
Besoknya.
Fahri dan Dira baru saja selesai sarapan. Mereka akan bersiap untuk berangkat menuju kampus masing-masing. Fahri mengajar dan Dira kuliah seperti biasa.
"Sayang aku berangkat ya. Kamu hati-hati di jalan..." ucap Fahri sambil mencium kening Dira lembut.
"Mas juga hati-hati di jalan ya..." balas Dira tersenyum. Kemudian mencium punggung tangan Fahri.
Fahri mengangguk sambil tersenyum menatap istrinya.
"Yaudah yuk Mang Dadang udah nungguin," ajak Fahri sambil menggamit lengan sang istri menuju teras depan.
"Ayo Mang! Maaf ya nunggunya kelamaan ya?" ujar Dira mengagetkan Mang Dadang yang lagi bengong. Otomatis Dira cekikikan geli melihat pemandangan kocak itu.
Mang Dadang terkekeh, "Enggak kok Neng,"
Baru saja Fahri dan Dira akan melangkah ke mobil masing-masing...
"Selamat pagiii...!" seseorang berjalan masuk dari gerbang rumah mereka, lalu menghampiri sang empu rumah.
Mulut Dira langsung mencebik karena lagi-lagi ulat bulu gatal ini mengganggu ketenangan di pagi hari.
"Emm... Sory pagi-pagi mengganggu..." ucapnya sedikit ragu, "Saya nebeng sama Mas Fahri ya sampai kantor. Mobil saya kayaknya lagi bermasalah deh... dia gak mau jalan..." tuturnya dengan gaya yang dibuat-buat manja.
Sontak ucapannya barusan, membuat kedua bola mata Dira mendelik hebat sampai rasanya nyaris keluar.
Whaaatttt!!!???? Bener-bener gak tau malu ya ni perempuan gatel satu!! Masa dia terang-terangan mo minta nebeng sama laki gue di depan gue yang istrinya!!! Uuuggghh... bener-bener cari masalah ya ni ulet bulu satu!!!
Sambil berusaha menahan amarahnya, Dira hendak menyahut. Namun Fahri memberi isyarat dengan tangannya untuk menahan Dira tidak bicara.
"Mohon maaf Mbak Stella. Sekarang itu banyak aplikasi untuk memesan taksi online kan? Jadi saya rasa anda bisa menggunakan jasa taksi online saja. Lagipula... saya tidak mau berduaan dengan wanita selain istri saya di dalam mobil. Karena itu pasti akan menyakiti hati istri saya," Fahri tetap berusaha bicara sopan, namun setiap kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar tegas.
__ADS_1
Dira tersenyum penuh kemenangan.
Sedangkan Stella hanya tersenyum kecut.
"Oke Mbak Stella kita permisi ya. Udah buru-buru nih! Yuk Sayang...!" tanpa basa-basi lagi Dira langsung menggamit mesra lengan sang suami menuju mobil.
"Lho... Sayang, kamu gak berangkat bareng Mang Da-"
"Enggak Sayang. Dira mau berangkat bareng Mas Fahri aja!" potong Dira cepat sebelum Fahri selesai melanjutkan kalimatnya.
"Mang, hari ini aku berangkat bareng Mas Fahri aja. Oke Mang. Bye...!" tandas Dira menoleh pada Mang Dadang. Otomatis Mang Dadang hanya bisa terbengong.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Fahri.
*****
Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Dira hanya bersedekap dengan wajah memberengut. Api amarah rasanya masih tersisa di dalam dadanya.
"Uuuggghhhh... Dira bener-bener kesel Mas!" serunya meluapkan emosi yang sedari tadi berusaha ditahannya. "Itu perempuan bener-bener gatel banget! Kayaknya dia itu berniat menggoda Mas Fahri! Uugghhh... Dasarrrrr ulet bulu gateelllll...!!!" pekiknya geram.
Fahri membiarkan sang istri meluapkan emosinya.
"Sayang..." bisik Fahri lembut sambil meraih satu tangan Dira. Kemudian mengecup punggung tangannya dengan lembut dan lama.
"Mau perempuan manapun menggoda Mas Fahri... itu gak akan ngaruh buat Mas. Mas Fahri gak akan goyah hanya karena perempuan satu itu... Kamu tau kan seberapa besarnya rasa cinta Mas sama kamu, Sayang...? Dan kamu harus percaya itu. Mas gak akan mungkin mengkhianati kamu..." Fahri menoleh sekilas dan menatap sang istri. "Jadi kamu gak usah khawatir,"
Dira tak bergeming mendengar ucapan Fahri. Ya, dia memang sangat percaya bahwa suaminya adalah pria yang setia. Tidak mungkin tergoda hanya karena perempuan gatal itu. Tapi tetap saja. Dia benar-benar panas dan emosi melihat tingkah janda gatal itu yang secara terang-terangan berani merayu suaminya di depan dia!
Dira mengembuskan napas panjang. "Iya Sayang... Dira percaya kalo Mas Fahri gak akan mungkin macem-macem di belakang Dira. Tapi kan tetep aja perempuan gat-"
"Heii..." potong Fahri, kemudian meraih satu tangan Dira lagi dan meletakkannya di pipinya. "Udah ya honey... Jangan marah-marah lagi... Gak baik untuk kandungan kamu..." gumamnya lembut berusaha menenangkan Dira.
__ADS_1
Mau gak mau Dira terdiam.
"I love you so much honey..." ucap Fahri mencium lembut punggung tangan istrinya lagi.
Mau gak mau kedua sudut bibir Dira tertarik ke atas karena perlakuan Fahri.
"Me too..."
Fahri tersenyum lebar sambil menatap Dira sekilas. "Nah... gitu dong Sayang... senyum,"
Membuat senyum Dira makin lebar.
"Nanti pulangnya jemput ya Sayang..." rajuk Dira manja.
"Anything for you honey..." sahut Fahri tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
Mau Up lagiii gaaakk hari iniiii...? Spam Komen Yang banyak duluu gaeeesss. Terus jangan lupa juga Like, Favorit, Rate5 dan Vote! HARUS KUDU WAJIB! Author maksa pokonya! Wkwkwkwkk. Pliiisss Gaeess jangan pelit LIKE yaakkkk, padahal yg baca Ribuan, tapi yang LIKE cuma 8 orang dalam sehari, sedih akutuhðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1