Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 78


__ADS_3

Hesa langsung tersenyum tipis melihat Ei yang tak sadarkan diri dalam dekapannya. Namun, Hesa juga tahu kalau kekasihnya ini hanya pura-pura untuk menghindari tanggungjawab. Dihadapan banyak orang yang menatap bengong kea rah Hesa dan Ei, sang ketua gangster pun berlagak sok mesra. Ia membelai lembut pipi merah merona Ei yang berakting pingsan.


“Buka matamu, Darling … atau … terpaksa aku memberikan bantuan udara melalui bibirmu,” bisik Hesa mesra dan ia memang sudah mau mencium Ei.


Seketika, mata Ei terbuka dan mendelik menatap Hesa. Ia malu habis sekarang, aktingnya gagal dan terpaksa membuka mata daripada dicium Hesa di depan banyak orang. Ei mencoba menjauhkan diri tapi tangan Hesa tetap memeluk tubuh Ei sehingga mereka berdua serasa sangat lengket seolah tak terpisahkan lagi.


Suara sorak sorai menggema di seluruh area taman layaknya konser BTS dadakan. Mereka berteriak setelah melihat Ei sudah sadar dan sedang dipeluk erat sang idola kampus. Hesa pun meminta mikrofon dan menenangkan mereka semua dengan suara emasnya.


“Kalian semua tenanglah.” Hesa berbicara dan ajaibnya, semua penggemarnya mendengarkan. “Seperti yang kujanjikan di situs forum tadi malam. Aku akan memperkenalkan wanita pujaan hatiku sekaligus belahan jiwaku. Lihat dia baik-baik dan jangan sampai kalian macam-macam dengannya karena jika itu terjadi, kalian semua akan berurusan denganku.”


Para penggemar Hesa langsung diam dan semua kaum hawa langsung patah hati internasional. Sebab, idola mereka telah menemukan cinta sejatinya. Cantik pula, mereka jadi minder melihat kecantikan Ei yang tampak serasi dengan Hesa.


“Kenapa kau bicara seperti itu? Aku jadi tidak nyaman sekarang?” ujar Ei sambil menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya.


“Ini adalah janji yang pernah kuucapkan padamu. Mungkin kau lupa kalau aku pernah bilang bahwa akan kujadikan kau milikku di depan semua orang yang ada di seluruh penjuru dunia. Dan inilah saatnya.”


“Masa sih? Kok aku nggak ingat. Ah sudahlah, bisa bawa aku pergi dari sini? Aku risih karena semua orang menatapku seolah ingin membunuhku.”


“Tidak akan ada yang macam-macam denganmu, aku sudah bilang tadi.”


“Itu menurutmu, apa kau tidak lihat tatapan para wanita yang ada di taman ini? Mereka sudah memikirkan seribu macam cara untuk memisahkanku darimu.”


Hesa terdiam, dia menatap lembut wajah Ei dan membuat baper semua orang. “Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita sekalipun mereka menggunakan berbagai macam cara. Hatiku dan hatimu sudah menjadi satu Ei. Apa kau tahu kenapa kuminta kau menyatakan cinta padaku di depan mereka semua? Karena sudah saatnya dunia tahu seperti apa hubungan kita bak adam yang bertemu kembali dengan Hawa setelah mereka dipisahkan. Setelah itu, mereka hidup bahagia sampai maut memisahkan mereka. Aku ingin kita juga seperti itu Ei, setelah ini … kau dan aku akan hidup bahagia selamanya. Dan merekalah yang menjadi saksi bersatunya cinta kita berdua.”

__ADS_1


Di luar dugaan, Hesa berlutut dan mengambil sebuah kotak cincin berlapis emas. Di hadapan para penggemarnya yang bejibun … Hesa membuka kotak cincin itu dan menyodorkannya pada Ei.


“Shreya Fayola Serendipity, maukah kau menjadi kekasihku, lalu jadi tunangan dan menjadi istriku bila sudah tiba waktunya dan kau sudah siap lahir batin kuhalalkan,” seru Hesa dengan lantang dan berteriaklah semua kaum hawa melihat Hesa melamar kekasihnya di depan mereka semua.


Jelas ini kejutan yang amat luar biasa. Yang di lamar siapa, yang histeris dan shock siapa. Teriakan kaum hawa yang ada di sini bergemuruh bagai petir mengamuk di siang bolong. Ada yang tidak terima ada yang mendukung. Yang tidak terima langsung pergi begitu saja. namun, bagi yang bisa menerima, mereka menunjukkan dukungan dengan meneriakkan kata ‘terima’.


