
"Si... ada yang pengen Mas Adit sampein ke kamu..." suara Adit nyaris seperti bisikan.
Sedangkan Sisi yang berada di hadapannya rasanya hampir pingsan karena tak mampu mengontrol detak jantungnya yang berdentum tak karuan.
"Sebenernya Mas Adit..."
"Sisi!"
Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka berdua. Yang refleks membuat Adit melepaskan tangannya pada tangan Sisi.
Adit dan Sisi menoleh berbarengan ke asal suara. Dan dilihatnya Nyonya Raisa berdiri beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
"Mama..."
"Tante Raisa,"
Mereka berucap berbarengan.
"Ternyata kamu disini. Eehhh ada Adit juga..." ujar Nyonya Raisa tersenyum hangat sambil berjalan menghampiri mereka.
Sisi dan Adit berusaha menutupi rasa salah tingkah mereka. Semoga saja tadi Nyonya Raisa tidak melihat ketika mereka sedang berpengangan tangan.
"Kamu apa kabar Dit...? Waahhh... Udah lama banget yaaa kita gak ketemu!" seru Nyonya Raisa sumringah. Adit langsung menyalimi mama Sisi.
"Alhamdulillah baik Tante. Tante sendiri gimana kabarnya...?" balasnya sopan.
Nyonya Raisa tersenyum lebar. "Alhamdulillah kabar Tante juga baik,"
"Eh, kok kalian disini sih? Ayo kita ke dalem lagi," ajak Nyonya Raisa. "Sisi, ayo ikut Mama, Sayang. Ada surprise untuk kamu."
"Apa Ma?" tanyanya penasaran.
Nyonya Raisa hanya tersenyum, "Udah ikut aja yuk!" lanjutnya sambil menggamit lengan Sisi. "Yuk Dit!"
"Iya Tante," Adit mengangguk kecil.
__ADS_1
Mereka bertiga-pun berjalan kembali menuju ballroom hotel. Dalam hati Sisi terus bertanya-tanya kejutan apa yang akan diberikan sang mama.
Dan saat dia melihat sesosok pria yang tak asing lagi di matanya sedang berdiri tak jauh dari meja jamuan makanan, akhirnya rasa penasarannya terjawab sudah.
"Papaaaaaaa...!!!!" serunya tak dapat terelakkan lagi. Refleks dia berlari kecil menghampiri orang yang sangat dirindukannya itu. Lalu memeluk tubuhnya erat.
Tuan Farel membalas pelukan putri kesayangannya itu sambil mengulas senyum. Hampir saja bulir-bulir bening menggenang di pelupuk mata Sisi saking terharunya dia.
Akhirnya anak dan ayah itu melepas pelukan mereka.
"Sisi kira Papa gak bakal dateng di hari ulang tahun Sisi..." lirih Sisi dengan dada yang nyaris sesak.
Tuan Farel mengulas senyum lagi. Kemudian tangannya terulur mengelus kepala Sisi. "Gak mungkin dong Sayang..."
"Kapan Papa balik dari Amerika?"
"Yesterday honey,"
"Papa jahat gak ngabarin aku!" rajuknya.
"Purposely wanted to surprise you, honey."
Nyonya Raisa dan Adit yang berdiri tak jauh dari mereka, tersenyum melihat pemandangan ayah dan anak yang sedang melepas kangen itu.
"Halooo... Semuanyaaaaaa... Gimana jamuan makannya...? Pastinya enak dan bikin perut kenyang dooonggg...!" tiba-tiba suara sang MC pecah lagi melalui mic. "Naahhh kalau perut udah kenyang gini, paling enak rasanya sekarang tuh santai-santaiiii yaaaa. Sekarang kita pengen manjain telinga kalian lagi dengan lagu-lagu famous dari bintang tamu utama kita niiiiiiihhhhhh... Pleeeeaseeee welcooooomeee...!!!"
Tepat setelah sang MC bicara, dari arah pintu timur ballrom, muncul 3 sosok penyanyi famous tanah air dengan mic di tangan mereka masing-masing. Menyanyikan lagu "Happy Birthday To You" dengan kompak.
Sontak muncul euforia dari para tamu undangan. Mereka berteriak histeris sambil bertepuk tangan dengan heboh. Karena ketiga penyanyi tersebut memang sedang naik daun dan memiliki fans yang membludak di tanah air.
Ya, mereka adalah Raisa, Tulus, dan Jaz.
Terlebih Sisi. Saking terpukaunya, dia sampai speechless. Dan hanya bisa menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Maklum saja, dia memang sudah lama sekali sangat mengidolakan ketiga penyanyi papan atas itu. Dia sungguh tidak menyangka mama nya memberi kejutaan dengan mendatangkan ketiga penyanyi idolanya ini di pesta ulang tahunnya.
"OMG Maaaaaa...! Makasiiiiihhhh Maaaaaa...!! Sumpah Sisi seneng bangeeetttttt...!!" dengan spontan Sisi memeluk erat Nyonya Raisa.
__ADS_1
Nyonya Raisa tersenyum. "Sama-sama Sayang..."
Sisi-pun melepas pelukannya. Lalu dengan tak sabaran berlari kecil ke depan panggung. Bergabung bersama para tamu undangan lain yang sudah lebih dulu antusias berlari ke depan panggung sambil ikut bernyanyi bersama ketiga artis itu.
Could it be love, Could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, Could it be love
Could it be something that I never had
Could it be love
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Histeria tamu undangan yang ikut bernyanyi sambil mengelu-elukan ketiga artis papan atas itu. Sisi dan Dira tak kalah hebohnya ikut bernyayi. Bahkan kedua sobat kental itu saling berangkulan sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti dentuman musik.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