Istri Pilihan Pangeran Ningrat

Istri Pilihan Pangeran Ningrat
BAB 44 Bayaha


__ADS_3

Sepulang kuliah, Margaret datang ke rumah Hesa dan mengadu pada Savatinov tentang apa yang terjadi di kampus dan yang ia lihat saat Ei keluar dari dalam mobil Hesa. Margaret adalah putri rekan bisnis Savatinov dan berasal dari keluarga kaya raya. Makanya ayah Hesa ingin Margaretlah yang menjadi menantunya. Bukan gadis biasa seperti Ei.


Namun, semua rencana itu gagal ketika Hesa membawa pulang Ei kerumahnya dan sudah menikahi Ei tanpa izin darinya. Tentu saja hal itu masih dirahasiakan Savatinov dari orang-orang luar agar bisnisnya tetap lancar jaya. Pernikahan Hesa hanya diketahui oleh orang-orang terdekat Hesa dan Ei saja. Yang lainnya tidak ada yang tahu. Pihak keluargapun setuju sampai acara sayembara pemilihan calon putri istri Hesa selesai digelar.


“Gimana nih, Om. Kok Hesa cuek banget ya Om sama aku. Dan aku yakin sekali kalau Ei keluar dari dalam mobil Hesa. Apalagi di kampus, Hesa digosipkan punya pacar. Aku udah jelasin ke semua orang kalau akulah calon istri Hesa. Tapi nggak ada yang percaya, karena Hesa nggak pernah anggap aku ada Om.” rengek Margareta di depan calon mertuanya.


Mendapat pengaduan seperti itu, tentu saja Savatinov murka. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa, karena Ei sudah menjadi istri Hesa dan terdaftar sebagai salah satu kandidat calon putri selanjutnya bersaing dengan Margareta tentunya.


“Jangan khawatirkan itu Margaret, kau bisa jadi istri Hesa yang sah, kalau kau memenangkan sayembara ini. Semua step sayembara yang akan dilombakan, akan kuberitahukan terlebih dulu padamu supaya kau bisa memenangkan pertandingan. Kali ini, di jamin. Tidak akan ada yang bisa mengalahkanmu karena hanya aku yang tahu. Buahahahahaha! Gadis kucing garong itu takkan pernah bisa jadi menantuku sekalipun Hesa mencintainya.” Savatinov tertawa keras karena ia yakin bisa mendepak keluar menantunya yang sekarang. Iapun sudah tak sabar untuk segera melaksanakan sayembara pemilihan calon putri sebagai istri pangeran ningrat Mahesa Arleon Savatinov Rajasanaghara.


Margaret juga lega karena ia punya dukungan penuh dari sang calon papa mertua sehingga ia bisa tersenyum licik dimana sebentar lagi, dialah yang diyakini bakal memenangkan sayembara dan terpilih menjadi istri Hesa.


***


Ujian hari kedua akhirnya selesai. Ei keluar lebih dulu dan tampak buru-buru. Ia janjian dengan Hesa di taman belakang kampus agar tak dilihat banyak orang kalau mereka pulang bersama. Setelah itu, mereka berdua pulang ke rumah Ei untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak panti. Selain itu juga, Ei harus mulai pelatihan sebagai calon putri alis istri Hesa.


Angel dan Prety hanya saling pandang melihat tingkah aneh sahabatnya yang tak seperti biasa. Ei tampak sangat buru-buru. Ia juga belum menjelaskan apa-apa pada kedua temannya kalau dirinya dan Hesa sudah saling cinta.


“Si Oneng itu aneh sekali? Apa terjadi sesuatu?” bisik Prety pada Angel.


“Kayaknya dia sibuk banget. Sejak jadi istri palsunya si pak asdos, Ei jadi berubah banyak. Makin oneng aja dia. Apa … kita perlu bantu dia?”

__ADS_1


“Jangan, nanti pak asdos marah kalau kita ikut campur urusan mereka. Ingatkan, suami Ei hanya minta kita dukung dia saja dan tetap merahasiakan hubungan mereka sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan.” Prety mengingatkan.


“Mereka itu pasangan Tom and Jerry dunia nyata. Selalu saja kejar-kejaran dan bertengkar. Nggak kebayang yang tinggal bareng sama mereka. Pasti kepalanya puyeng.” Angel terkekeh Pretypun ikut tertawa juga. Secara, mereka berdua kenal baik Ei itu seperti apa.


Namun, nasib apes menimpa kedua sahabat Ei di mana dosen pengawas menghampiri meja mereka berdua yang memang saling berdekatan sehingga bergosip ria. Dosen tersebut langsung mengambil LJK Angel dan Prety secara paksa tak peduli keduanya sudah selesai mengerjakan soal ujian apa belum.