Mereka yang mendukung Hesa, meminta Ei untuk menerima lamaran Hesa. Sedangkan Ei, jangan ditanya … niat hati mau katakan cinta, lah malah dia yang jadi dilamar kekasih hati tercinta. Dengan cara yang tak biasa pula. Wanita mana yang tak berbahagia mendapat perlakukan yang begitu istimewa dari pria yang dicintainya.


Air mata Ei langsung mengalir sendiri seolah tubuhnya bereaksi saat merasakan kebahagiaan tak terkira. Lamaran Hesa nyata, dan bukan sandiwara seperti sebelumnya. Bahkan Hesa melakukannya di tempat terbuka dan di universitas ternama pula. Di mana universitas ini dipenuhi dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia.


“Terima! Terima! Terima!” seru mereka semua dengan lantang. Gelora stadion sepak bola saja kalah ramai dengan suara teriakan pendukung Hesa.


Ei memang tak langsung menjawab karena dia sangat bingung dan linglung. Ia berusaha keras agar tidak pingsan supaya tak merusak acara lamaran Hesa yang ditujukan padanya. Ei masih menangis haru. Tapi ia berusaha untuk menyeka air matanya karena Hesa masih setia menunggu dengan sabar jawaban dari Ei.


Dengan hati berkecamuk, antara bahagia dan juga terkejut, Ei ikut berlutut mensejajarkan diri dengan Hesa sambil menyerahkan bunga yang ia petik sembarangan. Hesa menerima bunga pemberian Ei dengan satu tangan karena tangan satunya masih memegang cincin.


“Katakan saja,” ucap Hesa siap menerima apapun.


“Kau tahu aku oneng kan?” tanya Ei.


Hesa tersenyum. “Iya, aku tahu.”


“Aku selalu bikin onar dimanapun aku berada. Aku adalah biang rusuh bagi siapa saja yang ada didekatku.”

__ADS_1


“Aku tahu itu.”


“Aku tomboy, aku tidak bisa masak dan aku suka melakukan apapun sesuka hati, keras kepala dan sulit menurut kalau dibilangi.”


“Itu aku sudah tahu. Aku tahu semua yang ada didirimu baik itu segi positif maupun negatifnya. Aku mencintaimu apa adanya Ei. Tak peduli meski kau berubah jadi setan sekalipun, aku tetap mencintaimu.”


“Kenapa kalimat terakhirmu terdengar tidak menyenangkan?” protes Ei.


“Itu hanya perumpamaan Sayang. Kalau kau jadi setan, maka aku akan jadi iblisnya. Hehe …” dalam situasi seperti ini, Hesa sempat-sempatnya mengajak Ei bercanda. Candaan yang garing pula.


“Sungguh kau tidak keberatan dengan semua kekuranganku?” tanya Ei sekali lagi untuk memastikan.


“Tidak … aku mencintaimu, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Itu sudah mutlak, tak bisa diganggu gugat lagi. Cintaku padamu harga mati. Tak bisa ditawar-tawar lagi.”


Jawaban Hesa membuat Ei benar-benar terharu sampai ia tak bisa berkata-kata lagi. Ia langsung memeluk Hesa sambil berlinang air mata.


“Iya … aku bersedia. Aku terima cintamu. Aku ingin menjadi kekasihmu, tunanganmu, dan istrimu kelak, karena aku … amat sangat sangat sangat mencintaimu lebih dari apapun yang ada di dunia ini.”


Akhirnya … kata cinta itu keluar juga dari mulut Ei dan Hesa langsung membalas pelukan kekasihnya diiringi tepuk tangan meriah dari seluruh para saksi hidup menyatunya cinta Ei dan Hesa.


Cincinpun disematkan Hesa di jari manis Ei sebelah kiri dan si ketua gangster itupun menggendong wanitanya keluar area taman untuk menikmati privasi mereka sebagai pasangan kekasih yang kekal abadi sepanjang masa.


“Semoga kalian bahagia! Hesa ... aku kecewa padamu … tapi I love you … kau punya kekasih yang cantik! Untung saja dia cantik, kalau tidak, aku pasti akan merebutmu darinya.” itulah seruan para fansnya Hesa saat sang idola melintas di hadapan mereka semua.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2