
**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share. oya terakhir juga klik favorit yaa biar kalo episode nya udah up kalian dapet notif (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)
Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!
*****
Setelah melepas kepergian Mama dan Papa di bandara, Fahri dan Dira langsung pamit pada Adit untuk langsung pulang ke rumah. Akhirnya mereka berpisah disitu. Adit juga pulang kembali ke rumah orang tua-nya yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Lalu Fahri-pun membawa pulang kembali sang istri ke rumahnya yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
Sepanjang perjalanan pulang, wajah Dira masih terlihat murung. Dia hanya memandang ke arah jalanan di luar melaui kaca jendela mobil. Tak ada suara ceriwis khas-nya, hanya diam membisu dengan mulut yang ditutup rapat-rapat.
Fahri maklum dengan sikap istrinya yang seperti itu. Usia Dira masih sangat muda dan mungkin juga jadi mempengaruhi pola pikirnya sehingga dia terbilang masih labil entah itu dalam tindakan maupun hal lainnya. Terlebih harus menghadapi kenyataan dia tinggal berjauhan dengan kedua orang tuanya. Apalagi selama ini Fahri memang tau, sejak kecil Dira memang sangat dimanja dan diberikan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya. Jadi bukan salah Dira juga kalau sampai usia segini sikapnya masih manja dan terkadang masih seperti anak kecil. Toh Fahri juga memang sudah mengetahui sejak lama karakter Dira yang seperti itu, dan nyatanya dia tetap memilih gadis itu untuk menjadi istri yang akan menemaninya seumur hidup. Karena dia memang mencintai gadis itu, mencintai semua yang ada pada dirinya, bukan karena ada alasan lain atau embel-embel lainnya. Memang ternyata ada benarnya kata pepatah klise, bahwa 'Mencinta seseorang itu tidak harus selalu butuh alasan'. (Aseekkk)
"Sayang... mau makan sesuatu dulu gak...?" ucap Fahri lembut sambil mengelus kepala Dira dengan penuh sayang. Berniat menghibur sang istri, siapa tau dengan disogok makanan perasaan Dira akan lebih baik.
Dira masih menatap ke arah jalanan. "Gak." hanya balasan singkat.
Fahri tertawa kecil. Dan kini kedua tangannya kembali fokus pada stir. "Hmmm... yaudah deh kalo kamu gak mau. Tapi Mas mau mampir sebentar ya ke McD. Gak papa kan...? Mas mau beli es krim dulu nih, pesen lewat drive thru aja,"
Seketika Dira memutar tubuhnya perlahan. Dan menatap sang suami dengan intens. "Mas mau mampir ke McD?"
Fahri hanya mengangguk.
"Aku juga mau es krim..." rengeknya manja.
"Loohh, kan tadi katanya gak mau...? Kok jadi berubah pikiran kayak gini? Hmm... Gak konsisten kamu berarti, sama aja menjilat ludah sendiri, berarti kamu tuh," Fahri hanya sengaja ingin menggoda sang istri.
Dan benar saja, wajah Dira langsung ditekuk berlapis-lapis. Lalu...
"Iiiiihhhh Mas Fahri tuh nyebelinnnn bangeeeettt siiiiihhhhh...!!" ambeknya sambil mencubit lengan Fahri dengan gemas.
"Aaaawww... sakit Sayang!" pekik Fahri yang malah cengengesan. Syukurlah... memang ini yang diharapkannya. Istrinya sudah tidak murung lagi.
"Hehehe... Iyaaaa Sayaaanggkuuu...!" kini Fahri mencubit sebelah pipi Dira dengan gemas, yang dibalas ringisan oleh sang istri, "Jangankan cuma es krim. Kamu mau minta sama toko-toko nya juga bakal Mas beliin. Apa sih yang gak buat kamuu...?" Fahri mengedipkan sebelah matanya dengan genit ke arah sang istri.
__ADS_1
Akhirnya Dira tertawa kecil, "Gombaaaalllllll...!!"
Dalam hati Fahri merasa sangat senang dan bersyukur. Akhirnya istrinya sudah kembali ceria dan melupakan sejenak kesedihan karena papa mama-nya yang harus kembali ke Batam.
"Yaudah bener ya. Kalo gitu Dira minta beliin es krim-nya se-truk...!" rajuknya sambil melipat tangan di depan dada.
Fahri tertawa kencang. "Hmmm... Ya ya ya... Boleh... Boleh... Mas bakal beliin se-truk sesuai permintaan kamu. Tapi harus langsung kamu abisin dalam satu hari. Bisa gaaa... kamu...?" canda Fahri sengaja cuma pengen godain Dira.
"Ya Dira jualin lagi lah es krim-nya! Kan lumayan tuh se-truk. Bisa langsung buka toko es krim. Langsung balik modal lagi...!"
"Hahahahaahha"
"Yeee malah ketawa sih Mas...!"
"Emang uang yang selama ini Mas kasih masih kurang... Sayang...? Sampe kamu harus nyari tambahan gitu dengan jualan es krim. Hahahahahahaa...!"
"Iiihhhh Mas Fahriiiiii...!" Dira nyubitin pinggang Fahri dengan gemas.
"Aww... Eh, eh, Sayang. Mas lagi nyetir loh ini...!" Fahri cengengesan sambil berusaha berkelit dari serangan Dira.
Fahri tertawa kecil, lalu diraihnya tangan sang istri dan diciuminya punggung tangan istrinya itu berkali-kali, dengan penuh cinta.
Akhirnya senyum di bibir Dira merekah juga, melihat perlakuan Fahri yang begitu sweet itu.
"Love you till the moon and back..." bisik Fahri lembut menatap sekilas pada sang istri ,dan kini dia menautkan sebelah jari jemari-nya pada jari jemari Dira.
Wajah Dira merona, "Love you too... till the moon and back," bisiknya tersipu malu.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤
.
.
.
.
Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.
Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.
__ADS_1
Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