Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 46 Amarah


__ADS_3

Setelah sukses membuat salah satu preman nyungsang di atas pohon, Hesa keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri Ei untuk memeriksa kondisinya. Pak asdos itu marah karena pipi Ei mengalami lebam. Napasnya bahkan naik turun dan bisa dirasakan Ei. Ini kali pertama Ei melihat Hesa semarah itu. Bahkan matanya sampai memerah saking marahnya.


“Aku tidak apa-apa, sungguh. Kau jangan khawatir. Ini hanya luka kecil.” Ei menenangkan suaminya agar jangan sampai lepas kendali. Yang penting Prety dan Angel selamat. Itu lebih dari cukup bagi Ei.


“Kecil bagimu, tapi tidak bagiku.” Hesa membelai lembut pipi istrinya dengan kilatan api kemarahan terpancar amat jelas dimatanya.


Tak terima temannya dibikin nyungsang di atas pohon oleh Hesa, preman satunya langsung menyerang Hesa yang sedang berdiri di depan Ei. Preman itu mengangkat senjata dan melompat ke atas kap mobil Hesa untuk menyerang suami Ei dari belakang.


Kemarahan Hesa yang sudah ada dipuncak ubun-ubun, tak bisa dibendung lagi. Hesa langsung balik badan dan dengan gerakan super duper cepat, ia menjegal kaki preman yang berdiri di atas kap mobilnya sampai preman itu jatuh tersungkur dengan posisi tubuh tetap di atas kap mobil.


Tak berhenti sampai di situ, Hesa melompat dan menumpukan satu kakinya di salah satu pintu mobil Hesa agar posisi tubuhnya bisa melompat jauh lebih tinggi dan ia langsung terjun bebas menindih dada sang preman yang terlentang dengan satu sikunya sementara tubuh Hesa menekan kepala si preman sampai preman tersebut muntah darah sebelum akhirnya pingsan.


Saking kerasnya hantaman Hesa pada tubuh preman itu, mobil Hesa sampai mengeluarkan asap tebal dari dalam mesin. Ia benar-benar melampiaskan amarahnya karena si preman-preman ini telah berani melukai wanita yang dia cinta.


Aksi Hesa sungguh membuat Ei menganga begitupula dengan Angel. Ternyata, dibalik sifat charmingnya si asdos, tersimpan jiwa gangster yang bahkan mungkin lebih kejam dari ketua gangster di kampus ini. Siapa lagi kalau bukan Leopard. Dan Ei baru tahu sekarang, Hesa yang kalem, cool dan charming, ternyata bisa garang dan seram juga mirip seperti monster kalau sedang kalap.


“Ei, yakin cowok itu Hesa? Kok beda banget? Apa dia kerasukan setan kampus, ya?” bisik Angel pada temannya. Tangannya gemetar melihat kemarahan suami sahabatnya.


“Aku juga tidak tahu, kayaknya sih iya … mungkin dia sedang kerasukan jin Tomang.” Ei jadi ngeri-ngeri sedap menyaksikan betapa kejamnya suaminya saat mengeksekusi preman yang tadi memang sempat memukul pipi Ei hingga lebam.


Hesa kembali berdiri dan menatap dingin semua preman yang ada di sini. Dia melompat ke salah satu preman yang masih sadar dan langsung mencengkeram kerahnya kuat-kuat.

__ADS_1


“Siapa yang menyuruh kalian datang kemari? Katakan? Jika tidak, saat ini juga akan kukirim kalian semua ke alam baka. Bukan ke penjara,” ancam Hesa. Matanya merah menyala dan bikin ciut nyali lawannya.


“I-Itu … yang menyu-ruh kami … adalah … dia!” sang preman langsung menunjuk wanita yang baru saja datang bersama dengan Prety. Hesa sangat terkejut karena wanita yang ditunjuk si adalah Sulis. Rekan satu kelompok Hesa sendiri.


Tak hanya Hesa yang terkejut, tapi juga Ei, Angel. Apalagi tangan Prety diikat oleh teman-teman Sulis dan kondisi teman Ei satu itu sedang menangis dalam diam. Sungguh Hesa tidak pernah menyangka. Rupanya, dalang dibalik masalah ini adalah rekan Hesa sendiri. Bukan orang lain, bukan Margaret ataupun ayah Hesa. Melainkan orang terdekat Hesa.


Suami Ei itu melepas cengkeraman tangannya dari kerah baju si preman yang sedang ketakutan dan Hesa sengaja membiarkan para preman-preman itu pergi begitu saja. tidak benar-benar dilepaskan sih, Hesa sudah mengutus pengawalnya untuk menangkap preman-preman itu diam-diam dan membawanya ke markas rahasianya. Tentunya, tanpa sepengetahuan siapapun. Semakin misterius sekali si Hesa ini kalau dia sudah marah.


Mata Hesa menatap lurus wanita yang tadi sempat menghalang-halangi langkahnya dan juga hampir saja menjebaknya. Ternyata, Sulis jauh lebih licik dari semua para fans fanatik Hesa. Margaret ataupun saingan Ei yang lain saja tidak berani melakukan hal serendah ini walau Margaret langsung mengadu pada ayah Hesa.


