Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 111


__ADS_3

"Duduk dulu yuk duduk... Gak baik orang bunting marah-marah terus..." ucap Adit sabar sambil menuntun sang adik duduk di sofa.


Dira melipat tangannya di depan dada dengan wajah jutek.


"Kamu tuh kenapa...? Dateng-dateng langsung marah-marah...?" tanyanya lembut.


"Mas Adit tuh yang kenapa!!" balasnya masih sengit.


Adit memijat pelipisnya lagi frustasi.


"Ya Mas Adit mana tau...? Kamu dateng-dateng langsung marah-marah?" masih berkata dengan sabar.


"Sejak kapan Mas Adit tuh suka nyakitin perasaan cewek!? Apalagi cewek itu sahabat aku sendiri!!" dia tak dapat menahan emosinya.


Dahi Adit berkerut-kerut.


"Maksud kamu apa sih...?" tanyanya masih tak mengerti.


"Mas Adit jangan belagak pilon deh!" ucapnya galak.


Adit mengusap wajahnya kasar.


"Kalo cerita tuh yang jelas. Jangan setengah-setengah Sayang!" berdecak kesal.


Dira menatap kakaknya makin tajam. Masih dengan tangan yang bersedekap.


"Aku udah tau semuanya ya! Tentang kedekatan Mas Adit selama ini sama sahabat aku!" ucapnya dengan penuh penekanan pada kata-katanya.


Deg! Adit membeku seketika.


"Mas Adit kok bisa tega gitu sih sama Sisi...!?? Aku bener-bener gak habis pikir sama Mas Adit!" dia terus merepet udah persis kayak ibu kost yang lagi nagih utang sama penyewa kost-kostan yang nunggak 4 bulan.

__ADS_1


"Tega-teganya Mas Adit nyakitin perasaan sahabat aku! Apa maksud Mas Adit selama ini ngedeketin Sisi?? Tapi ternyata Mas Adit tuh udah punya pacar! Sejak kapan sih Mas Adit jadi sok-sok fuckboy gitu??"


Adit berusaha mencerna kata-kata adiknya. Pacar? Fuckboy? Apa sih??


"Maksud kamu apa sih, Dir??" dia masih belum paham.


Dira melengos kesal. "Masih aja pura-pura gak ngerti! Tau gak?? Gara-gara ulah Mas Adit, Sisi sampe drop dan dirawat di rumah sakit!"


Adit tersentak. "Sisi dirawat??? Terus gimana keadaan dia sekarang???" ucapnya penuh kekhawatiran.


Dira memandang wajah kakaknya malas.


"Sekarang Mas Adit jujur aja sama aku. Siapa cewek itu?? Apa bener dia pacar Mas Adit??" bukannya menjawab pertanyaan Adit, dia malah menodong Adit dengan pertanyaan lagi.


"Cewek mana sih maksud kamu?? Dan pacar? Pacar apaan sih!??"


Dira mendengus. "Masih aja gak mau ngakuuuuu...!!" ucapnya gregetan.


Adit membeku beberapa saat. Lalu tiba-tiba saja serangkaian peristiwa yang selama ini bagai benang kusut seolah terurai kembali ke bentuk aslinya. Ya, dia seperti mendapat jawaban.


"Oh shit! Jadi karena itu??" serunya sambil memijat pelipis frustasi. "Itu alasannya belakangan ini dia menghilang bagai ditelan bumi. Sengaja menghindar dari Mas Adit. Dan memblokir semua kontak Mas Adit!" lanjutnya seakan ingin mengumpat.


Dira hanya menatap kakaknya dengan tatapan horor.


Adit menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan kasar.


"Dia bukan pacar Mas Adit. Cuma anak buah di kantor. Namanya Clara," jelasnya dengan tenang.


Dira mengangkat sebelah alisnya, "Anak buah doang? Tapi mesra-mesraan...??" ucapnya seolah menyindir.


Adit membuang napas kasar.

__ADS_1


"Mas Adit gak mesra-mesraan sama Clara. Kamu denger dulu cerita yang sebenernya," bantahnya tak terima.


*****


Flashback on.


Malam minggu itu. Adit memang harus bertemu Clara karena urusan pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tapi gadis itu memaksa untuk bertemu di luar sambil makan. Padahal Adit sudah menolak dan menyuruh gadis itu datang ke rumahnya saja karena Clara hanya harus menyerahkan beberapa berkas untuk segera ditanda tangani oleh Adit. Tapi gadis itu bersikeras untuk mengajaknya bertemu di luar. Akhirnya Adit terpaksa menurutinya karena demi urusan pekerjaan agar cepat selesai.


Di luar dugaannya, setelah urusan pekerjaan selesai, Clara terus saja memaksa untuk makan malam bersama. Dan dia terus saja bergelayut manja di lengan Adit sambil mengajaknya selfie bareng. Padahal Adit sudah sangat risih dan menolaknya berkali-kali. Tapi tetap saja gadis itu tidak tau malu.


"Sekali ini aja kamu nurutin permintaan aku apa susahnya siihhh...??" rengeknya manja sambil terus bergelayut di lengan Adit. "Masa cuma aku ajak selfie bareng aja kamu gak mau! Sombong banget sih kamu Dit!"


Adit membuang napas kasar. "Gak usah lama-lama!" ketusnya.


Clara bersorak kegirangan. Tanpa membuang-buang waktu lagi dia segera merapatkan tubuhnya ke Adit seraya merangkul lengannya mesra lalu mengambil potret diri mereka beberapa kali dalam berbagai pose. Walau Adit hanya menampakkan wajah datar.


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap dengan nanar pemandangan yang begitu menyesakkan dadanya.


.


.


.


.


.


To be continued...


Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2