Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 68


__ADS_3

**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share. oya terakhir juga klik favorit yaa biar kalo episode nya udah up kalian dapet notif (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)


Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!


*****


Dira sedang duduk di ruang tengah dengan gelisah. Sesekali diliriknya jam dinding yang menggantung di ruangan itu. Sudah pukul 23.02 WIB. Tapi suaminya belum pulang-pulang juga! Sebenarnya kemana suaminya itu pergi? Apa dia marah karena perlakuan Dira siang tadi kepadanya?


Kepala Dira mulai dipenuhi pikiran-pikiran negatif. Namun sedetik kemudian dia buru-buru mengusirnya. Dan kini malah otaknya mengirim sinyal pada batinnya sehingga kini perasaannya mulai dihantui rasa cemas.


Dira makin kalut dan gundah. Sampai-sampai rasa kantuk yang tadi sempat hadir kini menguap entah kemana. Bahkan ketika sejam yang lalu dia mencoba beberapa kali menelepon Fahri, namun malah tak ada jawaban.


Dira meraih kembali handphone yang tergeletak begitu saja di sampingnya. Mencoba menghubungi kembali suaminya. Sampai akhirnya...


"Halo assalamu'alaikum..." suara bariton yang selalu terdengar teduh itu, akhirnya menyapa gendang telinganya.


Batin Dira diserbu rasa bahagia bertubi-tubi. Dia terdiam, cukup lama.


Dan kini, bukannya menjawab salam Fahri, dia malah terisak.


"Sayang... Hei. Kenapa...? Kok kamu nangis...?"


"Hiks... hiks... hiks..."


"Sayang..."


"Hiks... hiks... hiks..."


Akhirnya Fahri membiarkan istrinya itu meluapkan perasaannya. Sekian detik, sekian menit...


"Hei... Maafin Mas ya Sayang. Mas yang salah. Tadi Mas ketiduran. Bukan sengaja gak mau ngangkat telepon dari kamu..." bisik Fahri begitu lembut dan damai terdengar di indera pendengaran Dira.


Dira masih terisak pelan.


"M...Mas... gak marah sa... sama... Dira...?" lirih Dira terbata.


"Lho??? Justru Mas yang mau tanya sama kamu... Kamu masih marah gak sama Mas...?" tanya Fahri lembut.


Dira jadi makin merasa bersalah terhadap suaminya. Sikapnya tadi siang pada Fahri benar-benar keterlaluan. Tapi sungguh, dia sendiri tidak mengerti kenapa siang tadi tiba-tiba dia bersikap seperti itu pada sang suami. Padahal hati kecilnya seperti menentang sikapnya siang itu. Namun entah kenapa, seperti ada reaksi spontan yang mendorongnya untuk bersikap seperti itu. Dia rasa hormon kehamilannya lah yang menyebabkan tindakan spontannya itu pada sang suami.


"Hiks... hiks... Ma... Maafin Dira ya... Mas..."


Fahri tertawa kecil. "Iya Sayang... Mas gak marah kok sama kamu... Mas juga tau sikap kamu siang tadi itu pasti karena pengaruh hormon kehamilan kamu..."


Isak tangis Dira mereda. Ada sebongkah lega menelusup ke hatinya.


"Yaudah Mas Fahri pulang ya... sekarang..." lirih Dira lagi.


"Iya Sayang... Ini Mas udah di jalan pulang kok. Tunggu sebentar ya... sebentar lagi Mas sampe..."


"Iya Mas..."


Akhirnya sambungan telepon mereka terputus.


*****


Kriett... Fahri membuka pintu kamar pelan. Dia dan Dira memang punya kunci cadangan sendiri, sehingga kalau pintu depan sudah terkunci dan mereka pulang larut malam, mereka tidak perlu mengganggu penghuni rumahnya yang lain agar membukakan pintu.


Dilihatnya sang istri sudah terlelap sambil berbaring dengan posisi menyamping di atas tempat tidur mereka. Sepertinya Dira ketiduran saking kelelahan menunggu dirinya pulang.


Fahri menghampirinya perlahan. Kemudian duduk di sisi tempat tidur tepat di samping sang istri. Dia memandangi wajah sang istri begitu dalam. Kedua mata Dira tampak sembab dan ada bekas-bekas air mata.

__ADS_1


Fahri menundukkan wajahnya, lalu mencium kening sang istri dengan dalam dan lembut. Cukup lama Fahri melakukannya.


Lalu setelah itu, Fahri mengelus-elus rambut Dira dengan penuh sayang.


"Mas...?" tiba-tiba mata Dira terbuka perlahan, suaranya serak khas bangun tidur. Fahri tersenyum sambil memandangnya lembut dan penuh cinta.


Dira berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih belum utuh. Lalu dengan perlahan dia bangun dari tidurnya, kemudian duduk sambil bersandar pada kepala tempat tidur.


