
LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA
*****
Setengah jam kemudian, ponsel Sisi berdering lagi.
"Ya halo,"
"Halo Si. Mas Adit udah di belakang mobil kamu,"
"Oke Mas. Bentar aku turun ya,"
Sambungan telepon pun terputus. Sisi mematikan mesin mobilnya. Kemudian bergegas turun dari mobil.
Dilihatnya mobil Adit sudah terparkir tidak jauh di belakang mobilnya. Adit berdiri sambil bersandar pada kap depan mobilnya. Senyumnya merekah lebar ketika melihat Sisi berjalan menghampirinya.
"Hai Mas Adit," sapa Sisi sambil tersenyum lebar.
"Hai," balas Adit dengan senyum tak kalah lebar.
"Eh tunggu. Kok mata kamu bengkak Si? Kayak orang habis nangis?" tanya Adit heran, berusaha membaca lebih dalam mimik wajah yang berusaha disembunyikan Sisi.
Sisi tampak sedikit gelagapan.
"Eng... enggak kok Mas. Aku gak habis nangis. Ini mata aku bengkak kayaknya karena tadi aku ketiduran deh! Hehehe..." elaknya sambil berusaha menunjukkan wajah ceria.
Adit terkekeh. "Syukur deh kalo gitu. Mas Adit kira kamu habis nangis,"
Sisi nyengir lebar. "Enggak kok Maaaass. Emangnya aku nangis gara-gara apa coba?"
"Kirain gara-gara kelamaan nungguin Mas Adit. Hehehe,"
Sisi tertawa kecil.
__ADS_1
"So, jadinya kita mau kemana?"
"Hmmmm..." Sisi tampak berpikir. "Kemana ya Mas enaknya?"
Adit terkekeh lagi. "Malah balik nanya,"
Sisi nyengir.
"Gimana kalo ke Taman Ria aja? Mumpung cuaca nya juga cerah nih,"
"Hmmmmmm... Ide yang bagus!" tukas Sisi sambil mengulum senyum.
"Okey,"
"Berarti kita tetep nyetir mobil masing-masing aja?" tanya Adit lagi.
"Hehe... kayaknya gak ada pilihan lain deh Mas,"
*****
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit lamanya, akhirnya mereka berdua tiba di sebuah Taman Ria yang terletak di pusat kota Jakarta.
Setelah berhasil memarkirkan mobil masing-masing, mereka berdua berjalan beriringan menuju loket pembelian tiket. Lalu setelah selesai membeli tiket, mereka pun masuk ke dalam arena Taman Ria.
Suasana Taman Ria kala itu sangat ramai oleh pengunjung. Maklum, sekarang hari Sabtu alias weekend. Dimana banyak orang memilih keluar rumah dan mencari tempat hiburan untuk refreshing melepas penat setelah berkutat dalam rutinitas harian mereka entah itu bekerja, sekolah, atau rutinitas wajib lainnya mulai dari senin hingga jumat.
Musik ceria khas Taman Ria mengalun nyaring membuat suasana hati para pengunjung semakin riang. Aroma popcorn dan arum manis menusuk indra penciuman Sisi dan Adit.
"Mau beli minum dulu?" tanya Adit sambil memandang Sisi.
"Boleh," jawab Sisi tersenyum tipis.
"Oke kamu tunggu disini dulu ya."
__ADS_1
Sisi mengangguk. Adit pun berjalan menjauh darinya menghampiri booth penjual makanan dan minuman.
Sisi mengempaskan tubuhnya di atas kursi panjang yang berada tak jauh darinya. Matanya menatap lalu lalang orang-orang yang hilir mudik di depannya.
"This is it," tiba-tiba sebuah suara bariton memecah lamunan Sisi.
Sisi menoleh dan mendapati sekaleng soda dan sebuah arum manis berwarna pink dengan ukuran sangat besar di depan matanya.
Dia mendongakkan kepala dan mendapati Adit tersenyum sangat lebar ke arahnya.
"Makasih Mas," jawab Sisi nyengir sambil meraih kaleng soda dan arum manis yang disodorkan Adit.
"U're welcome."
Mereka berdua-pun kembali berjalan bersisian sambil sesekali tertawa renyah karena candaan garing yang dilontarkan Adit. Sisi menikmati arum manis yang dibelikan Adit.
Diam-diam Adit mencuri pandang ke arah Sisi yang sedang asik mengulum arum manisnya itu dengan mimik lucu. Kedua sudut bibirnya seketika tertarik ke atas.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1