Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 81


__ADS_3

Mungkin mereka mengira kalau Ei penyuka wanita juga. Padahal nggak. Ei hanya takjub bisa bertemu dengan kekasih salah satu aktor favoritnya. Baru kali ini juga, para rekan Hesa melihat ada wanita seantusias itu pada rekan kerja wanita mereka. Biasanya, para prialah yang digandrungi banyak wanita, tapi ini malah sebaliknya. Ei lebih kagum pada Cheng Xiao ketimbang pada yang lainnya.


Hesa menarik tangan Ei dan menatapnya kesal. “Kau tidak cemburu?” tanyanya.


“Maksudmu aku? Cemburu? Cemburu pada siapa, ya?” Ei balik bertanya karena bingung dengan pertanyaan Hesa. Atas dasar apa dia harus cemburu.


“Aku bicara sok akrab pada wanita lain? Kau tidak keberatan?”


Ei menatap Hesa bingung, ia putar arah melihat wanita yang ia yakini sebagai kekasih Kai, salah satu aktor cogannya Ei. Bukan aktor Korea, tapi aktor China. Gadis itu melihat rekan Hesa dan Hesa sendiri secara bergantian.


“Aku tidak tahu kenapa kau ingin aku cemburu, sejujurnya aku sangat senang banget akhirnya bisa lihat langsung kekasihnya Kai. Gila nggak sih? Kekasihnya Kai ada di sini. di depan mataku. Kalau saja aku cerita pada Angel dan Prety mereka nggak akan percaya.” Ei berjingkat-jingkat mengagumi kecantikan Cheng Xiao. Ia bahkan memberikan symbol hati ala Korea pada rekan wanita Hesa sambil berkata, “Semoga langgeng dengan Kai ya … aku suka lihat kalian bersama.” Ei bertepuk tangan dan Hesa menahan napas dalam-dalam begitupula dengan para rekan kerja Hesa yang berjenis kelamin pria.


“Apa kita harus ganti kelamin, kakak ipar malah mengagumi si Sonia,” gumam alah satu rekan kerja Hesa.


“Kayaknya sih begitu, baru kali ini, pamor kita dikalahkan oleh seorang Sonia,” tambah yang lainnya.


“Diam kalian! Aku bisa dengar!” cetus Sonia dan ia kembali duduk di kursi kebesarannya untuk melanjutkan misi tanpa memedulikan keberadaan Ei dan Hesa di sini.


Rupanya, nama lain dari Cheng Xiao adalah Sonia. Mereka semua yang ada di sini punya identitas ganda. Di luar mereka menggunakan identitas lain untuk menyamarkan diri agar tidak dicurigai kalau mereka adalah seorang hacker yang sedang jadi incaran seluruh kelompok-kelompok tertentu di jagad raya.


Penyamaran identitas mereka begitu sempurna, mereka biasa dikenal sebagai pahlawan dunia maya. Mereka sering menyelamatkan orang-orang yang jadi korban kriminalitas para hacker yang menyalahgunakan kemampuan dan keahlian mereka untuk hal negatif. Pasukan Hacker Hesa ini juga sering membantu aparat penegak hukum untuk melacak para kriminal kelas kakap sehingga mereka tak pernah ditangkap meski sering bikin heboh di jagad dunia maya.


Mendadak, bunyi alarm berbunyi dan di layar besar muncul peringatan pemberitahuan berita seputar Ei dan Hesa. Seseorang mencoba memviralkan aksi lamaran Hesa pada Ei dan dilebih-lebihkan bahkan direkayasa seolah itu adalah tontonan terburuk yang tak patut di contoh.


Dalam video itu, tampak seperti Hesa sedang membuka baju di depan umum dan memaksa Ei agar buka baju juga. Jelas itu jauh dari kenyataan dan fakta di lapangan. Hesa dan Ei tak pernah melakukan seperti yang dituduhkan.

__ADS_1


“Ada yang mencoba menjatuhkan nama baik kalian dengan video editan ini. Enaknya, orang itu kita apakan?” tanya Sonia pada Hesa.


“Habisi saja seperti biasanya. Kulik kelemahannya dan sebarkan agar seluruh dunia tahu bobroknya. Tak ada manusia sempurna di dunia ini,” jawab Hesa sambil tersenyum.


“Siap Big Hit!” seru yang lainnya dengan penuh semangat 45678910.


Kelompok satu, bertugas membobol data pribadi akun yang menyebar berita hoax soal Hesa dan Ei, kelompok kedua, mengamankan semua berita hoax itu agar tidak mencuat keluar. Dan kelompok ketiga, mulai bersiap-siap mencuri semua rekening akun tanpa sisa. Sedangkan Sonia, mengamankan jaringan mereka agar tak terdeteksi oleh alat pelacak manapun yang ada di dunia ini.


Semua orang sedang fokus pada tugas dan kewajiban mereka masing-masing. Jari jemari mereka sangat terampil mengotak atik komputer. Hesa memakai headset dan menghubungi Keem yang ada di luar markas.


