Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 77


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA!


*****


Jarum jam menunjukkan pukul 16.58 WIB ketika mobil yang dikendarai Adit meluncur dengan kecapatan sedang di atas jalanan ibu kota. Mulutnya ikut bersiul menyenandungkan lagu instrumental berjudul 'River Flows In You' yang dibawakan seorang Komponis terkenal asal Korea, Yiruma, yang mengalun lewat MP4 player mobilnya.


Suasana jalan raya sore ini tidak begitu macet. Sambil terus bersiul, Adit sesekali mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan jalan. Lalu tak lama kemudian, tiba-tiba matanya tertabrak pada sebuah mobil ber-plat nomor B 608 CL. Adit tampak mengingat-ngingat dan berusaha berpikir keras. Ya, sepertinya mobil ber-plat nomor tersebut sangat tidak asing baginya.


Adit menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Tak jauh di belakang mobil itu. Dia bergegas turun. Dan berjalan perlahan mendekati mobil di depannya. Sang empu mobil sedang membungkukkan badannya di bagian depan mobil yang kap mesinnya sudah terbuka. Sepertinya dia sedang sibuk mengecek mesin mobilnya yang sedang bermasalah.


Si empu mobil itu seorang cewek yang berperawakan tidak terlalu tinggi, dan tidak pendek juga. Memakai setelan kasual berupa kaos kerah berwarna putih dan celana jins panjang hitam. Wajahnya tidak keliatan karena dia sedang menunduk di depan kap mesin mobilnya yang terbuka itu.


"Sisi ya?"


Cewek itu mendongak. Dan tepat sekali, ternyata benar dugaan Adit. Cewek itu adalah Sisi sahabat karib adik kesayangannya. Pantas saja, dia merasa sangat mengenali mobil Aston Martin Vantage berwarna merah metalik itu.


Wajah Sisi yang sudah agak belepotan oli itu, tampak begitu berbinar begitu melihat Adit. "Mas Adiitt??" ucapnya antara terkejut campur senang.


Adit tersenyum tipis. "Kenapa mobil kamu?" lanjutnya seraya berjalan pelan ke arah kap depan mesin mobil Sisi.


Sisi tampak menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Aku juga gak tau Mas Adit. Tiba-tiba tadi di tengah jalan mogok gitu. Padahal sih... bensinnya masih full,"


Adit tampak manggut-manggut.


"Coba aku liat," ujarnya lagi sambil menunduk, mengamati kap mesin mobil itu. Lalu matanya mulai meneliti keadaan mesin mobil Sisi dan tangannya mencoba mengecek beberapa kabel pada mesin mobilnya.


"Hmm... Ini kayaknya ada trouble pada salah satu kabel mesinnya. Dan juga kayaknya akinya bermasalah." gumam Adit sambil terus berusaha mengecek keadaan mesin mobil itu. "Kamu udah lama gak service mobil kamu ya?" dia menoleh sekilas pada Sisi.


Sisi nyengir lebar kayak kuda. "Hehe... Iya kayaknya deh Mas,"


"Pantes..."


Adit kembali berdiri dari posisinya yang semula menunduk di depan kap mesin mobil itu. "Mas Adit juga gak terlalu ngerti sih kalo urusan ngebenerin mesin mobil gini... Tapi kamu tenang aja. Ntar Mas Adit minta tolong montir kantor untuk kesini dan bawa mobil kamu ke bengkel dulu."


"Hmm... kamu ikut mobil Mas Adit aja. Biar Mas Adit yang anterin kamu pulang,"


Sisi tampak menggigit bibir bawahnya pelan, "Emang gak ngerepotin Mas Adit nihh...?"


Adit tertawa kecil, "Gak sama sekali lah. Kamu kayak sama siapa aja Si,"


Sisi nyengir lagi.

__ADS_1


"Bentar ya, aku telepon dulu montirnya," tukas Adit sambil merogoh hp-nya dari saku celananya. Sisi mengangguk.


Tak lama, Adit sudah berhasil menghubungi montir kantornya. Dan berbicara dengannya menjelaskan maksud dia menelepon sang montir.


"Oke sip. Aku udah telepon montirnya. Gak papa mobil kamu tinggalin disini aja. Konci mobilnya kasih ke aku aja sini. Ntar mobil kamu diderek sama montir aku," ucap Adit sambil menutup kembali kap depan mobil Sisi.


Sisi tersenyum lebar, sampai akhirnya mengangguk. "Bentar ya Mas. Aku ambil konci mobilnya dulu,"


Adit mengangguk. Sisi pun berjalan dan membuka pintu mobil samping kemudi. Dan mengambil remote kunci mobilnya. Setelah itu dia keluar lagi dan mengunci pintu mobilnya.


Sisi berjalan ke arah Adit dan menyodorkan remote kunci mobilnya. "Nih Mas. Tapi beneran gak ngerepotin kan nih?"


Adit tertawa kecil lagi sambil menerima kunci mobil yang disodorkan Sisi. "Nggak lah. Santai aja. Kamu kayak sama siapa aja sih," tukasnya mengulang perkataannya lagi.


