Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 130


__ADS_3

maaf nunggu lama yaa gaees, abis nyari inspirasi😂😂


*****


Beberapa hari kemudian.


Dua orang pria bertubuh tinggi besar, warna kulit kecokelatan, dan memiliki tampang seperti mafia, berhasil membawa seorang wanita ke dalam sebuah gudang gelap dan lembab.


Dua bodyguard bayaran itu, sebelumnya telah memberi bius pada wanita itu. Dan kini wanita itu telah pulih dari kesadarannya dan terus meronta-ronta sambil mengucapkan makian kasar pada kedua pria itu.


"Lepasin gue!! Brengsek! Sialan!!" wanita itu terus mengumpat.


"Ikat si ****** ini di atas kursi itu!" perintah seorang gadis yang mengenakan topeng dan memegang cambuk di tangannya.



Dua pria itu langsung mematuhi perintah gadis itu dan dengan sigap mengempaskan tubuh sang wanita di atas sebuah kursi lalu mengikat kedua tangannya ke belakang, juga kakinya, dengan kencang. Wanita tersebut terus melemparkan umpatan kasar dan sumpah serapah.


"Siapa lo!!? Brengsek! Sialan!! Lepasin gue!!" makinya pada gadis di depannya.


Gadis itu hanya menyunggikan senyum devil nya.


Lalu berjalan dengan adegan dramatis ke arah wanita itu dan mencengkram dagu wanita itu. "Berisik ya lo cabe-cabean!!" bentaknya kasar.


Wanita itu mengatupkan rahangnya dengan mata melotot. "******!! Sialan lo!! Lepasin gue!!"


"Lakban mulut dia!" titah gadis itu lagi pada salah satu pria itu.


"Siap Bos!" angguk pria dengan tato di lengan kirinya. Dengan sigap langsung menutup rapat mulut wanita itu dengan lakban.


Wanita itu langsung meronta-ronta dengan wajah merah padam menahan amarah.


Gadis itu tertawa lantang dengan puas.


Lalu mencengkram dagu wanita itu lagi, kemudian tangannya beralih mengelus pipi mulus wanita itu. "Cantik-cantik kok hobinya gangguin suami orang..." desisnya dengan wajah menyeringai.

__ADS_1


Gadis yang tak lain Sisi itu, kemudian menegakkan tubuhnya kembali. "Lo tau ini apa? Dan juga ini?" ucapnya lagi terdengar begitu tajam di telinga wanita itu, sambil mengacungkan sebuah cambuk dan alat setrum. "Alat setrum ini mengalirkan tegangan listrik sebesar 2.500 K-VOLT, atau setara dengan 2.500.000 VOLT... Yah... Paling nanti lo kayak digigit semut doang..." desisnya lagi dengan wajah menyeringai.


Membuat tubuh wanita itu seketika merosot dan bergetar ketakutan. Nyalinya langsung menciut.


"Atau... Gue suruh dua bodyguard gue ini bermain-main sama lo aja kali yaa..." ucapnya lagi penuh intimidasi sambil menepuk-nepuk pipi wanita itu.


Wanita itu makin mengkeret dan menggigil ketakutan.


"Heh cabe-cabean! Lo denger baik-baik ya!" gertak Sisi lagi sambil mencengkram dagu wanita itu. Kemudian mengempaskannya dengan kasar.


Gadis itu berdiri tegak lagi di depan wanita itu. Sorot matanya memandang tajam tepat di manik mata wanita itu.


"Lo gak tau ya? Papa gue itu salah satu orang berpengaruh di negeri ini. Yang punya kekuasaan..." ucapnya menggantung, "dan gue bisa bikin lo dipecat dari tempat lo bekerja, dan bahkan bisa bikin gak ada satu perusahaan manapun yang mau nerima lo... Bahkan gue bisa bikin lo jadi gelandangan! Dan hidup lo yang udah menderita karena sebatang kara, akan tambah menderita lagi!" ancamnya sambil mendelik ke arah wanita itu.


"Lo mau!?" sentak Sisi.


