Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 48


__ADS_3

Dira berjalan menuju bangku-bangku yang terdapat di sepanjang koridor kampusnya. Ya, setelah kuliah umum yang telah diikuti tadi, tidak ada lagi jadwal kuliah setelahnya. Dira melirik jam tangannya, pukul 11.30 WIB.


Hmmm, coba ah telepon Mas Fahri... Mudah-mudahan aja dia bisa jemput aku...


"Halo, assalamu'alaikum Sayang..."


"Wa'alaikumsalam, Mas..."


"Iya kenapa, Sayang?"


"Hmm, aku baru aja selesai kuliah umum nih Mas. Truss abis ini gak ada jadwal kuliah lagi. Mas Fahri bisa jemput aku gak...?"


"Bisa sih Sayang... Kebetulan juga sekarang Mas lagi istirahat. Cuma... nggak papa khan kalo kamu ikut ke kampus Mas dulu? Hmm... soalnya jam 13.30 nanti mas harus ngisi kuliah lagi... Takutnya kalo bolak-balik nganterin kamu ke rumah dulu, truss balik lagi ke kampus Mas... gak keburu lagi, Sayang... Kamu tau sendiri kan Yank, jam-jam segini tuh udah menjelang jam makan siang, pasti jalanan bakal macet. Banyak pegawai kantor pada keluar cari makan siang..."


"Iya... Iya... Sayang... Nggak papa kok... Itung-itung aku maen ke tempat suami aku kerja. Kan selama ini Dira juga belum pernah ngeliat sama sekali kayak apa sih rupa dan bentuk tempat kerja suamiku tuh..."


Fahri tersenyum kecil, "Yaudah kalo gitu kamu tunggu di tempat biasa ya, Sweety... Mas jemput kesana nih,"


"Okeee Sayaaang."


Sambungan telepon-pun terputus.


*****


Mobil yang dikendarai Fahri mulai memasuki gerbang kampus bertuliskan "Universitas Surya Bangsa". 17 menit yang lalu sang istri sudah dijemput di kampusnya. Kebetulan memang jarak kampus Dira, dengan kampus tempat Fahri mengajar, tidak terlalu jauh dan masih dalam satu kawasan yaitu daerah Jakarta Pusat.


Dari balik kaca mobil sang suami, Dira terkagum-kagum memandangi gedung kampus tempat suaminya bekerja itu. Salah satu Universitas Swasta di Jakarta yang sudah memiliki akreditasi A itu, ternyata memiliki gedung yang tak kalah megah dan mewah dengan gedung kampus tempat Dira kuliah. Ya, tak heran sih, karena memang sudah menjadi rahasia umum kalau sejak dahulu, Universitas Surya Bangsa dan Universitas Isaac Newton memang besaing ketat dalam hal apapun. Maka dari itu, kedua kampus tersebut selalu berlomba-lomba untuk terus memperbaiki mutu dan kualitas kampus masing-masing.


"Yuk turun, Sayang." ajak Fahri yang ternyata sudah berhasil memarkir mobilnya di tempat parkir kampus Surya Bangsa.


Dira-pun menuruni mobil, lalu mengekor langkah Fahri menuju gedung fakultas tempat Fahri bekerja, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sekedar informasi, Fahri menjadi dosen di fakultas tersebut, tepatnya mengajar di Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis.


"Sayang, ini kan udah masuk zuhur. Solat dulu ya, di mushola dalem Fakultas. Tempat sholat cewek dan cowoknya dipisah kok," tutur Fahri.

__ADS_1


Dira pun mengangguk. Dan mereka berjalan beriringan menuju mushola yang ada di dalam gedung fakultas FISIP itu.


Setelah selesai sholat, Fahri menggamit lengan istrinya menuju ruangannya. Ternyata ruangan Fahri berada di lantai 3. Dan gedung Fakultas -yang mirip-mirip Mall itu- itu sendiri berdiri di atas bangunan 6 lantai dengan masing-masing lift di setiap lantainya.


"Sayang... gandengan gini gak papa, apa...? Khan malu aku... Ntar diliatin temen-temen Mas, sama para mahasiswa Mas yang lain..." ucap Dira risih.


Fahri tetap cuek menggandeng istrinya menuju lift, "Ngapain malu Sayang... Orang semua temen-temen Mas, mahasiswa Mas, bahkan hampir semua orang yang ada di gedung fakultas ini, udah tau kok kalo Mas tuh udah nikah..." Fahri tersenyum kecil.


Mereka berdua mulai memasuki pintu lift yang terbuka. Fahri menekan angka 3 pada papan tombol di lift itu.


"Ciye... Ciye... Pak Fahri... Bawa-bawa Dedek Gemesh... Siapa tuh Pak...? Keponakannya, ya?" dan benar saja, baru saja pintu lift terbuka dan mereka melangkah keluar, para mahasiswa Fahri mulai usil meledeknya.


"Ciye... Ciye... Pak Fahri... Siapa tuh, Pak? Adeknya ya...? Tapi kok mesra banget sih...?"


"Ciyeee... Pak Fahri bisaan aja. Gaet anak ABG dari mana tuh...?"


"Ckck, kalian itu ya. Emang tampang saya setua itu, apa? Saya masih 27 tahun, lho. Jadi jangan terus-terusan meledek saya seolah-olah saya itu Om-Om yang demen sama anak ABG," Fahri pura-pura melototin para mahasiswa nya yang usil itu.


Tak lama terdengar tawa ngakak mereka sambil berjalan cepat menjauhi sang dosen.


"Ck, emang tampang Mas kayak Om-Om apa, Sayang?" sungut Fahri sambil terus menggandeng tangan Dira menuju ruangannya.


Dira cekikikan, "Emang Mas Fahri baru sadar, apa?"


Kontan mata Fahri melotot, "Ck...! Kok kamu ikut-ikutan mereka sih, Sayang...?"


"Hihihi... Ampun ampun, Sayang. Bercanda kok..." Dira mengacungkan kedua jarinya membentuk 'V'.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!


Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❤❤


.


.


.


.


Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.

__ADS_1


Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.


Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆😆


__ADS_2