Sisi terkekeh.


"Yaudah yuk."


Sisi mengangguk. Mereka pun berjalan bersisian menuju tempat mobil Adit diparkir. Dan masuk ke dalam mobil setelah Adit membuka kunci pintu mobilnya.


*****


Adit fokus mengemudikan mobilnya menatap jalanan di depan. Dia memang sudah tau letak rumah Sisi. Karena dulu, pernah beberapa kali dia mengantar sang adik ke rumah sahabatnya itu.


"Pulang kuliah Mas. Biasa," sahut Sisi tersenyum tipis, sambil menoleh sekilas pada Adit.


Adit manggut-manggut.


Walaupun Sisi dan Dira itu adalah sepasang sahabat yang sangat dekat, bahkan udah kayak sodara. Tapi tak lantas membuat Adit juga jadi mengenal dekat sahabat adik kesayangannya itu. Dia dan Sisi hanya sebatas kenal karena dia yang merupakan kakak dari sahabatnya. Bertegur sapa pun hanya sekedar basa-basi dan itupun hanya sesekali. Padalah dulu waktu Dira dan Sisi masih sekolah SMA, Sisi sering banget menginap di rumah mereka. Yang otomatis jadi membuat Adit sering melihat dia di rumahnya. Karena Mama dan Papa mereka pun sudah menganggap Sisi layaknya anak sendiri saking dekatnya dia dengan Dira. Tapi waktu itu Adit memang hanya menganggap Sisi itu sebatas sahabat sang adik karena dia juga jarang berinteraksi dengan Sisi.


Makanya, saat sekarang ini mereka berada dalam satu mobil karena suatu kebetulan. Entah kenapa, tiba-tiba tercipta atmosfer canggung yang begitu kental diantara mereka berdua.


"Hmm, Mas Adit juga baru pulang kantor ya?" kini Sisi yang bertanya, lebih tepatnya hanya ingin mencairkan suasana yang mendadak canggung ini.


"Iya," balasnya singkat sambil tersenyum tipis.


Dan, deg! Entah kenapa, tiba-tiba seperti ada sesuatu yang melompat dengan lincah di dada Sisi saat melihat seulas senyum di bibir kakak sahabat karibnya itu. Kenapa dia baru sadar ya... Kalo Adit itu ternyata ganteng banget. Dengan rambut cepak ala tentara, badan jangkung dan tegap, ala anggota brimob. Otot bisep yang agak menonjol dari kemeja lengan pendeknya, yang uhuii, membuatnya jadi terlihat makin seksi. Kulit putih dan alis hitam pekat yang menaungi kedua mata tajamnya. Ya, gak heran sih, karena Tante Amanda dan Om Bian, memiliki paras rupawan yang nyaris sempurna. Sehingga menghasilkan keturunan-keturunan dengan bibit unggul tersebut, yaitu Adit dan Dira.


Ya ampyuun.. Gue tuh **** apa gimana sih? Selama ini kemana aja coba? Sahabat gue punya kakak sebening gini, malah gue anggurin. Dan malah berkelana gak jelas mencari sosok cowok idaman. Padahal hei, this is it! Dia selama ini di deket lo Sisi...!


Sisi buru-buru tersadar dari lamunannya, saat Adit melambaikan tangannya di depan wajahnya. Oh My God...! Pasti tampangnya tadi udah kayak orang **** banget deh! Sisi mengutuki dirinya yang ke-gap merhatiin kakak sahabatnya itu secara diam-diam.

__ADS_1


"K--kenapa Mas?" tanyanya terbata, antara malu dan kaget.


Adit tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala.


"Mas Adit tadi nanya. Kamu udah makan belum...?


"Mau Mas! Eeh, m--maksudnya, belum Mas..."


Adit tertawa nyaring. Yang membuat Sisi tersipu malu.


Duuh... malu-maluin banget siih gueee...! Rutuknya dalam hati.


"Kita makan bentar di kafe ujung jalan itu, mau?" tanya Adit lembut sambil tangannya menunjuk pada kafe yang dimaksud.


"Mau banget Mas! Eeh... Bu--bukan maksud aku, boleh deh Mas..."


Uuuhhh, **** ****. Bener-bener ya lo Sisi. Bisa gak sih jaim dikit di depan cowok tuhhh...???? Ketauann bangett kaann, kalo lo itu mupeng banget ke Mas Aditt...!!!! Sisi lagi-lagi merutuki dirinya dalam hati.


Adit lagi-lagi tertawa nyaring sambil geleng-geleng kepala.


"Oke..." kata Adit singkat sambil tersenyum tipis.


Sisi hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal untuk menutupi rasa malunya.


Adit mengelus dagunya dengan satu tangannya yang bebas. Sambil sesekali mencuri pandang ke arah Sisi. Lalu tiba-tiba satu sudut bibirnya tertarik ke atas sambil matanya menerawang ke arah jalanan di depannya.


Lucu juga dia. Emm... dan juga... cantik.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2