Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 98 Masa Lalu Ei


__ADS_3

Malam semakin larut, udara semakin dingin dan Ei mulai menggigil. Hesapun memeluk Ei agar tubuh gadis itu semakin hangat. Ia juga menambahkan ranting-ranting yang ia kumpulkan tadi sore ke dalam perapian agar apinya tetap menyala.


Kalau dipikir-pikir, tempat ini lumayan banyak di huni binatang. Ada beberapa suara binatang kecil dan burung. Bahkan saat ini terdengar suara burung hantu sehingga Ei merasa seperti menimbulkan kesan horror. Untungnya, Ei dan Hesa ini sama-sama anak gunung, jadi hal seperti ini sudah biasa mereka dengar.


“Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, kau harus jawab pertanyaanku.” Mata Ei menatap lurus wajah tampan Hesa. Sambil beristirahat di malam hari, keduanya saling mengobrol untuk melepas lelah karena besok pagi mereka harus melanjutkan perjalanan lagi.


“Ehm, tanyakan saja,” ujar Hesa.


“Sebagai keturunan ningrat, apa hidupmu bahagia?” tanya Ei dan Hesa langsung paham ke mana arah pertanyaan itu.


“Tidak juga, ada kalanya aku ingin menjadi rakyat jelata, seperti sekarang. Kau tahu sendiri aku sudah melepas gelarku, tak kusangka kini status sosialku jauh dibawah kekasihku.”


“Aku juga sudah melepas gelarku sejak lama, makanya aku mendapat hukuman seperti ini. Aku dianggap mencoreng nama baik keluarga dan menjadi seorang putri yang terbuang. Kita sama sekarang, tidak ada yang di atas ataupun dibawah.”


“Kau benar itulah kenapa aku tidak menyesal kehilangan segalanya demi bisa bersamamu. Sekarang jelaskan padaku, kenapa kau memilih kabur meninggalkan segala kemewahan yang kau punya daripada harus menikah dengan Koga. Apa ada pria lain yang kau cintai? Pastinya bukan aku karena saat itu, aku belum bertemu denganmu.”


Ei menghela napas panjang dan mulai menceritakan semua alasan kenapa ia memilih kabur dari Amerika dan tinggal di Indonesia. “Sejak kecil aku dan Koga tumbuh besar bersama. Kakekku dan kakeknya sepakat untuk menjodohkan kami berdua, tapi karena kami sering bersama-sama, aku hanya menganggapnya kakak seperti kakak laki-lakiku yang lainnya. Sejujurnya, perjodohan kami ditentang nenekku. Nenek ingin aku menikah dengan keturunan pribumi, bukan dengan Koga dan aku setuju dengan nenek meski aku belum bertemu dengan pria pilihan nenek. Sayangnya, kakek tetap ingin aku menikah dengan Koga.


“Di sekolah, Koga begitu perhatian padaku, dia siswa populer dan kepopulerannya membuatku semakin tidak nyaman bila bersamanya. Banyak bangsawan wanita lainnya menindasku hanya karena akulah satu-satunya wanita yang dekat dengan Koga. Padahal jujur aku tak punya perasaan apapun padanya. Dia baik sih, tapi tetap aku tidak suka. Aku lelah setiap hari mendapat tekanan dari paa penggemar Koga. Banyak yang memanfaatkan kecantikan dan gelar bangsawanku untuk kepentingan mereka sendiri. Bahkan mereka hampir saja membuatku kehilangan nyawa. Untunglah aku masih bisa selamat …”


“Apa maksudmu?” Hesa mengernyitkan alisnya dan setengah geram mendengar kisah kelam masa lalu Ei. Pembulian dan penindasan memang sudah biasa terjadi di mana-mana. Namun, Hesa tak pernah menyangka kalau Ei mengalami massa miris itu juga dan menjadi salah satu korbannya.

__ADS_1


Di kampus mereka yang lama, Ei dikenal sebagai wanita tangguh dan tegas meski suka bikin onar karena keonengannya. Siapa yang menyangka di balik itu semua Ei pernah bisa menjadi korban penindasan hanya karena kekasih Hesa itu disukai Koga.


“Lupakan saja, hal itu tidak penting lagi sekarang,” ujar Ei mencoba menenangkan Hesa. Bisa gawat kalau kekasihnya ini marah hanya karena kisah kelamnya di masa lalu. “Aku yang sekarang bukan aku yang yang dulu. Kalau dulu aku lemah, karena aku terikat dengan peraturan di keluargaku yang dituntut untuk tetap bersikap santun dan lemah lembut seperti Febi sepupumu. Itu bukan gayaku, makanya aku tidak tahan. Tapi sekarang, aku tidak akan mudah ditindas. Jadi kau tak perlu cari tahu soal mereka lagi.”


