
Dira yang sudah menunggu hampir setengah jam lamanya di halte depan kampusnya, memekik girang dalam hati ketika sebuah mobil yang sudah amat ia kenal berhenti tepat di depan halte itu.
Ya, siapa lagi kalau bukan mobil Fahri.
Dengan gerakan cepat dia segera beranjak dari duduknya, lalu menghampiri mobil suaminya tersayang itu dan membuka pintu mobil sebelah kiri, yang merupakan kursi penumpang.
"Assalamu'alaikum..." sapa Dira sambil mencium punggung tangan sang suami.
"Wa'alaikumsalam... Bidadari Surgaku..."
"Iihhh, Maass... Mulaiii deeehhh gombalan alaayy,"
Fahri tertawa geli. Lalu mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kala itu jam menunjukkan pukul 10.30 WIB. Untunglah kondisi jalanan siang itu tidak begitu macet. Ya, kalau lalu lintas lancar, mereka hanya perlu menempuh waktu tidak sampai 30 menit untuk sampai ke rumah Fahri, yang sekarang juga sudah menjadi rumah Dira itu.
"Kamu udah makan belum, Sayang?" tanya Fahri lembut sambil mengelus rambut Dira dengan sayang.
"Mmmm, belum sih."
"Mau mampir buat makan?"
"Nggak usah deh, Mas. Kita makan siang di rumah aja yuk. Pasti Bik Inah juga udah masak kan,"
Fahri tersenyum, "Yaudah."
*****
Setelah sampai rumah, Fahri memarkirkan mobil Honda Jazz kesayangannya di garasi. Sedang Dira sudah turun daritadi.
"Assalamu'alaikuummm Biiiik," seru Dira nyaris lantang sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalaamm, eehh Non. Udah pulang. Sama siapa Non?" Bik Inah muncul dari dalam sambil tergopoh-gopoh.
"Sama Mas Fahri Bik," jawabnya sambil meletakkan tas jinjingnya di atas sofa ruang tamu.
"Owalahh, tumben jam segini Den Fahri udah ada di rumah,"
"Tau tuh, Bi. Katanya mah pengen makan siang di rumah, kangen kali sama masakan Bik Inah," Dira menjawab asal.
Bik Inah tertawa sumbang, "Bisa aja nih Non Dira,"
Dira cekikikan kayak mak lemper, eh mak lampirπππ.
"Eh, ngomong-ngomong... Udah masak belom Bik...?" kali ini Dira rebahan di atas sofa.
"Udaaaahh doong Noon. Udah bereess daritadiii. Tuh liat aja ke dapur,"
"Yaudah deh Bik. Makasiihhh yaaa,"
"Iya Non. Yaudah Bibik balik lagi ya ke belakang. Belum selesai nyuci piringnya,"
"Iyaa Biik."
*****
__ADS_1
Fahri dan Dira berjalan ke arah meja makan. Siang itu Bik Inah memasak berbagai makanan yang bikin meneguk air liur. Sop wortel jamur, bihun goreng spesial pake bakso, ayam goreng serundeng, sambel ijo khas penyet, tempe tahu goreng, timun dan lalapan, serta sambel goreng ati kentang.
"Huummm... Ya ampuunn, baunya enak bangett," ucap Dira seperti udah gak sabar untuk mencicipi semuanya.
Fahri bergegas menarik kursi dan duduk.
"Aku ambilin ya, Mas." tanpa menunggu jawaban Fahri lagi, Dira segera meraih piring dan mengambil nasi hangat di magic com.
"Ng... Mas Fahri mau pake apa?"
"Mm... Ayam, sambel ijonya, sama sop aja."
"Oke," Dira-pun segera mengambil lauk yang diinginkan suaminya itu dan menaruhnya di atas nasi hangat yang telah diambil. "Nih Mas," lanjutnya sambil meletakkannya di depan Fahri.
"Makasih Sayang,"
Dira-pun duduk di hadapan Fahri. Lalu mengambil piring dan nasi hangat. Kemudian dengan sendok meraih ayam goreng, sambel ijo, tempe tahu, dan lalapan.