“Keluar!” bentak dosen itu. Dan dua sahabat Ei ini hanya bisa pasrah setelah diusir keluar dari ruang ujian.


“Sial benget sih kita,” gerutu Angel, “mana yang aku jawab baru 5 soal. Huaaa … alamat bakal gagal aku.” Angel tertunduk lesu sambil merengek. Gara-gara ghibahin si oneng Ei, mereka malah kena getahnya sendiri.


“Sabar … ini ujian hidup kita. Nggak Cuma sekolah aja yang ada ujiannya. Hidup kita juga perlu diuji. Kamu masih mending jawab 5 soal, lah aku, tak satupun soal-soal itu terjawab. Soalnya susah banget dan aku nggak hafal rumus serta nama-nama logam kimia. Astaga, sepertinya aku salah ambil jurusan.”


“Aku juga kayaknya. Tapi kok si Oneng Ei cepet banget ngerjain soal-soal ujiannya, ya? Otak anak itu sebenernya terbuat dari apa sih?” Angel heran. “Dari dulu Ei itu nggak pernah belajar dan sibuk kerja paruh waktu. Tapi nilai-nilainya selalu saja bagus. Walau tulalit tapi kalau soal pelajaran otaknya berubah jadi otaknya Albert Einstein. Aneh nggak sih?” tanyanya pada Prety.


Sepertinya, Prety tampak lebih stress daripada Angel. Apalagi kalau tahu sahabat yang mereka anggap paling oneng selalu mendapat ranking 1 dikelasnya. Mereka berdua sama-sama meratapi nasib sial mereka.


Tak disangka, tiba-tiba saja, para preman kampus bayaran datang entah darimana dan langsung membekap mulut kedua teman Ei lalu membawa paksa mereka berdua ke belakang kampus di mana Ei sedang menunggu Hesa di sana.


“Lepasin!” teriak Angel saat mereka semua tiba di halaman belakang kampus dan disebelahnya ada taman tempat Ei berada sekarang. “Kalian mau apa, ha? Kenapa bawa kita kemari!”


Angel dan Prety dikepung banyak sekali preman. Kalau dilihat dari penampilan mereka, sepertinya mereka bukan berasal dari daerah sini. Ei yang melihat kejadian itu tentu tidak terima bila temannya dalam bahaya.

__ADS_1


Begitu salah satu preman itu hendak menyentuh tubuh Angel dan Prety, Ei berlari sangat kencang dan melompat tinggi dengan kaki siap menendang kepala salah satu preman yang hendak menyerang kedua temannya. Serangan Ei yang dadakan itu berhasil bikin tumbang preman tersebut hingga jatuh terkapar di lantai.


“Kalian tidak apa-apa?” tanya Ei yang berdiri tepat di depan Angel dan Prety sambil mengamati apakah kedua sahabatnya mengalami luka.


Angel hanya mengangguk pelan karena ia masih gemetar ketakutan.


“Siapa mereka? Kalian kenal?” tanya Ei lagi.


“Nggak, kami nggak kenal. Tiba-tiba saja kami dibekap dari belakang dan dibawa kemari.” Kali ini Prety yang menjelaskan walau dengan nada suara gemetar juga.


Karena kejadiannya begitu cepat. Rekan-rekan preman itu hanya bisa melotot saat salah satu temannya tergeletak begitu saja gara-gara ditendang oleh Ei. Namun, mereka langsung sadar dan balas menyerang Ei secara bersamaan.


“Eiii! Awass!” teriak Prety dan Angel mengingatkan. Ei yang tahu kalau dirinya diserang mencoba melawan mereka semua dengan gerakan karate yang pernah ia pelajari semasa SMA.


Kekuatan terbesar gadis itu bertumpu pada kakinya. Jadi ia menggunakan kaki emasnya itu untuk menendang semua preman yang mencoba menyerangnya. Ada yang terkena burung kutilangnya, ada yang terkena ulu hati dan bahkan ada yang terkena wajah hingga 2 gigi preman yang kena tendang kaki Ei, rontok seketika.


Awalnya Ei memang tampak unggul. Tapi melawan preman-preman bertubuh kekar ini butuh tenaga ekstra juga dan gadis itu lumayan kelelahan apalagi ia sudah sangat lapar.


Lama-lama, Ei jadi lengah karena terlalu lelah. Selain itu, ia juga kalah jumlah. Akhirnya, Ei bisa dilumpuhkan juga. Kedua tangan gadis itu dicekal kuat oleh dua preman yang masih bisa berdiri tegak dan preman lainnya bersiap memberi pelajaran Ei karena berani melawan mereka.


“Hahahaha, sebagai wanita, kau gesit juga. Tapi tetap saja, kau itu cuma wanita, mana bisa mengalahkan kami,” seru preman itu dengan lantang sambil melayangkan tinjunya kearah muka istri Hesa.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2