Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 108


__ADS_3

Sebuah kamar rawat kelas VVIP.


Sisi sudah siuman sejak 1 jam yang lalu. Namun kondisinya masih lemah. Wajahnya pucat dengan selang infus terpasang di tangan. Aroma obat khas rumah sakit terasa menusuk indra penciuman.


Nyonya Raisa duduk di sebuah kursi di sebelah ranjangnya. Sedang menyuapi bubur ayam kepada Sisi yang kini berbaring dengan posisi duduk. Bubur ayam itu terasa hambar dan pahit ketika mampir di indra pengecap nya.


Sisi mengunyahnya dengan tidak berselera.


"Honey... kamu harus makan yang banyak. Biar cepet sehat. Emang kamu mau nginep di rumah sakit sampe sebulan...?" ucapan Nyonya Raisa lebih mirip seperti titahan.


Sisi hanya meringis.


Dia membuka mulutnya lagi ketika Nyonya Raisa menyodorkan sendok berisi bubur itu ke depan mulutnya. Dan satu suapan bubur ayam ***** lagi di dalam mulutnya.


Setelah bubur ayam itu tandas, Nyonya Raisa berdiri dari kursi dan duduk di tepi ranjang rumah sakit tepat di sebelah sang putri.


"Sekarang kamu istirahat ya... Jangan mikirin macem-macem!" ucapnya nyaris seperti omelan.


Mau gak mau Sisi menarik kedua sudut bibirnya, namun yang tercipta malah senyum kecut.


"Mama ke toilet dulu," tukas Nyonya Raisa sambil mengusap lembut rambut Sisi.


Sisi mengangguk kecil.


*****


Tak terasa Sisi sudah terbaring di kamar rumah sakit selama 5 hari. Sebenarnya dia sudah sangat bosan. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain duduk dan berbaring di ranjang rumah sakit.


Sesekali dia menonton televisi yang ada di kamar rawatnya. Namun acara televisi yang banyak menampilkan tontonan unfaedah membuat dia makin bosan dan akhirnya memilih mematikan tv itu.


Jadi yang dia bisa lakukan untuk mengusir kebosanannya di rumah sakit, hanya menonton drakor favoritnya dengan layanan streaming di ponsel pintarnya.


Sisi melirik jam dinding di kamar rawatnya. Pukul 14.10 WIB. Pagi tadi mama nya pergi ke butik karena harus bertemu klien.


Sisi mendesah panjang. Bosan sekali!


Dia menggeser posisi duduknya di atas ranjang. Kemudian meraih piring datar di atas nakas yang berisi apel dan melon yang sudah dipotong kecil-kecil oleh seorang perawat. Lalu mulai memakan buah-buahan itu sambil matanya menerawang ke sembarang arah.


"Bebiiiiii...!" tiba-tiba sebuah suara yang sudah sangat dikenalnya menyeruak memenuhi ruang kamar rawatnya, beriringan dengan bunyi pintu dibuka dengan keras.

__ADS_1


Membuat Sisi tersentak kaget karena suara cempreng itu.


Dia menoleh ke arah pintu, dan yaappp... benar saja! Gadis centil itu kini berjalan santai ke arahnya dengan membawa banyak tentengan di tangannya.


Siapa lagi kalau bukan Dira.


Ketika sudah sampai di samping ranjang Sisi, gadis itu segera mendaratkan pantatnya di kursi. Lalu dengan lincah menaruh berbagai tentengan di tangannya ke atas nakas. Ada buah anggur, jeruk, apel, pir, pisang, susu kotak, biskuit, brownies, rainbow cake, pisang nugget, lava cake, dan macaron.


Sisi sampai terpana dan tak berkedip melihat segitu banyaknya makanan yang dibawa oleh sang sahabat. Mau nyuruh dia jualin lagi apa??


"Jangan lupa dimakan ya! Biar cepet sehat!" cicit Dira dengan gaya udah kayak nenek-nenek lagi nasehatin cucunya.


Sisi masih terkesima.


Lalu beberapa detik kemudian dia mulai bisa mengembalikan kesadarannya, "Dir... Lo tau darimana kalo gue--"


"Dari Asep temen sekelas lo!" potong Dira cepat sebelum Sisi menyelesaikan kalimatnya. "Gue nanya sama dia kenapa lo gak masuk kampus berhari-hari. Dan dia bilang kalo lo dirawat di rumah sakit!"


"Bener-bener ya lo Si!" gemas Dira. "Dirawat kok gak bilang-bilang! Mana kalo gue wa gak pernah dibales!" omelnya seakan ingin menerkam Sisi.


Sisi meringis sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Dira mengembusakan napas kasar.


"Untung aja lo lagi sakit. Kalo enggak udah gue ulek lo!" ucap Dira galak.


"Tega banget lo sama gue Dir..." balasnya pura-pura takut.


Dira memutar bola matanya malas.


"Sahabat sakit tuh yang ditanya kabarnya gimana, gitu. Ini malah kena damprat gue..." gerutunya sambil mengerucutkan bibir.


"Lo sih sakit-sakit nyebelin!"


Sisi meringis lagi.


"Yaudah jadi gimana keadaan lo sekarang?" tanyanya akhirnya.


"As you can see, it's getting better..." tersenyum tipis.

__ADS_1


"Syukur deh kalo gitu,"


"Tante Raisa mana?" tanyanya lagi sambil celingukan.


"Lagi ke butik,"


Dira ber-O ria sambil manggut-manggut.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...


Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘


.


.


.


.


.


Mohon maaf kalo terkadang aku Up nya cuma sedikit... ini juga aku usahain untuk Up tiap hari di sela-sela kerjaan aku... demi biar aku gak ngecewain kaliann huhuhu...


jadi Author minta jangan pelit untuk tekan tombol LIKE nya yaaa. karna itu sangat mengapresiasi kami banget. Trus komentar kalian walaupun cuma ketik lanjut atau next aja udah bikin Author seneng banget. eehh kok jadi curhat maap yak wkwkwkk.

__ADS_1


__ADS_2