Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 89


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA


*****


"Mau nyoba naik apa dulu nih?" tanya Adit sambil menoleh pada Sisi.


"Hmmmmmm... kayaknya kita mulai dari wahana yang ekstrem dulu deh!"


"Hmm... oke siapa takut!"


Sisi dan Adit pun berjalan menghampiri wahana roller coaster. Wahana roller coaster itu sungguh menantang adrenalin orang-orang yang memiliki jiwa pemberani tinggi. Karena roller coaster di Taman Ria itu memiliki ketinggian sekitar 42,5 meter atau setara dengan 14 lantai! Bayangkan pemirsah?


Dengan penuh percaya diri, mereka berdua pun memasuki antrean orang-orang yang akan naik wahana ekstrem itu.


Dan akhirnya giliran mereka berdua pun tiba. Sisi dan Adit duduk bersisian. Kemudian seorang petugas memastikan bahwa seluruh penumpang wahana telah memakai seat belt dengan benar.


Dan... perlahan-lahan roda-roda roller coaster-pun mulai bergerak, melaju dengan kecepatan pelan. Lalu...


"Aaaaaaaaaaaaaaa...!!!!!!!!" seketika pekikan nyaring keluar dari mulut Sisi kala roller coaster tersebut mulai naik perlahan ke atas rel dan menukik dengan gerakan super cepat. Sehingga satu tangannya refleks menggenggam erat-erat sebelah tangan Adit.


Adit yang ekspresinya justru datar-datar saja menaiki wahana ekstrem itu, malah merasakan sensasi lain karena tangannya digenggam erat oleh Sisi. Sensasi aneh yang mengirim sinyal ke otaknya sehingga membuat jantungnya jadi berdebar tak karuan. Rasanya dia tak ingin Sisi melepaskan genggaman tangannya dari jemari miliknya. Oh tidak, rasanya dia sudah benar-benar gila karena perasaan aneh yang dirasakannya ini!


Teriakan nyaring dan tawa lepas mengiringi para penumpang yang berada di atas roller coaster itu. Teriakan demi teriakan tak bisa terelakkan seiring kereta yang melaju di trek melingkar dan menurun dengan kecepatan sangat tinggi.


Dan selama kurang lebih 10 menit lamanya, akhirnya kereta roller coaster itu berhenti di tujuan akhir.


"Ya ampun Mas Adit, aku kapok!" seru Sisi dengan lutut yang masih bergetar.


Adit menahan senyum geli. Perasaan tadi dia yang semangat banget ngajakin naik wahana ekstrem, eeeh sekarang malah bilang kapok naik lagi! Wkwkwk. Lucu banget sih dia.

__ADS_1


"Are you ok?" Adit jadi kasian ngeliatnya.


Sisi mengangguk. "Aku gak papa kok,"


"Apa kita mau istirahat dulu sebentar?" tanya Adit lagi memastikan, dia sedikit khawatir dengan keadaan Sisi.


Sisi menggeleng.


"Yaudah yuk," Adit memberanikan diri menggamit lengan Sisi. Karena dia gak tega ngeliat Sisi yang kayaknya masih syok berat gegara abis naik roller coaster tadi.


Sisi sedikit terkejut ketika Adit menggamit lengannya. Namun dia buru-buru menguasi dirinya, berusaha menutupi perasaan berbunga-bunga di hatinya. Aaaaaahhhh, seandainya saja waktu berhenti berputar, sehingga dia bisa selamanya merasakan genggaman tangan dari Adit!


Mereka berdua pun kembali berjalan bersisian. Dan tanpa sepengetahuan Sisi, ternyata Adit diam-diam juga mengulum senyum, berusaha menyembunyikan perasaan bahagianya.


Orang-orang yang melihatnya, mungkin akan menyangka mereka adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.


*****


Sisi mengangguk sambil tersenyum.


Mereka berdua pun berjalan ke arah wahana bianglala dengan posisi Adit masih menggandeng lengannya.


Lalu mereka pun bergabung dalam antrean lumayan panjang para pengunjung yang ingin menaiki wahana kincir angin raksasa itu.


Dan tibalah giliran Sisi dan Adit. Mereka pun mulai masuk ke dalam gondola berukuran cukup besar berbentuk lingkaran. Kemudian, perlahan-lahan bianglala pun mulai berputar menuju bagian atas dari jalur berbentuk lingkaran itu. Ketinggian kincir angin raksasa itu sekitar 130 meter, membuat siapapun yang memiliki phobia ketinggian akan berpikir ribuan kali untuk naik ke atas wahana itu.


Bianglala itu terus berputar perlahan. Dan kini Adit dan Sisi berada di puncak tertinggi dari posisi bianglala itu. Pemandangan Kota Jakarta di siang hari terbentang jelas dari atas gondola itu.


Sisi tidak mau melewatkan kesempatan untuk mengabadikan potret dirinya di atas ketinggian sekitar 426 kaki itu. Dia bergegas mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, lalu... JEPRET! Beberapa kali dia mengambil gambar pose dirinya dari ponsel pintarnya.

__ADS_1


Adit hanya mengamatinya sambil tertawa kecil.


Dan tiba-tiba saja, Sisi menggeser posisi duduknya sehingga kini dia dan Adit duduk bersebelahan dengan posisi sangat dekat. "Kita selfie ya Mas!" ajaknya riang. Lalu tanpa menunggu persetujuan Adit lagi, dia segera mengabadikan potret dirinya dengan Adit dengan berbagai macam pose.


"Iiiiiiihhhh lucu-lucu banget hasilnya Maaass...!" pekiknya girang sambil melihat hasil foto di galeri hp miliknya dengan excited.


Adit hanya tertawa kecil melihat tingkah Sisi.


"Nanti kirim ke Mas Adit ya fotonya!"


"Siaaappp Mas!"


Adit tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2