Mereka pun mulai menyantap makan siang-nya.
"Sayang... Kok kamu nggak pake sayur, sih?" tanya Fahri yang baru saja menyuap nasi ke mulutnya.
"Pake kok Mas... nih, lalapan." balas Dira sambil mengunyah makanannya.
"Yee, maksud Mas tuh makan sayur sop nya gitu lho, cantikku..."
"Mm... yaudah deh ntar juga kalo Dira masih laper bakalan nambah,"
Setelah hampir setengah jam lamanya mereka bersantap siang bersama, akhirnya mereka pun selesai. "Mas, mau teh anget gak?"
"Hmm, boleh... Sayang." jawab Fahri sambil beranjak.
"Mas tiduran sebentar ya Sayang. Nanti tolong kamu anterin aja teh nya ke kamar,"
"Emang Mas Fahri mau balik ke kampus jam berapa?"
"Belum tau, Yank." sambung Fahri lalu melenggang ke arah kamar tidur mereka.
Dira bergegas bangkit dari duduknya. Lalu mengambil sebuah cangkir dari dalam lemari makan gantung dan mulai membuatkan teh untuk sang suami.
"Sayaangg, nih teh anget-nya udah jadi," ujar Dira sambil melangkah masuk ke dalam kamar yang pintunya tak tertutup.
"Zzzzzz..."
"Yeee... dia malah ngorok," decak Dira, akhirnya diletakkan teh yang telah dibuatnya itu di atas meja kecil samping ranjang.
Dira tiba-tiba menumbukkan matanya pada sang suami yang telah terbuai dalam mimpi itu di atas tempat tidur. Lalu dia berjalan mendekat dan duduk di sisi suaminya.
Hmmm... Lagi tidur gini aja masih ganteng banget. Ya Allah Tuhanku... Aku bersyukur banget punya suami seperti dia. Selain baik, dia juga tanggung jawab banget... Aku sayang banget sama dia Ya Allah... Aku mohon pada-Mu agar jangan pisahkan kami sampai akhir hayat...
Tiba-tiba Dira berdoa dalam hatinya. Sambil menatap lekat-lekat wajah sang suami yang sedang tertidur pulas.
"Mmpph, ganti baju dulu ah..." kemudian Dira beranjak.
__ADS_1
Namun...
Tep! Tiba-tiba saja tangannya diraih Fahri. Kaget nggak? Kageett doong, orang taunya itu suami lagi tidur pules ye kaann?
"M-Mas...?" Dira gelagapan.
"Ngapain coba, orang tidur diliatin gitu...?" Fahri mengeluarkan senyum mautnya ke arah Dira, "Kenapa...? Terpesona yaa, sama kegantengan suaminya ini?"
"Iiihhh, Maasss...! Tidurnya boongan doang yaaa...?" pekik Dira gemas lalu mulai mencubiti pinggang Fahri bertubi-tubi.
Fahri meringis minta ampun. Lalu tiba-tiba saja ditangkapnya tangan sang istri dan dibawa ke dalam pelukannya.
"M-Maas... M...mau ngapain...?" Dira mulai gugup. Kini tubuhnya sudah berada di atas tubuh Fahri.
"Bikin dede bayi yuk..." bisiknya.
Dira langsung melotot, "Bener-bener yaaaaaa... Nanti kan Mas harus balik ke kampuusss...!" serunya sambil mencubit dada Fahri.
"Aw," Fahri malah cengengesan. "Males ah, Mas mau bolos aja. Abisnya mubazir ini kalo ada bidadari di depan mata gini dianggurin," dia mulai menatap istrinya nakal.
Off course, tampang Dira udah gak bisa dijelasin lagi. Bener-bener malu. Belum sempat dia berontak untuk melepaskan diri dari sang suami, Fahri sudah menyelimuti tubuh mereka berdua.
"Mmaaasss... Itu pintu kamar ngablak gituuu. Bener-bener yaaa," πππ
.
.
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!ππ
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaaππ
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuhππ
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhhβ€β€
__ADS_1