
holaaa gaaeess, ada yang masih nungguin cerita ini gak?? Share dan Fav dong biar pembacanya bisa ratusan ribu per hari, aamiinnnππ
Ok happy reading!β€
*****
Seorang lelaki tampak tengah berdiri di balkon kamarnya, dengan kedua tangannya memegang pagar teralis balkon itu.
Netra nya menerawang lurus ke depan. Dengan hati yang berkecamuk.
Jilatan angin malam menerpa wajah tampan dengan sorot mata sendu itu.
Letupan rindu yang berakumulasi seolah menggerogoti rongga dadanya hingga dada itu dihimpit rasa sesak yang membuatnya makin tersiksa. Karena hanya bisa menahan perasaannya tanpa bisa menjangkau gadis itu.
Fahri memejamkan matanya sesaat, membiarkan angin malam kembali membelai-belai wajahnya.
Lelaki itu kemudian membalikkan badannya. Dan melangkah masuk ke kamarnya.
Kamar yang kini sepi karena tak ada lagi ceriwis khas dan rengekan manja gadis nya.
Ekor matanya melirik sebuah koper berwarna abu-abu di sudut kamar. Beberapa bajunya sudah dimasukkan ke dalam koper itu.
Ya, mulai besok ia ingin tinggal sementara di apartemen nya.
__ADS_1
Karena bila terus-terusan tinggal di rumah ini, batinnya semakin tersiksa dan gila karena terus mengingat memorinya bersama sang istri.
Fahri menghela napas kasar. Kemudian berjalan ke arah ranjang.
*****
Beberapa hari kemudian.
Sisi bergegas keluar dari mobilnya. Setelah berhasil menepikannya di sebuah jalan.
Dengan langkah tak sabaran, gadis itu menghampiri seorang pria.
"Gimana?" burunya tak sabaran.
"Nama panjang perempuan itu Arelie Stella Gracia. Nama panggilannya Stella. Umur 30 tahun. Dia seorang janda. Pernikahannya hanya berumur 2 tahun. Dia bercerai dengan mantan suaminya kira-kira 11 bulan yang lalu. Belum dikarunia anak. Pekerjaannya saat ini sebagai seorang staff marketing di perusahaan otomotif. Pekerjaan sampingannya sebagai seorang DJ di sebuah club malam. Dia seorang yatim piatu. Dan keberadaan sanak saudaranya tidak jelas." pria itu menerangkan panjang lebar.
Sisi manggut-manggut sambil matanya tetap serius membaca selembar kertas di hadapannya.
"Dan bisa saya pastikan. Dia sedang tidak menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Termasuk lelaki yang anda maksud itu Nona,"
Sisi mengangguk-anggukan kepalanya lagi. Sejurus kemudian, satu sudut bibirnya terangkat. Menyunggingkan senyum miring. "Udah gue duga. Dia itu perempuan ular!" gadis itu menggeram.
"Oke, good job!" ucapnya lagi kemudian. "Ini imbalan yang gue janjiin," tukasnya seraya menyodorkan amplop cokelat yang lebih tebal.
__ADS_1
Pria yang disewa sebagai mata-mata itu seketika berbinar. Lalu meraih amplop yang disodorkan Sisi sambil tersenyum sumringah, "Terima kasih Nona Bos!"
Gadis itu hanya mengangguk kecil. Lalu dengan langkah lebar kembali masuk ke dalam mobilnya.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUUπππ
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUUπππ
__ADS_1
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUUπππ