Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 7


__ADS_3

Besoknya, hari Minggu.


Selesai sarapan, Dira berjalan ke ruang tengah dan langsung selonjoran santai di sofa. Lalu dia mengeluarkan hp-nya. Dan tepat sekali, apalagi yang dia lakukan kalau bukan ber-chatting ria di aplikasi WA dengan Alif. Saling melepas kangen. Padahal juga baru semalam mereka jalan bareng.


"Hai cantikku," tiba-tiba saja Adit datang dan langsung mengempaskan diri di samping Dira. Tak lupa tangannya merangkul pundak Dira.


"Apaan sih Mas? Jangan sok asik deh," Dira pura-pura mencibir.


"Hehehe...," Adit melepaskan rangkulannya.


"Kamu lagi ngapain?"


"Ihh... Mas Adit tuh bener-bener ya. Sejak kapan sih Mas jadi sangat kepo gini dengan urusan orang? Mau nyaingin Lambe Turah ya?"


Adit terkekeh lagi.


"Yaa... masa Mas nggak boleh tau sih urusan adik sendiri?"


"Nggak... boleh!" tukas Dira penuh penekanan.


"Hmm... yaudah deh... gak papa kalo Mas Adit gak boleh tau."


"Oya Dir, kamu hari ini free kan? Anterin Mas ke Kinokuniya PS (Plaza Senayan) yuk. Mas mau cari buku nih buat referensi meeting minggu depan,"

__ADS_1


"Duh, Mas... mager tau aku,"


"Yakin nih... nggak mau...? Hmm... padahal Mas mau traktir kamu makan di Bakerzin lhooo..." ucap Adit sambil menaik-naikkan alis.


"Mm... serius nih... Mas Adit?" Dira langsung menoleh.


Hahaha, dia memang lemah kalo sudah diiming-imingi soal makanan.


"Emang kapan sih... Mas pernah bohongin kamu...?"


"Tapi aku boleh makan apa aja yang aku mau yaaa?"


"Iya... iya... Tapi kamu tau diri juga lah Dek. Bisa-bisa Mas bangkrut!"


"Yee... dia malah ceramah. Udah buruan siap-siap,"


"Hehehe, iya iyaa... Yaudah aku ganti baju dulu yaa...!"


"Jangan lama-lama dandannyaa...! Nanti keburu siang!" titah Adit.


"Siappp Bos kyuuuu!" sahut Dira yang sudah bergegas naik ke lantai atas, menirukan jargon yang sering diucapkan artis kenamaan, Baim Wong.


20 menit kemudian, dia sudah turun lagi ke lantai bawah. Baju rumahan telah berganti dengan blouse putih simple berlengan pendek dan ada aksen kerut di bagian lengan. Serta celana jins hitam. Tak lupa make-up tipis yang telah dipoles ke wajah.

__ADS_1


"Yuk Mas!"


*****


Mobil Honda HR-V putih metalik milik Adit mulai memasuki Mall yang ada di bilangan Jakarta Pusat itu. Suasana tempat parkir cukup ramai. Setelah lumayan lama mereka berputar-putar, akhirnya mereka berhasil juga menemukan lahan parkir yang kosong.


Setelah Adit berhasil memarkir mobil, mereka berdua pun segera turun. Dan berjalan memasuki area Mall. Adit merangkul pundak Dira, sebaliknya, Dira pun merangkul pinggang Adit. Ya ampun... mesra banget deh mereka. Orang pacaran kalah kale...


Ya, begitulah mereka berdua. Walaupun terkadang Adit jahil, dan Dira jadi suka jengkel dengan tingkah kakaknya itu, namun sebenarnya mereka berdua itu saling menyayangi banget satu sama lain. Apalagi mereka itu benar-benar cuma 2 bersaudara.


Adit dan Dira melangkah masuk ke dalam toko buku yang di depannya bertuliskan "Books Kinokuniya". Lalu Adit mulai berkeliling berusaha menemukan buku yang dicarinya. Dira mengekor di belakang.


Sudah hampir setengah jam mereka berputar-putar di dalam toko buku itu.


"Mas... masih lamaa...?" Dira mulai mengeluh.


"Sabar dong, Dek..." Adit bergumam sambil matanya masih menelusuri buku-buku yang ada di rak di depannya.


Dira mengembuskan napas panjang.


20 menit kemudian, "Nah... kayaknya ini cocok untuk bahan referensi!" serunya tiba-tiba dengan mata berbinar. Segera diraihnya buku itu.


"Alhamdulillaaahh. Ya Allah akhirnyaaa...!" ucap Dira lega.

__ADS_1


Dira dan Adit pun berjalan menuju kasir.


__ADS_2