Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 136 EPILOG (TAMAT)


__ADS_3

5 tahun kemudian...


Seorang wanita tampak tengah berlari mengejar balita berusia 2 tahun yang belum mengenakan pakaian.


"Ammar...! Pake baju dulu Sayang," kejar wanita itu. Sang bocah malah masih terus berlari menghindar sambil tertawa-tawa. Membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan gemas dengan kelakukan bocah itu.


"Hayooo... Pake baju dulu Sayangku!" seorang lelaki paruh baya berhasil menangkapnya dan meraih tubuhnya dalam gendongan. Lelaki itu adalah Pak Wijaya, ayah mertua Dira.


"Sini sini... Eyang Ti aja yang pakein baju," tiba-tiba muncul Bu Sekar alias ibu mertua Dira, dari arah ruang tengah. Lalu mengambil alih Ammar ke dalam gendongannya.


"Aku aja Ma, yang pakein baju Ammar."


"Gak papa Mama aja," tukas Bu Sekar tersenyum.


Bu Sekar dan Pak Wijaya memang sedang menginap di rumah Fahri dan Dira sekalian menengok cucu pertama mereka. Karena Fahri memang anak semata wayang mereka.


"Makasih ya Ma," balas Dira tersenyum.


Bu Sekar mengangguk seraya memberikan senyuman kecil.


Dira pun berjalan ke arah pantry menemui Mbak Laras, babysitter Ammar.


"Mbak, tolong suapinin Ammar dulu ya. Saya mau bantuin Mama nyiapin sarapan,"


Mbak Laras mengangguk patuh, "Iya Bu."


Ia pun berjalan lagi ke arah dapur. Dilihatnya sang mama tercinta sedang membantu Bik Inah memasak untuk sarapan.


"Ma, sini Dira aja yang adukin nasi gorengnya."


"Yaudah tolongin ya Sayang. Mama mau ngecek baked potato-nya udah matang apa belum,"


Dira mengangguk seraya tersenyum, lalu mengambil alih spatula yang dipegang sang mama. Ia pun mulai melanjutkan mengaduk-aduk nasi goreng di atas wajan besar itu.


Selang berapa lama kemudian, akhirnya makanan untuk sarapan sudah terhidang di atas meja makan. Keluarga besar itu menikmati sarapan mereka sambil bercengkrama hangat dan sesekali tertawa renyah.


Ya, sejak kejadian 5 tahun silam, dua tahun kemudian akhirnya Dira dipercaya kembali oleh Tuhan dengan dititipi janin di dalam rahimnya. Bayi laki-laki yang kini sudah berusia 2 tahun bernama Muhammad Ammar Athaya.


Tuhan begitu baik kepada mereka, karena setelah kesedihan karena kehilangan bayi kembar mereka, Dia begitu cepat menggantinya dengan kehadiran bayi laki-laki tampan yang sangat menggemaskan.


Mama dan papa Dira juga sudah kembali tinggal di Jakarta. Karena sang papa sudah kembali ditugaskan di kota ini. Mereka juga sedang menginap di rumah Fahri dan Dira karena kangen dengan cucu kesayangan mereka.


Sang suami, Fahri, selain menjadi dosen, kini juga sudah merintis membangun sebuah perusahaan sendiri yang bergerak di bidang agricultural. Sedangkan Dira, setelah lulus kuliah memutuskan untuk tidak menjadi wanita karir. Namun ia dan sahabat kesayangannya, Sisi, membuka bisnis restoran makanan Jepang dan sudah memiliki cukup banyak karyawan. Jadi gadis itu masih memiliki banyak waktu luang untuk mengurus anak dan suaminya, karena ia tidak harus datang setiap hari ke restoran.


Untuk Sisi dan Adit, kedua sejoli itu masih sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal 2 minggu lagi.

__ADS_1


*****


Malamnya.


Dira sedang berdiri di depan lemari, menyiapkan baju untuk dipakai kerja suaminya besok.


Tiba-tiba saja, sepasang tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang.


"M-Mas," ujar Dira gugup.


Fahri malah terkekeh. Dan membenamkan wajahnya pada tengkuk sang istri.


"Sayang," bisiknya. Mereka masih pada posisi itu.


"Hmm,"


"Besok kita dinner ya. Aku udah booking tempat di restoran favorit kita,"


Dira perlahan membalikkan tubuhnya hingga kini ia berhadapan dengan sang suami. Fahri tetap meletakkan tangannya di pinggang sang istri.


"Serius Mas?"


Fahri menyunggingkan senyumnya. "Serius lah Sayang. Kita kan udah lama gak jalan romantis berduaan semenjak kamu ngelahirin Ammar,"


"Tapi Ammar gimana?" ia mengerjap lucu.


Fahri terkekeh geli sambil menyentil hidung istrinya, "Kan ada Mba Laras. Lagian lagi ada banyak orang juga kan disini, mama papa kamu, mama papa Mas,"


Dira nyengir lebar. "Iya juga ya Mas..."


Lelaki itu menatap gemas istrinya, lalu mengecup singkat bibir sang istri.


"Iiihhh, Maass...!" seru Dira dengan wajah bersemu.


Fahri terkekeh lagi. Ia menarik lebih dekat pinggang sang istri. Mengikis jarak diantara mereka berdua.


Lelaki itu menatap dalam sang istri.


"Bikin adek buat Ammar yuk," bisiknya nakal.


Membuat kedua mata Dira membulat sempurna.


"Iiihh, Ammar kan masih kecil Mas!" ucapnya gemas sambil memukul pelan lengan suaminya.


"Ya gak papa lah Sayang... Biar Ammar ada temennya," godanya lagi.

__ADS_1


"Iiihhh Mas Fahriiiii...!" gemas Dira dengan mata makin melotot.


Membuat Fahri tertawa terbahak-bahak.


Tak lama kemudian ia membawa sang istri ke dalam pelukannya. "Aku sayang banget sama kamu Bunda..." bisiknya lembut.


Dira tersenyum. "Aku juga sayang banget sama kamu Mas..."


Gadis itu memejamkan matanya sesaat, masih dalam pelukan hangat suaminya.


Setelah melewati beragam ujian dan kerikil dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka, kini dia bersyukur sekali dengan kehidupan yang diberikan Tuhan saat ini. Yang membuat ikatan cinta ia dan suaminya makin mengokoh kuat. Dalam hatinya ia berdoa, semoga selamanya akan terus seperti ini, walaupun sebagai manusia tidak ada yang tau takdir apa yang sedang menunggunya di depan sana. Namun dengan rasa saling mencintai dan percaya yang kuat, yakinlah badai sebesar apapun tidak akan mampu menenggelamkan kapal itu.


Aku yang tak akan melepaskan


Kamu yang menggenggam hatiku


Kita tak kan mungkin terpisahkan


Biarlah terjadi apapun yang terjadi


Aku yang tak bisa melepaskan


Kamu yang miliki hatiku


Walau mungkin terlalu cepat


Bagi kita berdua untuk mengatakan


Selamanya kita akan bersama


Melewati segalanya


Yang dapat pisahkan kita berdua


Selamanya kita akan bersama


Tak kan ada keraguan


Kini dan nanti


Percayalah


-Afgan & Raisa: "Percayalah"-


-THE END-

__ADS_1


__ADS_2