Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 95


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA


*****


Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Semua itu karena dia


Oh Tuhan


Ku cinta dia


Ku sayang dia


Rindu dia


Inginkan dia


Utuhkan rasa cinta di hatiku


Hanya padanya


Untuk dia...


-Anji: "Dia"-


*****


"Mas Adit, aku mau beli rujak dulu ya." ucap Sisi pada Adit yang sedang membayar bakso. Sambil menunjuk tukang rujak yang berada di seberang kedai bakso.


"Sip," sahut Adit sambil mengangguk kecil.


Sisi pun melintas menyebrangi jalan.


"Sisiii... Awaaaaasssss...!!" pekik Adit tiba-tiba ketika Sisi tidak menyadari ada sebuah truk yang sedang melintas ke arahnya dengan kecepatan lumayan kencang.

__ADS_1


Sisi menoleh kaget, daannnnn...


"Aaaaaaaa...!" Sisi begitu syok ketika tiba-tiba sepasang tangan kekar berhasil mendekap tubuhnya ke pinggir jalan sehingga dia selamat dari insiden yang mungkin saja nyaris merenggut nyawanya itu.


Seluruh tubuh Sisi gemetaran. Wajahnya berubah pias. Adit masih mendekapnya erat. Sisi betul-betul syok dengan kejadian yang baru saja menimpanya!


"Kamu gak papa kan!???" tanya Adit diliputi kecemasan.


Lidah Sisi rasanya masih kelu. Tak mampu berucap satu kata pun.


"M-Mas Adit... Sisi takut... Hiks hiks hiks..." gumamnya terbata, lalu tangisnya pecah seraya membenamkan wajahnya makin dalam ke dada Adit.


Adit mengeratkan pelukannya pada Sisi untuk menenangkan gadis itu. Kemudian tangannya mengusap rambut Sisi lembut. "You will be fine ok?" bisik Adit lembut di telinga Sisi.


Sisi mengangguk pelan.


Adit membiarkan gadis itu terbenam dalam pelukannya karena dia benar-benar masih ketakutan. Bagai seorang anak kecil yang meminta perlindungan dari orang dewasa.


"Aku gak akan maafin diri aku kalo sampe terjadi apa-apa sama kamu Si..." lirih Adit yang terdengar jelas di telinga Sisi.


Adit makin mempererat pelukannya pada gadis itu. Seolah tak mau kehilangan.


"Ya ampuuuunnn so sweet banget siiihh...!"


"Iiihhhh beruntung banget ya ceweknya, punya pacar udah ganteng, tinggi, keren, romantisss abissss lagi...!"


"Uuuhhh... Uwu banget siihh mereka. Udah kayak adegan di drakor...!"


"Ya ampun cowoknya keren bangettt siiiiihhh...! Beruntung banget deh tu cewek...!"


Dan segudang komentar lainnya dari orang-orang yang menonton itu.


*****


Begitulah. Hari demi hari dilalui oleh Sisi dan Adit dengan kebersamaan. Tiada hari mereka lalui tanpa berdua. Antar-jemput kampus. Makan malam. Jalan-jalan kala weekend. Nonton bioskop. Dan lain sebagainya.


Pokoknya terjalin hubungan yang semakin intens antara mereka berdua. Bak dua orang yang sedang kasmaran.


*****

__ADS_1


Aku disini padamu


Sekali lagi padamu


Kubawakan rindu yang kau pesan utuh


Aku disini untukmu


Sekali lagi untukmu


Percayalah tak perlu lagi kau gundah


Pun aku merasakan getaranmu


Mencintaiku seperti ku mencintaimu


Sungguh kasmaran aku kepadamu


Hidup adalah tentangmu


Selalu saja tentangmu


Selertinya kau adalah candu bagiku


-Jaz: "Kasmaran"-


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai hai haiiiii kesayangan akooohh...! Monmaap yah kayaknya part ini ga jelas deh, iya ga sih? Komen yang BANYAKKKKK dooonggg pliissssss biar aku makin semangat nulisnyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜. Dan menurut kalian nih gaesss, lebih baper kisah Dira dan Fahri atau kisah Sisi dan Adit??? Komen yang banyak yaaaahhh gaeeesss, aku tungguuu..! Thank u All.... Luv u😘😘😘😘😘😘


__ADS_2