
LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA
*****
Some people live for the fortune
(Beberapa orang hidup untuk keberuntungan)
Some people live just for the fame
(Beberapa orang hidup hanya untuk ketenaran)
Some people live for the power, yeah
(Beberapa orang hidup untuk kekuatan)
Some people live just to play the game
(Beberapa orang hidup hanya untuk bermain game)
Some people think that the physical things define what's whitin
(Beberapa orang berpikir bahwa hal-hal fisik mendefinisikan apa yang ada di dalamnya)
And I been there before
(Dan aku pernah ke sana sebelumnya)
But that life's a bore, so full of the superficial
(Tapi hidup itu membosankan, begitu penuh dangkal)
Some people want it all
(Beberapa orang menginginkan semuanya)
But I don't want nothing at all
(Tapi aku sama sekali tidak menginginkan apa-apa)
__ADS_1
If it ain't you baby
(Jika bukan kamu, sayang)
If I ain't got you baby
(Jika saya tidak mendapatkannya, sayang)
Some people want diamond rings
(Beberapa orang menginginkan cincin berlian)
Some just want everything
(Beberapa hanya mengingnkan segalanya)
But everything means nothing if I ain't you, yea
(Tapi semuanya tidak berarti apa-apa jika aku tidak memilikimu)
-Alicia Keys: "If I Ain't Got You"-
*****
Dia melenggang riang dengan tentengan paper bag yang masih di tangannya, menuju kulkas yang berada di kamarnya. Kemudian mengeluarkan sekotak cokelat pemberian Adit siang tadi. Lalu menaruhnya dengan sangat hati-hati di dalam freezer. Note: Sebelumnya dia sudah mengabadikan sekotak cokelat pemberian Adit itu dengan kamera ponselnya.
Setelah kembali menutup pintu kulkas, dia melenggang menuju tempat tidurnya. Lalu melempar tubuhnya ke atas situ. Sambil merentangkan tangannya lebar-lebar. Wajahnya tak henti menyunggingkan senyum bahagia. Sedangkan matanya menatap langit-langit kamarnya sambil otaknya memutar kembali momen kebersamaanya bersama Adit siang tadi.
Dia menjerit sendiri sambil menangkupkan kedua tangannya ke wajahnya.
"Oohhh God... help meee...! I think I'm falling in love with him!"
*****
Besoknya, Adit janjian dengan Sisi untuk menjemputnya sepulang kuliah. Kebetulan hari ini kantornya memulangkan lebih awal seluruh staff dan jajaran karena ada maintenance gedung. Rasanya dewi fortuna memang sedang berpihak pada Adit.
Pagi tadi Adit sengaja tak membawa mobilnya. Dia berangkat ke kantor menaiki motor sport Ducati kesayangannya yang berwarna merah metalik. Dia tuh sengaja naik motor sport-nya biar bisa modus ke Sisi. Kan kalo boncengan pake motor udah pasti duduk mereka jaraknya deketan banget, udah gitu kan posisi jok belakang motor sport tau sendiri kayak mana. Yang otomatis membuat posisi duduk yang dibonceng jadi nungging. Ah elah, modus banget sih lo Dit!
__ADS_1
Sisi sengaja menyuruh Adit menunggunya di halte yang jaraknya agak jauh dari kampus. You know lah maksudnya apa. Yup betul banget, dia gak mau kalo sampe adik kesayangan Adit yang juga sahabatnya yaitu Dira, mergokin mereka berdua.
"Haaiiiiiii Mas Adiiitttt...!" sapa Sisi ceria sambil tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang rapi.
"Hey pretty...!" balas Adit dengan senyum yang membuat cewek manapun yang melihatnya meleleh dan mimisan.
Sisi berusaha mengontrol detak jantungnya yang tiba-tiba saja tidak bisa diajak kompromi karena panggilan yang dilontarkan Adit barusan.
"Mobil kamu gimana?" tanya Adit memecah gugupnya.
"Oh...ehm... hari ini aku sengaja gak bawa mobil," jawab Sisi berusaha menutupi kegugupannya. "Tadi pagi aku minta dianter sama sopirku," lanjutnya sambil nyengir.
Adit manggut-manggut.
"Okey, yuk." Adit yang berada di atas motor sport-nya pun menyodorkan helm kepada Sisi.
Sisi mengangguk sambil meraih helm itu dan memakainya. Kemudian naik ke atas motor Adit dengan hati-hati. Maklum tinggi banget gaess :').
"Udah?" Adit menelengkan kepalanya sedikit ke belakang.
"Sure."
Adit-pun men-starter mesin motornya. Dan motor sport itupun melaju kencang membelah jalanan kota Jakarta.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1