
Haii haiii kesaangan akuuh...! Mohon maaf yaaa membuat kalian menunggu lama lanjutan Novel ini. Kesibukan di dunia nyata membuat novel ini harus Hiatus beberapa Lama. Maafkan akuu yaaa gaeeess.
JANGAN LUPA TETAP LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA
*****
Sabtu pagi, pukul 10.15 WIB.
Fahri dan Dira saat ini sudah berada di dalam mobil yang tengah meluncur di atas jalan raya dengan Fahri yang mengemudikannya. Ya, hari ini mereka akan belanja bulanan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 30 menit, akhirnya mereka sampai di mall yang dituju. Setelah berhasil memarkir mobil, mereka berdua turun sambil bergandengan tangan.
Langkah mereka masuk ke dalam supermarket di dalam pusat perbelanjaan itu. Fahri mengambil sebuah troli, kemudian mereka berjalan beriringan sambil mendorong troli itu bersama.
"Sayang... kayaknya tissue di rumah udah abis ya...?" tanya Dira sambil menoleh sekilas pada sang suami.
"Iya kayaknya Sayang. Yaudah kita beli ya..."
Dira mengangguk.
"Sayang, kamu keliling sendiri dulu gak papa kan...? Mas mau kesana sebentar liat-liat baju kerah kayaknya bagus-bagus deh Sayang," ucap Fahri lembut sambil jari nya menunjuk pada bagian yang menjual berbagai pakaian.
"Iyaa Sayaangg..." jawab Dira manja sambil tersenyum.
Fahri tersenyum. "Yaudah kamu jalannya pelan-pelan ya Bunda..." ucapnya protektif sambil mengelus rambut Dira sayang.
"Iyaaaa Maaas... Yaudah sana,"
Fahri pun mulai berjalan menjauhi Dira ke tempat yang ingin ditujunya.
Dan Dira kembali berkeliling sambil mendorong pelan troli. Dia menuju rak tempat tissue. Kemudian tangannya meraih beberapa kotak tissue dan menaruhnya di troli.
Setelah itu dia berjalan lagi mengitari supermarket. Kali ini langkahnya tertuju pada bagian tempat yang menjual berbagai macam susu dan keju.
"Hai Kak..."
Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Dira. Dira yang sedang memilah-milah keju kontan menghentikan aktifitasnya dan mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
Dia menautkan alisnya menatap seorang cowok yang berdiri di sampingnya. Seorang cowok ABG jangkung dan bertubuh atletis. Dengan kulit putih dan tampang cakep. Dia menaksir sepertinya cowok yang berdiri di sampingnya ini masih SMA keliatan dari tampangnya yang masih imut-imut banget.
"Ada apa ya?" tanya Dira berusaha ramah.
Cowok itu malah tersenyum lebar. "Kakak cantik banget sih. Boleh kenalan gak? Hehehe..."
Dahi Dira makin berkerut-kerut, berusaha menyembunyikan perasaan terkejutnya.
Gila gak sih? Dia itu istri orang, dan lagi hamil pula. Trus tiba-tiba ada cowok Abegeh ngajak dia kenalan gaeesss. Disangka tuh cowok dia anak sekolahan kali ya? Wkwkwk.
"Kenalin Kak, aku Tara." lanjut cowok itu sambil mengulurkan tangannya dengan penuh percaya diri. Tak lupa senyum ala aktor Korea disunggingkan.
"Aku Dira," mau gak mau Dira membalas uluran tangan cowok itu. Yang membuat tu cowok kegirangan bukan main.
"Kakak udah kuliah ya? Semester berapa Kak?" pepet Tara sambil tak henti melempar senyum mautnya.
"Semester 5," jawab Dira tetap berusaha ramah. "Kalo kamu?"
"Aku masih kelas 3 SMA kak, hehehe..." benar kan dugaan Dira.
Kedua mata Dira membulat mendengar ucapan cowok itu. Antara salut sama keberanian anak cowok itu dan juga geli menahan tawa, masa wanita bersuami seperti dia, dan mana sedang hamil pula, ditembak sama cowok ABG asing dan masih sekolah pula? Wkwkwk.
"Boleehhh doonggg Kaakk... Ya ya ya. Aku minta nomor handphone Kak Dira cantik dong..." rayunya sambil menaik-naikkan alis.
"ISTRIKU SAYANG, udah belum belanjanya?" tanpa disadari, tiba-tiba saja sang suami alias Fahri, sudah muncul di samping Dira sambil merangkul pundak Dira mesra. Fahri sengaja menekankan kata ISTRIKU pada ucapannya.
Rupanya sejak tadi Fahri sudah mengamati dari kejauhan tindak-tanduk cowok bernama Tara yang berusaha mendekati istri tercintanya itu.
"Siapa anak BOCAH ini Sayang? Dia lagi nanya alamat ke kamu? Sepertinya dia tersesat ya di supermarket ini?" ucap Fahri tajam sambil melirik Tara sadis dengan tatapan seperti ingin membunuh.
Kontan Tara gelagapan dan berusaha menghindari tatapan seperti pembunuh berdarah dingin dari Fahri.
"Iya Om maaf tadi saya nanya alamat doang kok ke istri Om. Yaudah ya Om saya permisi." tanpa basa-basi lagi cowok itu langsung ambil langkah seribu menjauhi pasangan suami istri itu.
"Sembarangan aja tuh bocah manggil Om!" geram Fahri.
"Huaahahahahahahaaa..." Dira malah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Yang otomatis membuat Fahri makin melotot. "Kamu seneng ya digodain sama bocah ingusan itu? Inget Sayang, kamu itu istri orang. Dan kamu itu sedang mengandung darah daging Mas,"
Ucapan Fahri malah membuat Dira makin gemas pada suaminya itu. "Mas lucu bangeettt siiihhh kalo lagi cemburu gituu," dia mencubit pelan kedua pipi Fahri dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri.
"Mas gak cemburu kok," elaknya.
Dira berusaha menahan tawanya. Dasar ya cowok, udah ketauan cemburu masih aja gengsi.
"Ya gak mungkin laahh Sayaangg... aku mau sama bocah SMA gitu. Di hati Dira itu cuma ada Mas Fahri seorang..."
"Dasar ya kamu. Udah bisa ngegombal ya sekarang?" Fahri menjawil hidung Dira.
Dira cekikikan geli.
"Yaudak yuk. Udah selesai belum?"
"Beluummm Maaassss," Dira nyengir.
"Ck, yaudah beli apa lagi sekarang?"
"Kita ke tempat frozen food ya sekarang,"
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1