Hal itu wajar karena sejak awal Margaret memang memang menantu yang diinginkan ayah Hesa karena dia juga salah satu keturunan bangsawan kari keluarga lainnya. Makanya, dia menjadikan ayah Hesa sebagai tameng untuk mendapatkan suami Ei.


“Kok aku? Kan mereka nyerang kalian terlebih dulu. Aku hanya menyelamatkan kalian. Darimana si … siapa tadi? Nyi Blorong? Kok dia bisa tahu kalau akulah pacarnya Hesa.”


“Gini, sewaktu kamu nggak masuk, pak asdos sering nanyain kamu. Setiap ada jam kosong, dia datang ngajak aku dan Prety ngobrol soal kamu. Ya … mungkin dari situ si nyi blorong ngira kalau pacar Hesa adalah salah satu dari kita.”


“Ooohh … jadi Hesa tahu semua hal tentangku itu dari kalian berdua. Wuah … bener-bener kalian ini teman sejati yang setia kawan, ya!” geram Ei sambil memukul-mukul kepalan tangannya sendiri.


“Eits jangan salah paham. Sebelum kami buka mulut, suamimu udah tahu semua hal tentang kamu, kok. Bahkan hal yang kami tidak tahupun dia tahu. Harusnya aku dong yang marah, Hesa kenal kamu berapa lama sih? Kita saling kenal berapa lama? Kok dia bisa tahu semua hal tentang kamu sementara aku dan Prety nggak?” ganti Angel yang malah geram dengan Ei. Ia juga memukul kepalan tangannya sendiri sama seperti yang dilakukan Ei.


Ei sendiri lupa kalau memang ada rahasia besar yang tidak diketahui teman-temannya tapi diketahui oleh Hesa. Gadis oneng itu jadi nggak enak sendiri dan malah pamer senyum kuda. Nggak jadi marah.

__ADS_1


“Aku juga nggak tahu darimana dia tahu semuanya tentangku. Tapi masalahnya bukan itu sekarang, coba kamu lihat mata Hesa. Kayaknya dia benar-benar marah. Kamu bener deh, Ngel. Hesa sedang ketempelan. Entah jin Tomang mana yang nempelin dia.” Ei mencoba mengalihkan pembicaraan supaya Angel tidak marah lagi.


Masalah yang terjadi di sini semakin runyam. Sebab, Sulis ternyata menggunakan Prety sebagai sandra. Nggak jelas tujuan Sulis itu sebenarnya apa. Ei jadi ikutan kesal melihat tingkah Sulis yang amat sangat kekanak-kanakan. Mungkin cewek itu kebanyakn nonton drakor yang bergenre thriller, makanya jadi psiko gitu.


“Tetap disitu Hes. Atau … gadis ini bakal mati,” ancamnya. Otaknya sepertinya sudah gila. Padahal ini adalah wilayah orang-orang berpendidikan, tapi sepertinya Sulis mengalami kelainan otak sehingga tak bisa berpikir jernih bahwa tindakan yang ia lakukan ini sangat salah dan merugikan dirinya sendiri.


Ei ingin membantu temannya, Prety sudah gemetar karena lehernya ditodong sebuah pisau kecil. Jika sampai pihak kampus tahu, maka habislah si Sulis itu. Ia bisa di DO secara tidak hormat dan pastinya itu sangat disayangkan karena ia termasuk salah satu mahasiswa semester akhir dan sebentar lagi lulus kalau ia sudah merampungkan semua mata kuliahnya termasuk skripsi.


Sayangnya, Ei tidak bisa melakukan apa-apa karena ia tak ingin identitasnya sebagai orang terdekat Hesa terpublis di kampus ini dan itu akan berdampak negatif pada hubungan keduanya. Apalagi, sebentar lagi akan berlangsung sayembara pemilihan calon putri pendamping hidup Hesa. Tidak mungkin, kan kalau semua orang tahu bahwa Ei dan Hesa telah menikah walau pernikahan itu palsu.


“Dia bukan pacarku. Kau salah menyandra dan menyerang orang,” ujar Hesa hati-hati. Ia bersyukur Ei tidak ikut campur sehingga mempermudah Hesa mengatasi masalah ini. Hesa sangat marah sebenarnya, tapi ia taj mau bertindak gegabah demi melindungi Ei agar tidak tertimpa masalah.


“Oh iya? Kalau begitu … pasti salah satu dari mereka berdua.” Sulis menatap ke arah Ei dan Angel berdiri sambil tersenyum sinis. “Beritahu aku siapa si Oneng yang membuat Hesa berlari kemari! Cepat!” desak Sulis dan menekan leher Prety sambil menancapkan pisau itu di kulit lehernya.


Prety sangat ketakutan dan Ei hampir saja melompat hendak berlari ke tempat Prety kalau saja tangan Angel tidak menahannya. Angel memberi kode pada Ei agar tidak ikut campur.


“Percayakan pada suamimu Ei. Itu jauh lebih baik. Jangan sampai orang lain tahu bahwa kau … adalah istrinya.” Mata Angel menatap tajam mata Ei yang tak tega melihat Prety tersiksa.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2