
**Perhatian!!! Mohon untuk menjadi pembaca yang bijak..!!
Pada Part ini, terdapat adegan yang tidak layak dikonsumsi oleh anak dibawah 15 tahun!!!
Happy Readiingg...!😊😊😍**
*****
Sore itu, Dira baru saja selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih terlilit di tubuhnya. Lalu dia berjalan ke arah meja rias dan meraih hair dryer, dan mulai mengeringkan rambutnya.
Fahri tiba-tiba membuka pintu kamar dan melangkah menuju meja kerjanya. Dia mengempaskan dirinya perlahan di atas kursi kerjanya. Dan mulai menyalakan laptop.
"Mas..." gumam Dira masih melakukan aktifitasnya.
"Hmmm...?" jawab Fahri tanpa menoleh.
"Lusa kan kita udah mulai masuk nih... Tapi kita belum ke rumah Mama Papa lho... Buat ngasih oleh-oleh yang dari Paris itu ke Mas Adit..."
"Mmm... Yaudah nanti Mas pikirin lagi ya... kapan kita mau kesana..." ucapnya sambil melirik sekilas ke arah Dira. Dan, deg! Tiba-tiba saja hasrat kelelakiannya muncul melihat Dira yang sedang mengeringkan rambutnya dengan posisi membelakanginya dengan hanya terlilit handuk tipis dan sangat pendek di atas paha.
Fahri segera beranjak dari duduknya. Lalu berjalan perlahan menghampiri Dira. Dan benar saja, langsung dipeluknya sang istri dari belakang.
"M-Mas..." ucap Dira kaget.
"Ssttt..." desis Fahri dan malah mulai menciumi leher putih Dira.
__ADS_1
Dira mulai mendesah dan badannya bergetar hebat.
Lalu tiba-tiba saja ditariknya perlahan handuk yang melilit tubuh Dira hingga kini terlepas begitu saja.
"M-Maass...!" wajah Dira mulai merah padam dan dilemparnya begitu saja hair dryer yang masih menyala itu dari genggamannya.
Fahri segera menekan tombol off pada hair dryer. Lalu membalikkan tubuh sang istri yang kini tanpa sehelai benang pun. Dira tentu saja sangat kaget mendapat serangan yang sangat tiba-tiba ini. Dia berusaha menutupi bagaian dadanya dengan wajah yang sudah tak dapat digambarkan lagi. Malu, salting, dan sebagainya campur aduk jadi satu.
"Ngapain sih, pake ditutupin segala... Toh, Mas udah liat semuanya sering banget..." desis Fahri lagi dan mulai menangkap kedua tangan Dira. Lalu mendorong tubuhnya ke belakang sehingga terpepet ke meja rias di belakangnya.
"M-Mas... Ki... kita mau melakukannya disini...?" Dira terbata.
Fahri tertawa kecil, "Sekali-kali yuk. Nyari variasi baru..." dan Fahri mulai menyerangnya lagi dengan ciuman yang panas. Turun ke leher, dada...
Dengan nafas yang tersengal Fahri mulai melepas seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan boxer-nya.
Dira melenguh panjang, badannya bergetar hebat. Sambil terus memainkan aksinya di dada sang istri, Fahri ******* lagi bibir Dira semakin ganas.
"Oooouuhhhhh," jerit Dira tertahan dan mulai menjambak rambut Fahri.
"Aku udah gak tahan Sayang... Aku masukin ya..." desis Fahri dengan peluh yang mulai membasahi sekujur tubuhnya.
Dira mengangguk, badannya sudah benar-benar lemas dibuat Fahri. Dengan tak sabar Fahri mulai melepas boxer nya dan...
Tok tok tok...!
__ADS_1
"Deennn...! Ada petugas pengantar paket di depan...!" ucap Bik Iroh dari balik pintu kamar mereka.
"Duhh, gagal kan...! Si Bibik siih," rutuk Fahri kesal.
Dira tertawa geli.
"Nanti malem lanjut ya Sayang..." Fahri ******* bibir Dira untuk yang terakhir kalinya. Lalu buru-buru mengenakan pakaiannya kembali.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
__ADS_1
Terima kasiiihhhh❤❤