjalan dan menepuk pelan bahu Hesa. “Pangrango, jalur ekstrim. Itu jalur kesukaan Ei. Tapi … jika kau ingin menaklukkannya. Bawa dia ke bukit lembah kematian. Kau paham maksudku, kan?” bisiknya pada Hesa.


Sepertinya, Iwan mendukung kalau Ei jadi milik Hesa sekalipun mereka berbeda kasta. Padahal sebelumnya, ia bermaksud meminta Hesa untuk tak lagi mendekati Ei. Namun Iwan berubah haluan karena jawaban Hesa yang lumayan menghibur juga. Iwan penasaran apa yang dilakukan Ei ketika gadis bar bar itu masuk ke dalam keluarga ningrat Hesa.


Hesa tersenyum simpul dan sangat sangat paham informasi penting dari Iwan yang mengenal betul baik buruknya Ei. “Thanks, brays. aku pergi dulu.”


“Bilang pada Ei untuk memberikan nomer Lalisa padaku kalau kau bertemu dengannya,” pinta Iwan.

__ADS_1


“Akan kuberikan sekarang.” Hesa mengotak atik ponselnya dan bahkan 2 kontak sekaligus. “satu Lalisa asli, satunya lagi Lalisamu. Semoga berhasil!” ujar Hesa yang langsung bersemangat mendapatkan Ei kedalam jeratan cintanya berkat informasi akurat dari Iwan.


Sedangkan Iwan jangan ditanya, mulutnya melongo antara percaya dan tidak percaya. Ia mendapat dua kontak wanita paling the best dalam hidupnya. “Ini beneran nomer Lisa Blackpink bukan sih? Jangan-jangan Lisa Black rengginang,” gumam Iwan.


***


Sementara itu, Ei sampai di sebuah desa tepat di malam hari. Ia beristirahat di salah satu warung langganannya dan mencatat namanya di basecamp. Untuk menyamarkan keberadaannya agar tak dapat dilacak oleh Hesa. Ei menuliskan nama samara dengan sebutan RatuKuyang. Ei berharap, Hesa tidak sadar kalau nama itu adalah dia.


“Beres, dengan begini, si cunguk itu nggak bakal nemuin aku. Heran aja, dia selalu tahu di manapun aku berada. Tapi jelas dia nggak mungkin nyusul ke sini. anak mama kayak dia mana bisa hiking. Ini hanya jaga-jaga saja.” Ei bicara pada dirinya sendiri.


Hanya saja, gadis bar bar itu merasakan ada sesuatu yang beda di desa ini. Berbeda dari terkahir kali Ei datang kemari. Desa ini sekarang tampak sangat sunyi, sepi dan sedikit angker. Untungnya, Ei tak punya pikiran negatif sehingga dia memutuskan untuk bermalam di salah satu warung langganannya sampai menunggu fajar tiba. Sebab, tidak mungkin dia hiking seorang diri di malam hari.


Sayangnya, nasib buruk sedang menimpa Ei. Berkat nama samaran nyelenehnya, ia ditangkap penduduk desa dan dituduh sebagi kuyang penculik bayi orang. Gadis itu jelas sangat terkejut dan berusaha memberitahu mereka kalau dirinya adalah manusia tulen, bukan manusia jadi-jadian seperti yang dituduhkan padanya.


"Jangan pura-pura lagi kau wahai kuyang jadi-jadian? Sejak kau datang, tiba-tiba saja bayinya penduduk sini hilang! Kau mendaftarkan namamu di basecamp sebagai ratukuyang, siapa lagi kalau bukan kau yang jadi kuyang dan menculik bayinya bang zal!" tuduh salah satu warga.


"Astaga, itu cuma nama samaran, nama asliku sungguh bukan ratukuyang! Lihat wajahku! Apa mirip kuyang? Nggak kan? Wajahku mirip Dilraba Dilmurat tahu! Meski aku menulis nama ratukuyang, bukan berarti aku kuyang sungguhan! Si kuyang itu benar-benar mencemarkan nama baikku!" Ei membela diri dan meyakinkan semua orang kalau dia adalah manusia biasa dan bukannya kuyang seperti yang dituduhkan.


Untungnya, ada 2 orang yang Ei kenal kebetulan ada di desa itu. Ei meminta kedua pasangan tersebut untuk membantunya menjelaskan mengenai identitas asli Ei yang sebenarnya. Sebab, meski sudah ditunjukkan KTP oleh Fey, warga di sini tidak percaya juga dan hampir membuat Ei celaka.


"Refald! Fey! Kalian berdua ada di sini? Tolong aku, mereka menuduhku sebagai kuyang jadi-jadian padahal bukan!" rengek Ei dan Fey langsung mendekatinya lalu meminta warga untuk melepaskan cekalan tangan mereka.

__ADS_1


"Lepaskan dia Bapak-bapak yang terhormat, dia manusia biasa seperti kita. Bukan kuyang seperti yang kalian tuduhkan karena aku kenal baik dengannya," ujar Fey dengan lemah lembutnya.


"Bagaimana kalian bisa mengenalnya?" tanya salah satu penduduk yang masih belum mau percaya begitu saja sekalipun mereka mengenal baik Fey dan Refald dengan sangat baik di desa ini.


Sebab bagi penduduk desa, keberadaan Kuyang memang sangat meresahkan semua warga yang ada di desa ini mengingat lokasi daerah mereka diapit oleh berbagai banyak gunung dan bukit serta hutan rimba. Hal-hal mistis sangat kental terjadi di desa ini salah satunya adalah teror kuyang.


Untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan Fey itu benar, kenalan Ei mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto dan video Fey, Refald, dan Ei yang bernama lengkap Shreya Fayola Serendipity sedang berfoto bersama dengan anggota pecinta alam lainnya di seluruh negara ini kepada semua orang sebagai bukti bahwa gadis bar bar tersebut bukanlah kuyang.


"Kami pernah satu stranger ketika hiking di beberapa gunung. Wanita ini memang suka sekali naik gunung kalau waktu libur. Mungkin dia datang kemari disaat yang tidak tepat." Fey menatap Ei untuk meminta penjelasan kenapa dia naik gunung sendirian dan bukannya dengan yang lainnya.


Shreya alias Ei pun paham maksud Fey dan mulai menjelaskan meskipun tidak secara detail. "Ehm ... aku sendirian karena melarikan diri dari kejaran seseorang. Hanya gununglah tempat yang tidak akan bisa dia jangkau dengan mudah, makanya aku ke sini," terang Ei sedikit lega dengan kehadiran rekan strangernya. Sementara Refald cuma senyam-senyum saja sejak tadi.


"Siapa bilang?" teriak seseorang tiba-tiba dari kejauhan dan semua orang termasuk Ei, langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Mata Shreya alias Ei langsung terbelalak antara percaya dan tidak percaya melihat siapa yang mendadak hadir tepat didepan matanya. Wanita itu langsung terhuyung mundur saking lemasnya karena ia tidak menyangka, pria yang ia hindari setengah mati telah menemukannya di sini.


"Omegot got got, bagaimana bisa si codot itu kemari!" gumam Ei mulai memutar arah untuk melarikan diri lagi dari sini. Jangan sampai pria tampan yang sedang berjalan ke arahnya menangkapnya hidup-hidup.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Kalau di novel Refald, (Teror di Desa Angker) Ei dan Hesa sebagai cameo, kali ini Refald dan Fey yang jadi cameo di novel ini. Yang sudah baca Refald pasti tahu. Adegan ini ada di episode 67-68 dan disinilah lanjutan ceritanya.


__ADS_2