
**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)
Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!
*****
Di dalam perjalanan menuju kampus Dira...
"Sayang... Kamu jagain Mama baik-baik ya... Jangan nakal-nakal..." ucap Fahri sambil satu tangannya mengelus-elus perut Dira yang masih rata, lalu tangan satunya tetap fokus ke kemudi.
Dira tertawa geli. "Bukan Mama, Mas... Aku maunya dipanggil Bunda nanti..."
Fahri ikut tertawa geli. "Yaudah jagain Bunda ya... Inget pesan Papa," tuturnya lagi masih sambil mengelus perut rata istrinya.
Dira makin ketawa geli. Kini kedua tangan Fahri kembali fokus pada stir. "Jadi panggilannya Papa sama Bunda Mas...?" katanya sambil menoleh sekilas pada sang suami.
Fahri mengalihkan pandangannya sebentar pada sang istri sambil tersenyum dalam, "Terserah kamu aja itu mah Sayang,"
Dira makin ketawa geli. Tak bisa membayangkan, di umurnya yang masih sangat muda ini, dia benar-benar gak menyangka, akan menjadi seorang ibu sebentar lagi.
Kini sebelah tangan Fahri meraih tangan Dira dan mengecup punggung tangannya berkali-kali dengan penuh cinta.
Dira menatapnya dalam dengan tatapan cinta yang tak kalah, lalu membalas menciumi punggung tangan Fahri berkali-kali. Dan akhirnya sebelah tangan mereka saling menggenggam erat satu sama lain. Seakan tak mau lepas.
Sampai akhirnya, tak terasa, mobil Fahri mulai memasuki gerbang kampus Dira. Fahri mengantarnya sampai tepat di depan gedung tempat Dira kuliah, persis di sebelah gedung Fakultas nya.
"Inget ya Sayang... Kamu jangan naik turun tangga. Pake lift aja... Dan gak boleh capek-capek. Makannya juga jangan sampe lupa. Abis itu minum vitaminnya. Nanti kalo kuliah nya udah selesai, langsung telpon Mas. Biar Mas jemput. Apapun alasannya, Mas gak akan izinin kamu pulang pake taksi online ataupun bareng Sisi. Pokoknya harus sama Mas..." ucap Fahri beruntun seakan tiada titik dan koma saat mengucapkannya.
"Iyaaa Sayangkuuu... Yang cereweett..." balas Dira tertawa kecil. Dia betul-betul merasakan suaminya jauh lebih posesif di kehamilan pertamanya ini. Namun Dira juga maklum, semua itu Fahri lakukan semata-mata hanya karena tidak ingin terjadi apa-apa pada dirinya dan buah cinta mereka.
"Yaudah Dira turun ya Mas. Mas juga hati-hati di jalan. Assalamu'alaikum..." tutur Dira sambil mencium punggung tangan suaminya takzim.
"Wa'alaikumsalam..." balas Fahri. Kemudian menarik pelan Dira ke arahnya, dan mencium dahi, pipi, hidung, dan bibir Dira singkat.
Dira tersenyum, "Daah Mas," ucapnya untuk yang terakhir kali sebelum akhirnya turun dari mobil sang suami.
*****
Senin ini, Dira ada 2 mata kuliah. Pagi ini dia telah selesai mengikuti mata kuliah Perencanaan Pembangunan 1. Dan siang nanti pukul 13.30, dilanjutkan dengan Praktikum Statistik II.
__ADS_1
Jarum jam menunjukkan pukul 10.01 WIB ketika dia dan Sisi berada di kafetaria kampus. Sang sahabat juga sebelumnya telah diberi tahu oleh Dira perihal kehamilannya lewat WA.
"Unnchh, gemesshhh... Tante gak sabar menanti kedatangan kamu ke dunia keponakanku Zheyeennkk..." ucap Sisi dengan mimik lucu sambil mengelus perut sahabatnya.
Dira tertawa geli.
Lalu tak lama kemudian, dengan cekatan Dira mengeluarkan tempat makan susun dari goodie bag nya. Yang berisi bekal sehat buatan sang mama tercinta.
"Beb, gue gak pesen ya. Lo aja yang pesen. Gue udah dibawain bekel nih sama nyokap," ujar Dira sambil menunjuk kotak bekalnya.
"Siippo...!" sahut Sisi dan dia pun langsung beranjak dari duduknya untuk memesan makanan.
Lalu tak lama dia sudah kembali lagi ke tempat duduknya. "By the way Tante Amanda sama Om Bian sampe kapan di Jakarta Beb...?" tanyanya kemudian. Ngomong-ngomong Dira juga sudah bercerita kalau papa mama nya sedang pulang ke Jakarta.
"Hmmm... Paling tinggal semingguan kurang lagi."
Sisi tampak manggut-manggut.
"Lo mau gak Yank?" Dira yang sedang menyantap sushi buatan sang mama, menyodorkan juga sepotong sushi isi salmon bakar itu pada mulut Sisi. Dan tanpa menjawab lagi, Sisi segera melahap sushi yang disodorkan Dira itu dengan sekali suap dan potongan sushi tak berdosa itu langsung masuk semua ke mulutnya.
Dira terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya itu.
Otomatis Dira ngiler dong melihat itu semua. Dia langsung ajak ngelirik dengan 'tatapan ala pemangsa' ke mangkok berisi bakso dengan kepulan asap yang menguar ke udara sehingga aroma khas kuah kaldu yang berasal dari daging itu menusuk tajam ke hidungnya.
Sisi langsung menyendokkan sambal berkali-kali ke dalam mangkok berisi bakso nya. Yang membuat Dira makin nelen liur nya berkali-kali.
"Sayang..." panggil Dira merdu dengan tatapan penuh arti ke Sisi. "Itu kayaknya bakso enak banget ya... Boleh kali gue icip dikit..."
Kontan mata Sisi langsung melotot. "Dasar anak bandel ya...! Inget apa kata dokter Dir. Lo masih trimester pertama. Tahan-tahan dulu makan yang mengandung banyak mecin kayak gini...! Mau lo, ntar diomelin sama laki lo...?" omel Sisi gemas.
Wajah Dira langsung belagak sendu, "Lo tegaaa... Siiii... Ngebiarin ibu hamil ngiler. Lo inget kan apa kata orang tua jaman dulu. Kalo ibu hamil pengen sesuatu tuh harus diturutin! Kalo gak nanti anaknya ngences pas lahir...!"
Sisi berdecak kesal. Tapi gak tega juga ngeliat tampang sahabatnya yang mupeng banget itu. "Yaudah tapi dikit aja ya...! GAK BOLEH banyak-banyak...!" dia langsung memotong satu bakso kecil menjadi 2 bagian, lalu menciduk 1/2 bagiannya bersama kuah bakso. Dan menyodorkannya ke mulut Dira, "Aaaa..."
Kedua mata Dira langsung berseri-seri. Lalu nyaamm...! Potongan kecil bakso itu akhirnya ***** di dalam mulutnya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤
.
.
.
.
Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.
Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.
Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆
__ADS_1