Stella menggeleng cepat dengan tubuh yang makin bergetar ketakutan. Keringat sebesar biji jagung mulai membasahi pelipisnya. Dan wajahnya kian pias.


Sisi tersenyum miring. Kemudian dengan kasar menarik lakban yang menutupi mulut wanita itu hingga ia memekik nyaring.


Sisi memandang wanita itu lagi tajam.


"Lo buat pengakuan. Kalo lo emang gak ada hubungan apa-apa dengan laki-laki bernama Fahri!"


Wanita itu mengangguk ketakutan.


"Awas aja ya kalo sampe kata-kata yang keluar dari mulut lo kebohongan!" ancamnya lagi sambil mencekal dagu wanita itu. Membuat wanita itu mengangguk lagi ketakutan.


"Untuk ngerekamnya udah siap?" tanya Sisi pada salah satu bodyguard-nya.


"Udah siap Bos!" kali ini pria dengan brewok tipis yang menjawab. Di tangannya sudah siap sebuah ponsel untuk merekam video.


Sisi mengangguk pelan.


"Ayo mulai!" sentak Sisi, yang membuat wanita itu mengangguk lagi ketakutan.

__ADS_1


"Sa--saya... tidak ada hubungan apa-apa dengan Mas Fahri... Malam itu dia hanya menolong saya dari 2 pria hidung belang yang mencoba melecehkan saya..." tenggorokan Stella nyaris tercekat, "dan mantel itu, dia pinjamkan hanya untuk menutupi tubuh saya yang berpakaian minim waktu itu... Sa--saya akui... saya memang terus menggoda Mas Fahri... Tapi dia tidak pernah mengacuhkan saya... dan bahkan sikapnya selalu dingin pada saya..." wanita itu membuat pengakuan, dan direkam oleh bodyguard Sisi yang memiliki brewok itu.


Sisi tersenyum sinis. "Dasar perempuan licik!"


"Apa motivasi lo gangguin rumah tangga Fahri dan Dira!?" bentaknya.


Stella menundukkan kepalanya. "Ma--maafkan saya... Awalnya, saya tidak ada niat sedikitpun untuk mengganggu rumah tangga mereka... Tapi melihat pasangan itu harmonis, membuat saya sangat iri. Karena dulu mantan suami saya berselingkuh dan meninggalkan saya. Melihat pasangan harmonis itu, saya jadi iri... Dan akhirnya dalam hati saya muncul niat untuk merusak kebahagiaan mereka... Apalagi sewaktu Mas Fahri mau menolong saya, walaupun lelaki itu selalu ketus, membuat saya makin kagum pada dia..." penuturan Stella kembali direkam oleh bodyguard Sisi.


Sisi terkesima mendengar penuturan wanita itu. Sesaat kemudian matanya memicing tajam menatap Stella. "Gue gak habis pikir!" sentaknya.


"Pikiran lo picik banget! Lo merasa menjadi perempuan yang malang karena diselingkuhi mantan suami lo, dan lo membalas sakit hati lo sama orang yang gak tau apa-apa! Itu namanya jahat!" geram Sisi.


Stella menunduk dan menggigit bibir bawahnya. "Ma--maafkan saya..."


Sisi mengembuskan napas kasar.


"Gue peringatkan sama lo. Mulai detik ini juga, lo harus pergi jauh-jauh dari kehidupan Fahri dan Dira! Lo harus pindah dari rumah itu, keluar kota kek, ke luar negeri kek, terserah! Asal bukan di kota ini lagi!" Sisi menggantung ucapannya, lalu memajukan wajahnya tepat di depan wanita itu, seraya mendelik tajam. "Kalo lo masih ada di kota ini, lo tau kan apa yang bisa gue perbuat sama lo...?" desisnya membuat tubuh Stella seketika merinding. Wanita itu kemudian mengangguk lagi ketakutan.


Gadis itu tersenyum miring penuh kemenangan.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...

__ADS_1


lanjut nanti lagi yaa gaees capek ngetiknya wkwk😂😂. LIKE dan KOMEN yang banyak pliisss


__ADS_2