Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 56


__ADS_3

**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)


Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**...!!


*****


Pukul 17.16 WIB akhirnya Fahri tiba di rumah orang tua Dira.


"Sayang...!" dengan gerakan tergesa dia memasuki kamar Dira. Dan menghampiri sang istri yang masih berbaring di atas tempat tidurnya dengan wajah agak pucat itu, dengan langkah tak sabaran.


Kemudian Fahri duduk di sisi tempat tidur, tepatnya di samping Dira. Dia tak dapat menutupi raut bahagia campur haru dari wajahnya, "Selamat ya Sayang..." bisiknya mengecup kening Dira lembut. Lalu diraihnya sebelah tangan istrinya dan dikecupnya juga.


"Ini masih kayak mimpi buat aku... Denger kabar kalo kamu hamil dari Mama..." bisiknya lagi dan kini malah mengecupi punggung tangan Dira berkali-kali.


Dira tersenyum kecil, "Iya Sayang... Aku juga masih gak nyangka,"


"Mulai sekarang kamu jangan capek-capek ya. Dan makannya juga harus yang bergizi. Besok, kalo kondisi kamu udah mendingan, kita kontrol ke dokter kandungan..."


Dira mengangguk sambil tersenyum. Namun... Sedetik kemudian, tiba-tiba raut wajahnya berubah, namun Fahri sulit mengartikannya.


"Mas... Ng... Tapi... Aku ini kan masih kuliah semester 5. Dan pasti makin lama perut aku makin membesar... Terus nanti gimana aku harus ngehadapin tatapan orang-orang di kampus ngeliat perut aku yang membesar nanti..."


Fahri malah tertawa mendengar ucapan istrinya itu, "Yank... Yank... Maksud kamu, kamu malu gitu... Kalo ke kampus sambil bawa-bawa perut gede gitu...?"


Dira hanya menggigit bibir bawahnya.


"Kalo kamu hamil di luar nikah... Trus ayah dari anak itu gak tau kemana... Baru deh tuh kamu malu...! Lah ini... Semua temen kamu kan juga udah tau kalo kamu itu udah nikah! Trus ngapain harus malu...? Kamu hamil ya karena pernikahan yang sah. Trus juga suaminya ada."


"Tapi kan Mas..."


"Ssttt...! Nggak usah ngomong lagi," potong Fahri menempelkan telunjuknya di bibir Dira.


"Sayang... Kamu tau kan...? Salah satu tujuan menikah itu, ya untuk mendapatkan keturunan. Banyak pasangan suami istri yang bertahun-tahun menanti momongan tapi belum dikasih juga sama Allah. Naah... Kamu harus bersyukur Sayang. Berarti Allah percaya sama kamu, makanya kamu dititipi calon bayi di rahim kamu..."


Akhirnya Dira tidak berkata apa-apa lagi.


"Udah... Jangan berpikiran yang macem-macem lagi ya." Fahri mencium kening sang istri lagi. "Mulai sekarang... Yang harus kamu pikirin adalah... Gimana caranya biar kandungan kamu sehat terus..."


"Sayang... Mas minta. Jaga baik-baik calon anak kita ya..."


Akhirnya Dira mengangguk.


*****


Besoknya.


Karena kondisi Dira yang sudah membaik, Fahri memutuskan untuk izin tidak masuk kerja dan akan mengantar sang istri check up ke dokter kandungan.


Begitupun dengan Dira. Padahal hari ini dia ada jadwal kuliah. Tapi ya akhirnya, dia juga izin ke dosennya tidak dapat mengikuti kuliah hari ini.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB ketika mobil yang dikendarai Fahri meluncur menuju Victoria International Hospital, yang terletak di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara.


Ya, rumah sakit bertaraf internasional yang tersohor itu, memang sudah lama dikenal memiliki para dokter spesialis terbaik di bidangnya, termasuk salah satunya juga dokter spesialis kandungan.


Untunglah pagi itu jalanan ibu kota tidak terlalu macet. Tidak butuh waktu sampai 30 menit, akhirnya pasangan suami istri itu tiba di rumah sakit tersebut.


Setelah mendaftar di loket pendaftaran, Fahri dan Dira disuruh menunggu terlebih dahulu di kursi tunggu sebelum nanti dipanggil lagi untuk menuju poliklinik yang dituju.


"Pasien atas nama Nyoya Nadira...!" tak berapa lama kemudian, Dira sudah dipanggil lagi oleh seorang petugas perempuan di loket pendaftaran itu. Fahri dan Dira pun bergegas menghampiri.


