Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 22


__ADS_3

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu Dira tiba juga. Ya, apalagi kalau bukan, mama dan papa mertuanya yang akan segera kembali ke Jogjakarta hari ini.


Itu artinya, dia tidak harus berpura-pura lagi mesra dengan Fahri di hadapan mereka, dan juga tentunya, dia akan kembali bergerak bebas di rumah ini. Tanpa dicereweti oleh ibu mertuanya itu.


"Mama dan Papa yakin... nggak mau Fahri anter ke bandara...?" ucap Fahri untuk yang kesekian kalinya.


"Iya, Le... Nggak usah. Biar kami naik taksi saja. Nanti malah ngerepotin kamu toh, Le..." jawab Pak Wijaya.


"Iya... Benar apa yang Papa kamu ucapkan itu. Udah, kalian berdua mesra-mesraan aja di rumah... Biar Mama cepat-cepat dapat cucu...!"


Kontan wajah Dira berubah menjadi salah tingkah.


"Udah Ma... Jangan terus-terusan mendesak mereka seperti itu...," timpal Pak Wijaya.


"Hati-hati ya... Ma, Pa..." tukas Dira sambil mencium tangan kedua mertuanya itu dengan sopan.


"Yaudah ya Nak, Papa dan Mama pamit. Itu taksinya sudah datang," sambung papa Fahri.


Fahri bergegas mencium tangan kedua orang tuanya itu, "Hati-hati ya, Pa... Ma..."


Lalu dia membantu membawakan koper orang tuanya dan memasukkannnya ke dalam bagasi taksi.


"Oya Le, kapan-kapan mainlah ke Jogja. Ajak istrimu itu..." ucap Bu Sekar sebelum menutup pintu taksi.


"Insya Allah, Ma." balas Fahri tersenyum.

__ADS_1


"Yaudah, kalian juga baik-baik disini," ucapnya lagi sebelum akhirnya menutup pintu taksi.


Lalu Bu Sekar menurunkan kaca jendela mobil.


"Daahh... Maa... Paa... Hati-hati...!" Dira dan Fahri melambaikan tangan pada mereka. Lalu tak lama, taksi itu telah berlalu dan menghilang dari pandangan mereka.


Fahri dan Dira-pun kembali masuk ke dalam rumah.


"Eh, Sayang. Kamu mau kemana?" ucap Fahri menggoda Dira.


"Sayang... Sayang. Pala lo peyang...!" seru Dira lalu bergegas pergi dari hadapan Fahri.


Otomatis Fahri tertawa terbahak-bahak.


*****


Dira baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ketika tiba-tiba Bik Inah mengetuk pintu kamarnya.


"Non, Den Fahri udah nunggu di bawah untuk sarapan..." ucapnya dari balik pintu.


"Iyaa Biii... Bilang sama dia aku sebentar lagi turunn...!" sahut Dira setengah berteriak.


"Baik Non,"


Setelah menyisir rambut dan mengeringkannya dengan hair dryer, Dira-pun bergegas turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"Pagi Mas Fahri," sapa Dira sambil menarik kursi dan duduk.


"Uhuk!" Fahri yang sedang minum tiba-tiba menyemburkan minumannya. Dia hampir tak berkedip melihat penampilan Dira pagi itu. Kaos putih ketat dan celana hot pants hitam yang sangat... pendek! Memamerkan kulit putih mulusnya yang tanpa cela.


Dira tidak menyadari Fahri yang sejak tadi hampir melihatnya dengan tak berkedip. Karena dia sudah biasa berpakaian seperti itu kalau di rumah dulu.


Fahri mulai tak dapat mengontrol detak jantungnya yang mulai berpacu dengan sangat cepat. Ya Tuhan... Dira ini polos atau bagaimana sih...? Biar bagaimana pun, dia ini tetaplah seorang lelaki normal. Yang bila disuguhi pemandangan indah semacam itu, membuat otaknya jadi berpikiran macam-macam.


"Iihh, kok malah bengong siihh, Mas? Ayo makan." ucap Dira yang membuyarkan lamunan Fahri.


"Eh, i... iya. Yuk makan,"


*****


"Mas, aku ada tugas kuliah nih. Ada yang nggak aku ngerti. Bantuin dooong..." ujar Dira sambil berjalan menghampiri Fahri di ruang tengah, sambil membawa laptopnya.


"Mana, coba sini liat?" sahut Fahri.


Dira-pun bergegas duduk di samping Fahri dan meletakkan laptopnya di meja yang ada di depan mereka.


Astaga...! Tiba-tiba jantung Fahri berdegup dengan cepat lagi saat tak sengaja kulit mulus Dira bersentuhan dengan lengannya.


"Yeeee, kok malah bengong siih, Mas Fahriii...?"


"Eh, iya... iya. Mana, coba sini liat. Kamu bingung yang nomor berapa?"

__ADS_1


Dira-pun menunjuk laptopnya, "Yang ini, nih."


Fahri tampak mengamati layar laptop Dira, lalu beberapa saat kemudian dia manggut-manggut, "Oohhh, jadi ini tuh gini..." dia pun mulai menjelaskan dan Dira tampak serius mendengarkan sambil sesekali mangut-manggut.


__ADS_2