“Kau bisa dengar aku?” tanya Hesa pada Keem secara via telepon. “Lakukan penutupan sedikit, di mana posisimu?”


“Di pusat kota, aku sudah menghubungkannya, seluruh layar besar yang ada di dunia akan menampilkan pertunjukan waow dalam durasi 3 menit. Itu cukup untuk menghancurkan si pemilik akun,” jawab Keem dari seberang sana.


“Oke! Aku akan melanjutkan misiku, bye!” Keem menutup panggilannya dan Hesa tersenyum puas dengan cara kerja timnya.


Meski tak begitu paham soal IT dan dunia perhackeran, Ei sangat takjub melihat semua hal yang ada di sini. Ia sampai tak bisa berkata-kata. Hesa sangat hebat saat memimpin anak buahnya. Si tampan itu juga menjegal berita tentang mereka berdua yang sedang viral agar tak mencuat keluar. Kalaupun ada yang sudah rilis, para tim Hesa ini dengan mudah menghapusnya dan mematikan pemilik akun sampai mereka tak bisa bikin akun lain lagi.


Mereka yang hendak menjatuhkan nama baik Ei dan Hesa dibuat tak berkutik. ATM mereka dibekukan, seluruh tabungan habis dikuras tanpa sisa dan yang terakhir, borok mereka diungkap di hadapan publik sehingga mungkin pemilik akun itu tak punya muka lagi untuk menampakkan wajah mereka di depan umum.


Dalam hitungan detik, hidup sang pemilik akun yang mencoba merusak citra Hesa dan Ei berubah seketika bagai di neraka. Mereka terkana sanksi sosial yang begitu kejam dan secara cepat langsung dikucilkan oleh masyarakat. Hal itu membuat para pembenci Ei dan Hesa yang hendak berbuat jahat di dunia maya mengurungkan niatnya daripada masib mereka sama seperti nasib pemilik akun yang mencoba menjatuhkan Ei dan Hesa.


“Beres!” seru tim satu bersorak sorai. Mereka bahkan berselebrasi seperti anak kecil yang baru menang kuis.


“Tim dua juga beres!” si kembar tak mau kalah, mereka menunjukkan selebrasi dengan menyanyikan lagu cintaan Hodsey.

__ADS_1


Sedangkan tim 3 sih santai karena Kirill sendirian. Coba kalau ada Keem, mereka mungkin juga pasti menunjukkan performa mereka.


“Sudah masuk ke rekening kalian masing-masing! Silahkan periksa!” ujar Sonia dan membuat Ei menutup mulutnya dengan kedua tangan apalagi saat Hesa membuka ponsel dan sengaja memperlihatkannya pada Ei.


“Akan kukirimkan semuanya pada Bi Tarmi untuk kebutuhan anak-anak panti asuhanmu. Mereka bisa membangun panti asuhan lebih banyak lagi,” ujar Hesa dan Ei langsung menghadiahinya dengan pelukan erat.


Ei menangis dan tak percaya. Nominal itu terlalu besar dan Hesa memberikan semuanya tanpa pamrih. Ei sungguh tidak tahu harus berkata apa jadi ia hanya bisa menangis sesenggukan. Hesa melakukan semua hal jauh lebih baik dari apa yang Ei lakukan.


Semua orang yang ada di ruangan ini jadi bingung melihat Ei bukannya bahagia, tapi malah menangis sesenggukan begitu.


“Ei, sudahlah … jangan menangis, mereka kira aku memutuskan hubungan denganmu,” ujar Hesa mencoba menenangkan kekasihnya.


“Meskipun kau memutuskanku, aku akan memaksamu kembali padaku. Kau itu manusia apa bukan sih? Kenapa kau begitu baik?” isak Ei.


“Karena aku punya kekasih yang baik hati juga. Tidak hanya wajahnya yang cantik, hati dan jiwanya bak malaikat tak bersayap sesungguhnya. Berkatmu, akan ada banyak anak-anak terlantar dari seluruh penjuru dunia punya rumah dan masa depan. Aku bangga memilikimu disisiku, Ei. Jadi jangan menangis oke. Sulit menebus air mata yang sudah keluar ini …”


Tanpa permisi Ei langsung memberi ciuman manisnya di bibir Hesa sehingga kekasihnya itu berhenti bicara. Para rekan Hesa langsung menutup mata. Bukan mereka sendiri yang menutup mata mereka, melainkan tangan rekan-rekannya.


Slava, menutup mata Chepury, Chepury menutup mata Hoodey, Hoodey menutup mata Hodsey, Hodsey menutup mata Lyric, Lyrick menutup mata Kirill dan Kirill hanya diam karena dia berdiri paling ujung.


Mata Slava sendiri ditutup oleh Sonia. Hanya gadis itu saja yang menyaksikan keuwuan Hesa dan Ei yang sukses bikin iri siapa saja yang melihat.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2