"Ibu, ini kartu berobat nya. Silakan dibawa lagi jika ingin check up kesini lagi. Berkas rekam medisnya sudah kami kirim ke poliklinik yang dituju. Silakan langsung menunggu di lantai 2 saja ya... Nanti nama ibu akan dipanggil oleh perawat kami sesuai urutan pendaftaran," tutur petugas itu ramah.


"Terima kasih Mbak..." jawab Fahri tersenyum.


Fahri pun menggamit lengan sang istri menuju lantai 2 dengan menggunakan lift. Lalu mereka menunggu lagi di lobby ruang tunggu dekat poliklinik kandungan. Dira mendapatkam nomor antrian ke-7.


Sampai akhirnya...


"Atas nama Nyonya Nadiraa...!" seorang perawat akhirnya memanggil nama Dira.


Dira dan Fahri pun masuk ke dalam poliklinik kandungan itu. Di dalam ruangan dokter itu, mereka langsung disambut ramah oleh seorang dokter perempuan keturunan chinese, dengan name tag di jas dokter nya bertuliskan dr. Anastasya Baverly, Sp.OG.


Fahri dan Dira pun duduk di hadapan sang dokter.


"Selamat siang..." dengan ramah dokter Anastasya menyalami Dira dan Fahri. Dan dibalas mereka berdua dengan senyum yang tak kalah ramah, "Siang juga Dok..."


Dokter Anastasya tampak membaca dan membolak-balikkan berkas rekam medis milik Dira. "Ini baru pertama kali kontrol ya Bu?"


Dokter Anastasya tampak mengangguk-angguk, "Hmm....ini baru masuk 5 minggu sih..." gumamnya lagi maih sambil membaca-baca berkas rekam medis Dira.


"Ada keluhan Bu...?"


"Hmm... Sering pusing dan lemes aja sih Dok. Terus... Kemarin juga sempet pingsan dan setelah dicek, kata dokter nya karena tekanan darah rendah,"


Dokter Anastasya mengangguk-angguk lagi, "Hmm, itu bisa jadi karena ibu mengalami gejala anemia. Atau kurang darah. Karena anemia ini memang sering menyerang ibu hamil. Dan... Faktornya biasanya karena ibu kurang asupan zat besi sehingga menyebabkan jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun..."


"Nanti... saya akan memberikan vitamin penambah darah. Tapi selain itu, mulai sekarang juga ibu harus benar-benar menjaga pola makan yang sehat. Terutama perbanyak makan makanan yang bisa berguna sebagai penambah darah alami. Kacang-kacangan, daging, yoghurt, dan sebagainya..."


Dira dan Fahri tampak mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan dari sang dokter.


"Sus, minta tolong tensi dulu," titah dokter Anastasya pada suster yang tadi memanggil antrian nama-nama pasien.


"Iya Dok," suster itu pun bergegas mengambil peralatan tensimeter digital. Lalu mulai mengukur tensi Dira. "Hmm, normal dok. 110/70 mmHg." ucap sang suster kemudian melepaskan kembali alat tensi darah nya dari lengan Dira.


"Ok. Makasih Sus. Bu, silakan berbaring ya. Kita USG dulu," ucap dokter Anastasya lagi.


Setelah selesai melakukan pengecekan USG. Dira-pun kembali duduk.


Dokter Anastasya tampak menulis sesuatu di kertas resep. "Tidak ada pantangan makanan ya Bu. Cuma di trimester pertama ini, untuk sementara hindari dulu konsumsi buah durian karena kandungan alkohol nya cukup tinggi..."

__ADS_1


"Saya juga akan memberikan vitamin tambahan asam folat, dan juga vitamin penguat kandungan. Hindari aktifitas yang terlalu berat dulu ya Bu... Dan jangan lupa konsumsi susu hamil yang rutin,"


"Ini resepnya. Silakan nanti vitaminnya ditebus di bagian apotek ya," ucap dokter Anastasya sambil menyerahkan kertas resep itu. Dira pun menerimanya, "Terima kasih banyak Dok..." ucapnya tersenyum ramah.


"Sama-sama..." dokter Anastasya membalas senyum Dira tak kalah ramah.


.


.


.


.


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaaπŸ˜πŸ˜†


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!


Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❀❀


.


.


.


.


Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.


Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.

__ADS_1


Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ideπŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜†


__ADS_2