“Tidak bisa begitu, aku takkan memaafkan siapapun orang yang menyakitimu. Kalau kau tidak mau memberitahuku siapa-siapa mereka, aku bisa cari tahu sendiri selepas kita turun dari sini.”


Wajah Hesa tampak sangat marah. Ei terdiam, meski ia tidak mau memberitahu Hesa siapa saja yang dulu berbuat jahat pada Ei, Hesa tetap akan menemukan mereka dan pastinya buat perhitungan serta memberikan balasan setimpal.


“Kalau kau mencintaiku, kau tidak perlu melakukan apa-apa, apalagi sampai balas dendam. Aku akui, saat itu, aku mulai muak dengan kehidupan di sini. Untungnya aku juga belajar budaya dan mitos mitos seta peradaban sejarah di Jawa dari nenek moyangku dan aku ingin sekali tinggal di tanah kelahiran nenek. Tepat di hari pertunanganku, aku memutuskan pergi dan meninggalkan semuanya untuk memulai kehidupan baruku. Aku rasa … kau bisa tebak sendiri apa yang terjadi padaku setelahnya.”


“Kau bertemu dengan nenekku? Itulah kenapa nenek menyukaimu,” tebak Hesa.


Hesa menatap wajah cantik Ei yang tampak semakin bersinar diterangi cahaya perapian. Si tampan ini langsung memeluk kekasihnya saking gemas dan bangganya mencintai wanita luar biasa oneng ini.


“Mungkin itu sebabnya aku langsung jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Kau punya sesuatu yang membuatku tertarik padamu. Ada banyak wanita terbaik di dunia ini, tapi di mataku, hanya kaulah yang paling bersinar terang di antara semua wanita terbaik yang pernah ada. Ini murni pujian, bukan gombal.”


“Terimakasih, tapi aku tidak suka dipuji, kau itu lebay sekali.”


“Aku jujur kok, aku nggak lebay. Aku bersyukur kau menolak Koga, jika tidak, aku akan menyesal seumur hidup karena tidak bisa memilikimu. Tapi Ei Ei Sayang … kalau kau tidak suka tempat ini, kenapa kau kembali kemari?”


“Aku terlalu merasa bersalah pada keluargamu. Tidak seharusnya kita berbohong atas pernikahan palsu kita. Aku tak punya muka lagi menghadap nenek ataupun ibumu. Aku merasa aku bukanlah menantu yang baik untuk mereka. Makanya aku harus kembali kemari. Selain menghindari hujatan, aku juga ingin kau hidup tenang tanpaku. Tak disangka, kau malah datang ke sini mengejarku.”

__ADS_1


“Itu karena kau sudah ditakdirkan untukku sejak kau dilahirkan, kalau tidak, kau pasti bakal menerima Koga sebagai suamimu. Hanya orang tidak normal yang menolak Koga. Tapi penolakanmu tidak sia-sia kok, kau mendapatkan jauh yang lebih tampan dan keren darinya. Yaitu aku.” Hesa pasang wajah seimut mungkin sehingga membuat Ei tersenyum.


“Dasar narsis!” ujar Ei tapi tak dapat dipungkiri kalau yang dikatakan Hesa memang benar. Melepas pria setampan Koga dan mendapatkan pria gila sekelas Hesa.


Di malam yang syahdu ini, Hesa hendak memanfaatkan situasi dengan mencium mesra bibir Ei karena suasananya sangat mendukung sekali untuk beromantis ria. Namun, belum juga kedua bibir itu bersentuhan, Ei langsung berteriak kencang karena ia melihat ada seekor ular Python berukuran besar ada di balik punggung Hesa.


“Aaaarrgghhhh! Ular! Ada ular di belakangmu!” teriak Ei dan Hesa langsung balik badan sambil menyabet ranting kayu dari perapian yang menyala terang untuk mengusir ular Python tersebut.


Entah dari mana datangnya ular itu, Hesa dan Ei tidak tahu. Yang jelas ini sungguh mengagetkan keduanya yang mendadak didatangi ular Python besar dan merusak romantisme mereka.


“Tetap di belakangku Ei,” ujar Hesa hati-hati dan bergerak aktif melindungi Ei. Ular besar itu tidak bisa mendekati keduanya karena di tangan Hesa ada ranting kayu yang apinya menyala terang.


“Hesa … sepertinya … ular itu tidak berniat melukai kita, ada yang aneh dilehernya,” bisik Ei setelah dia mengamati pergerakan ular yang bergerak ke-kanan dan ke-kiri.


BERSAMBUNG


***


...BUTUH SARAN...


...Siapa yang setuju Refald dan Pak Po aku datangkan di sini angkat kaki ... eh salah ... angkat tangan🤭🤭...

__ADS_1


__ADS_2