
Tak terasa, sekarang Dira sudah masuk semester 4 di kuliahnya. Dan sebentar lagi, dia akan menghadapi UAS (Ujian Akhir Semester).
"Semangat ya... Sayang... Jangan terlalu diforsir juga belajarnya," tutur Fahri lembut sambil mengecup pucuk kepala Dira.
Dira tersenyum, "Iyaa... Sayang..." balasnya lalu kembali menekuni diktat kuliahnya.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 20.19 WIB.
"Mas tidur duluan ya, Sayang. Udah ngantuk banget. Kamu jangan tidur malem-malem ya,"
Dira tersenyum sambil mengangguk kecil.
*****
"Gimana, tadi? UAS hari pertamanya?" tanya Fahri yang baru saja menjemput Dira dari kampusnya. Dan sekarang mereka sudah di dalam mobil dalam perjalanan pulang.
"Hmmmm... Alhamdulillah lancaaarr kok,"
Fahri tersenyum, lalu mengelus rambut Dira dengan sayang.
"Maass... Lapeeerr. Mampir dong ke McD...!" rengeknya manja.
Fahri tersenyum, "Yaudah... Iya, iya..."
*****
Dan akhirnya, setelah hampir 2 Minggu lamanya, Dira telah selesai menempuh UAS-nya. Dan itu artinya, sebentar lagi dia akan libur panjang.
__ADS_1
Malam itu, Dira merangkul pundak Fahri manja, dari belakang. Fahri saat itu sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.
"Hmm... Kenapa, Sayang...?" tanya Fahri sambil tetap fokus ke laptopnya.
"Mmm... Dira kan sebentar lagi liburaann nih... Itu artinya, Mas Fahri juga libur kan, sebentar lagi?"
"Ng... Iya betul. Ya kan mahasiswa Mas juga libur, masa Mas Fahri masuk kampus? Mau ngajarin, siapa...? Genderuwo...?"
Dira cekikikan geli, "Bukan Mas, tapi jin iprit...!"
Fahri tertawa, "Kenapa... Sayaangg...?"
"Dira mau liburan doong... Berdua sama Mas Fahri. Kemana kek gitu,"
Fahri menghentikan pekerjaannya. Lalu membalikkan badan menatap Dira, "Yaudah Insya Allah ya... Ntar Mas pikirin lagi...,"
"Yeeeei... Makasih yaaa Sayangku," ujar Dira sambil mengecup pipi suaminya.
*****
Usai makan malam, Dira dan Fahri kembali ke kamar.
"Dir," Fahri menghampiri Dira yang sedang mengoleskan cream malam ke wajahnya di depan meja rias.
"Hmmm,"
"Mas Fahri mau ngasih sesuatu..."
__ADS_1
Akhirnya Dira membalikkan badannya dan menatap wajah sang suami. "Apaan?"
"Nih," dia menyerahkan sebuah amplop pada istrinya.
Dira meraihnya dan dengan dahi berkerut segera melihat isi di dalamnya.
"Oh My Goodd...! Mas Fahriii.... Ini seriuussss...?" pekik Dira sambil menatap 2 buah tiket dengan mata berbinar.
Ya, 2 buah tiket perjalanan menuju Paris.
"Mas kan udah janji mau ngajak liburan. Dan juga, anggap aja itu sebagai ganti bulan madu yang tertunda di awal pernikahan..."
Dira langsung memeluk Fahri dengan sangat erat. Dia tidak menyangka, akan mendapat hadiah liburan seperti ini. Padahal, kalau pun hanya liburan di luar kota saja, dia sudah sangat senang.
"Yaa ampuuunnn... Makasiihhh yaaa suamiku Sayaaanggg," ucapnya dengan sangat girang. Lalu segera melepas pelukannya.
"Ngomong-ngomong ternyata suamiku kaya juga ya. Sampe bisa hadiahin istrinya jalan-jalan ke luar negeri gini...!"
"Ya iyalaah... Kalo gak kaya, mana sanggup Mas Fahri biayain gaya hidup kamu yang bikin geleng-geleng kepala itu. Make-up, skincare, tas Gucci lah, Prada lah, baju-baju..."
Dira cekikikan.
*****
Besoknya, dengan semangat Dira packing menyiapkan segala kebutuhan yang akan dibawa ke kota Paris nanti. Termasuk juga menyiapkan segala kebutuhan suaminya.
"Ya ampun Sayang... Kamu yakiin, sampe 3 koper, gini? Kita disana cuma seminggu, lho. Bukan sebulan," ucap Fahri sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Iihhh... Udah Mas Fahri diemm ajaa... Pokoknya nanti Mas Fahri tinggal terima beres...!"
Akhirnya Fahri tak berkata apa-apa lagi. Lalu berjalan keluar kamar.