Dira tersenyum menatap sang suami dengan mata sayu. Fahri balas tersenyum. Dan akhirnya Dira memeluk perlahan sang suami. Fahri pun mendekap erat istrinya.


Setelah cukup lama mereka berpelukan, akhirnya mereka saling melepas pelukannya.


Fahri merangkum wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya, sambil menatapnya dalam.


Dira meraih tangan sang suami dan menurunkannya perlahan. "Mas darimana...?" akhirnya pertanyaan itu yang pertama kali keluar dari mulut Dira. Sungguh, semenjak tadi perasaannya begitu kalut memikirkan ada dimana sebenarnya suaminya sejak siang tadi.


Ditanya seperti itu Fahri malah senyam-senyum. Membuat Dira makin gemas dan berpikiran makin aneh-aneh.


Kedua mata Dira mendelik tajam. "Kenapa sih malah senyam-senyum kayak gitu!?" dia bersedekap.


"Ooooohhhhhh... Jangan-jangaann... Dari siang tadi tuh, Mas Fahri mampir ke rumah cewek yaaaaaaa...!!??"


Fahri terdiam. Kemudian akhirnya dia ketawa ngakak.


"Apaan sih Mas!? Kok malah ketawa kayak gitu!? Gak lucu tau!?"


Fahri malah makin ngakak.


"Sayang... Sayang..." kini dia geleng-geleng kepala. "Abis kamu tuh lucu banget sih. Nuduh-nuduh gak jelas kayak gitu... Cewek manaaa lagii...? Ckckck..."


"Di hati Mas tuh cuma ada satu cewek. Anaknya jutek, galak, nyebelin banget deh pokoknya."


Mata Dira makin melotot. "Ooooohhhh maksud Mas Fahri... aku tuh jutek, galak, and nyebelin gituuu...!?"


"Kok kamu ngerasa sih? Padahal kan Mas gak bilang itu kamu?"


Kini tawa Fahri malah makin kencang. Dira makin gemes. "Ooohhh tuh kan bener! Berarti ada cewek lain kan di hati Mas Fahri!!?" Dira menyerang pinggang Fahri dengan cubitan.


"Aw aw aw...! Ampun Sayang,"


Akhirnya Dira menghentikan aksinya. Mukanya ditekuk berlipat-lipat dan dia menyilangkan tangan di depan dada.


"Bercandaaaa Sayaaaanggg...!" Fahri menangkup wajah cemberut Dira dengan gemas. "Mana ada cewek lain di hati Mas Fahri...? Mereka udah gak kebagian tempat, soalnya semua lapak udah dikuasin sama kamu..."


"Preeeettttt... Gombaaalll...!"


Fahri ngakak lagi.


"Tuh kan... malah dibilang gombal..." ucap Fahri menahan senyum.


Dira membetulkan posisi duduknya. Kemudian matanya menatap sang suami dengan serius. "Mas, aku tuh serius nanya. Sebenernya dari siang tuh Mas Fahri kemana...?"


"Tuh kan... masih curiga aja sama suaminya..."


"Iiihhhh...! Mas Fahriiiiiiiii...!!"


"Iya... iya..."


Fahri menatap sang istri dalam-dalam. "Mas itu... dari siang ke rumah orang tua kamu! Ke tempat Adit!"


Ketika Dira mendengar jawaban suaminya, dia yang kini menahan senyumnya. "Huahahahahahahahahaa..."

__ADS_1


Kini tampang Fahri yang memberengut. "Puas kamu ngetawain Mas? Orang siang tadi kamu yang ngusir Mas Fahri."


Dira berusaha menghentikan tawanya. "Lagian tuh Mas lucu banget sih... Ngapain coba malah ke tempat Mas Adit...?"


"Ck, dasar kamu! Ya kamu yang ngusir Mas. Kan Mas bingung mau kemana lagi. Yaudah Mas ke tempat Adit. Ya Mas ceritain aja semuanya. Akhirnya disana Mas numpang makan, numpang tidur..."


Dira berusaha menahan tawanya lagi. Namun sebenarnya, ada sebersit perasaan lega menelusup ke hatinya mendengar jawaban suaminya itu.


Akhirnya dengan perlahan Dira meraih kedua tangan suaminya, lalu menggenggamnya dengan lembut. "Maafin aku ya... Sayang..." bisiknya lembut.


Fahri mengembuskan napas perlahan, "Kamu yang hamil... Mas yang jadi pusing!"


"Iiiiihhh tuh kaaannn... masih ngambek ajaaa...!" dengan gemas Dira mencubit sebelah pipi Fahri sehingga membuatnya meringis.


Akhirnya Fahri nyengir.


"Yaudah yuk tidur Sayang... Udah tengah malem loh ini..." ucap Fahri lembut.


Dira mengangguk sambil tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!


Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❤❤


.


.


.


.


Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.


Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.

__ADS_1


Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆


__ADS_2