Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 131


__ADS_3

Besoknya, rumah orang tua Dira.


Kedua gadis itu tengah duduk di sofa panjang dengan posisi saling berhadapan.


Dira membeku beberapa saat, setelah selesai melihat video pengakuan Stella yang direkam oleh Sisi kemarin.


Dia memejamkan matanya sesaat, berusaha mengendalikan hatinya yang kini berkecamuk. Perasaannya campur aduk tak karuan.


"Harusnya gue lebih percaya sama Mas Fahri dibanding perempuan itu Si..." lirihnya dengan suara nyaris bergetar.


Sisi menepuk pelan pundak sahabatnya. "Lo gak salah Sayang. Emang perempuan itu yang berbisa..."


"Lo gak usah khawatir lagi ya. Gue bisa jamin perempuan ular itu gak


akan ganggu kalian lagi,"


Dira terdiam sesaat, menatap wajah sahabatnya penuh arti. Sedetik kemudian ia memeluk Sisi erat.


"Makasih ya Si... Gue sayang banget sama lo..." ucap Dira menahan haru.


Sisi mengulas senyum. "Me too..."


Beberapa saat kemudian, mereka saling mengurai pelukan.


"Gue harus minta maaf sama Mas Fahri," ujarnya lagi. "Si, lo mau gak anterin gue pulang ke rumah Mas Fahri?"


"Pasti dong Sayang!" angguknya.


*****


Sisi memacu mobilnya dengan cepat menuju rumah Fahri.


Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, akhirnya mereka sampai.


"Assalamu'alaikum," mereka melangkah masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka itu.

__ADS_1


"Walaikumsalam...!" tak lama terdengar sahutan dari dalam, yang tak lain adalah suara Bik Inah.


Wanita paruh baya itu menghampiri dengan tergopoh-gopoh.


"Non Dira?" ucapnya sedikit terperangah.


Dira tersenyum kaku. "Bik, Mas Fahri ada?"


Bik Inah tampak mengerjap bingung. "Den Fahri udah seminggu ini gak di rumah Non,"


Dira terperangah. "Mas Fahri kemana Bi??" tanyanya dengan perassan was was.


"Ng... Itu Non, ke apartemen nya."


Dira tercekat beberapa saat.


"Bik Inah tau alamatnya?" lanjutnya lagi tak sabaran.


Bik Inah mengangguk. "Sebentar Non, saya catat dulu." ucap Bik Inah sambil berlalu pergi.


Dira segera meraihnya. "Makasih ya Bik!"


Wanita yang tidak mengetahui drama apa yang tengah terjadi antara pasangan suami istri itu, hanya mengangguk bingung.


*****


Sisi melajukan mobilnya lagi menuju alamat yang tertera di kertas kecil itu. Mereka menempuh perjalanan kira-kira hampir 30 menit, sebelum akhirnya sampai di tempat yang dituju.


Sebuah bangunan mewah yang menjulang tinggi.


Setelah memarkir mobil di basement, mereka pun masuk ke dalam gedung apartemen itu. Melangkah masuk ke dalam lift dan menekan tombol angka 20.


Dan kini mereka sudah berdiri di depan sebuah pintu. Dira menekan tombol bel di pintu apartemen itu berkali-kali.


Namun tak ada sahutan.

__ADS_1


Gadis itu mulai menggigit bibir bawahnya dengan gelisah.


"Coba lo hubungin Mas Fahri," saran sang sahabat berusaha menenangkan.


Dira pun meraih ponsel di sakunya, dan menghubungi nomor sang suami.


"Hp-nya mati Si," desahnya putus asa.


Tiba-tiba, seorang lelaki muda yang tinggal di sebelah apartemen Fahri, keluar dari pintu apartemennya. Sepertinya ia hendak pergi keluar. Matanya bersirobok pandang pada kedua gadis itu.


Seolah dapat membaca pikiran kedua gadis itu, lelaki muda itu berkata, "Apartemen itu udah kosong 3 hari Mbak."


Dira seketika menahan napasnya.


"Mas tau kemana orang yang ada di kamar apartemen ini pergi?" tanyanya mulai gelisah.


Lelaki muda itu hanya mengedikkan bahu.


Membuat bahu Dira merosot seketika.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...

__ADS_1


Lanjut besok lagi yaaa Sayang2 kuuuhh❤


__ADS_2