Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 112


__ADS_3

Dira begitu serius mendengarkan cerita Adit hingga selesai sampai-sampai matanya nyaris tak berkedip.


Dia manggut-manggut, "Jadi gituuu cerita yang sebenernya..."


Adit berdecak kesal, "Makanya... Jangain main tuduh orang aja. Mana dateng-dateng langsung ngamuk-ngamuk lagi!" gemas Adit.


Dira meringis menahan malu.


"Eh, tapi Mas Adit," Dira mengubah posisi duduknya yang tadinya menyamping kini menghadap Adit.


Adit menaikkan kedua alisnya.


"Apa... Mas Adit... suka... sama Sisi..?" tanyanya begitu hati-hati.


Seketika Adit menelan salivanya ditodong pertanyaan seperti itu.


Namun akhirnya, dia mengangguk.


"Kalo begitu, utarain dong perasaan Mas Adit yang sebenarnya ke Sisi! Jelasin kesalahpahaman yang terjadi diantara kalian. Tunjukkin kalo Mas Adit tuh laki-laki sejati!" ucapnya berapi-api.


"Tenang aja, Dira dukung 1000 persen Mas Adit sama Sisi kok...!" imbuhnya sambil menyentuh bahu sang kakak.


Adit terdiam beberapa saat.


Lalu dia mencubit pelan kedua pipi sang adik yang sudah bertambah chubby itu dan menggerakkannya ke kanan dan kiri. "Makasiihhh yaaa adikku yang makin gemoooyyyy...!"


"Aawwww... Mas Adiiitttttt...!!"


*****

__ADS_1


Hari demi hari pun berlalu dengan cepat. Sisi sudah mulai beraktivitas seperti biasa lagi. Namun dokter menyarankan agar dia tidak beraktivitas yang berat dulu dan jangan memikirkan hal yang bisa memicu stress.


Hari ini pun berangkat dan pulang kuliah dia diantar oleh Mang Jay.


Waktu menunjukkan pukul 14.15 WIB ketika Sisi berjalan menuju parkiran kampusnya karena Mang Jay sudah menunggu disana.


Dari kejauhan dilihatnya Mang Jay sudah bersandar di pintu mobil. Hari ini Sisi disupiri oleh Mang Jay dengan menggunakan mobil mewah milik mamanya yaitu Bentley Continental berwarna putih metalik.


Belum sampai di tempat Mang Jay berdiri, tiba-tiba ada seseorang yang meraih lengannya. Sisi tersentak kaget dan berbalik.


Dan dia lebih kaget lagi begitu mengetahui siapa yang menarik lengannya.


"Mas Adit??" kedua matanya mendelik.


Sisi berusaha melepaskan tangannya dari lelaki itu.


"Please... Jangan pergi lagi... Aku mohon dengerin aku dulu..." mohon Adit lirih.


Tanpa menghiraukan ucapan Sisi, tiba-tiba Adit mengangkat tubuh mungil gadis itu dan menggendongnya di bahunya. Sontak saja hal itu membuat Sisi terkejut. Dan sedetik kemudian gadis itu meronta-ronta sambil memukuli punggung Adit.


"Lepaaassss...!!" serunya terus meronta dalam gendongan Adit.


Namun Adit tak menghiraukannya. Dia terus berjalan sambil menggendong Sisi menuju mobilnya.


Drama antara kedua insan itu tentu saja mengundang tatapan dari orang-orang yang ada di sekitar. Mereka menonton adegan itu sambil berbisik-bisik dan terpana.


Akhirnya Adit berhasil membawa Sisi masuk ke dalam mobilnya. Tidak dipedulikannya tatapan horor dari gadis cantik itu.


Dia bergegas memasangkan seat belt untuk Sisi walau mulut gadis itu terus melayangkan protes. Dan setelah Adit memasang seat belt untuk dirinya sendiri, dia bergegas memacu mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


*****


"Turunin aku sekarang juga!!"


"Mas Adit denger gak sih!?"


"Sejak kapan Mas Adit jadi tuli!?"


"Turunin aku atau aku akan teriak!"


"Aku akan bilang kalo Mas Adit itu seorang penculik!!"


Adit tetap berusaha fokus menyetir dan tak menghiraukan repetan gadis itu yang udah persis kayak petasan cabe rawit.


Dia terus memacu mobilnya entah kemana. Lalu beberapa saat kemudian, dia menginjak pedal rem, menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi tanpa mematikan mesin mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Istirahat dulu ya gaeesss pegel ngetiknya wkwkwkwkwkk😂😂😂😂. Tekan Tombol Like yang banyak dan Komen apa ajaa


__ADS_2